Rabu, 05 Januari 2011

Ramalan Jucelino Nobrega da Luz



Jucelino Nobrega da Luz adalah orang Brasil, lahir tahun 1960, profesinya saat ini ialah guru sekolah, dan dengan istri serta kedua anaknya menjalani hidup yang sederhana, ia adalah penduduk kota yang sangat biasa.

Peristiwa yang ia ramalkan disertai tanggal, bulan, tahun kejadian bencana besar dan dilengkapi dengan petunjuk yang jelas, selain itu agar di kemudian hari jikalau terdapat pihak ketiga yang meragukan kesahihan ramalannya, Jucelino selalu mempublikasikan ramalan dengan tanggal dan peristiwa kejadian, meminta untuk disahkan biro notaris atau jawatan pos negara, sehingga memudahkan pihak lain melakukan pemeriksaan.
Ramalan Jucelino secara beruntun terbukti
Jucelino Nobrega da Luz
Apabila orang atau makna yang ditemuinya di dalam mimpi termasuk urusan pribadi, ia hanya memberitahukan kepada yang bersangkutan, tetapi jika yang bersangkutan adalah seorang kepala negara atau tokoh terkenal dan berkuasa di dalam masyarakat, selain akan berefek besar terhadap masyarakat, maka ia juga akan memberitahu pers dan media massa di negara tersebut. Perbedaan Jucelino dengan ahli ramal lainnya ialah, firasat yang ditemui dalam mimpinya akan disampaikannya secara utuh dan tanpa diseleksi, langsung kepada yang bersangkutan. Selain itu seperti yang disampaikan di atas, ia juga memberitahu kepada yang bersangkutan tentang pendokumentasian perihal ramalannya di biro notaris pemerintah, atau memperoleh bukti pengiriman dari jawatan pos negara, adakalanya ia mengirim surat yang dilampiri resi tentang suratnya atau mengirim berita singkat kepada yang bersangkutan. Oleh karena itu ia setiap hari membutuhkan biaya cukup besar untuk keperluan korespondensi firasat mimpinya. Biaya-biaya tersebut harus berasal dari penghasilan minim seorang guru yang kehidupan sehari-harinya dilakukan dengan berhemat.
Ada yang bertanya kepadanya pada umur berapa ia mulai bermimpi firasat mimpi, ia menjawab sejak usia sembilan tahun, dimulai pada tahun 1969, sehari ia terkadang bermimpi 3 hal, juga pernah bermimpi sembilan hal, setiap hari jumlah yang ia mimpikan tidak sama. Ia berkata, firasat mimpi yang ditemuinya selalu muncul dengan alami di dalam situasi mimpinya, sama sekali bukan ia sendiri yang memilihkannya. Jucelino dikala berusia 19 tahun, berjumpa dengan orang suci peramal terkenal di Brasil, Franciscoshabiz, sesudah itu bencana dan peristiwa berskala dunia secara berangsur bertambah di dalam firasat mimpi. Franciscoshabiz pernah dua kali dinominasikan sebagai peraih hadiah Nobel perdamaian, ia adalah ahli supra natural tersohor, juga adalah seorang dermawan. Oleh karena hubungan sebab akibat ini, kejadian yang diramal Jucelino sudah melebihi 80.000 kasus, mari kita simak dari firasat mimpinya beberapa ramalan pilihan bersif at internasional dan bencana berskala besar yang sudah terjadi, agar kita bersama-sama kilas balik dengan peristiwa di bawah ini:
Peristiwa terbunuhnya Putri Diana
Tanggal 4 Maret 1997, surat peringatan yang dikirim via pos kepada Lady Diana, “Saya menerima info dari Tuhan, ada orang berniat jahat merencanakan skenario kecelakaan mobil terhadap anda, jiwa anda juga bisa mengalami bahaya, tujuh malaikat mengatakannya demikian kepada saya. Kemungkinan anda akan tewas di dalam kecelakaan mobil kali ini, namun para pakar barangkali bisa menganggapnya sebagai human error saat berkendara dan mengurusinya sebagai kejadian kecelakaan, akan tetapi mereka salah sama sekali. Pembunuhnya ada di dekat anda?..peristiwa pembunuhan ini kemungkinan terjadi sebelum tibanya tahun 2000.”
Jucelino juga pernah mengirimkan surat peringatan tersebut per pos kepada tiga media cetak besar Inggris yakni Times, Daily Telegraph dan Guardian, tetapi hingga hari ini tidak pernah diberitakan. Peristiwa kecelakaan mobil terjadi setelah lima bulan sejak terkirimnya surat peringatan yakni tanggal 31 Agustus 1997, persis seperti uraian ramalan bahwa pada akhirnya diselesaikan dengan sembrono sebagai human error dalam berkendara.
Di dalam ramalan dicatat bahwa peristiwa itu bisa terjadi sebelum tahun 2000, meskipun tidak terdapat tanggal, bulan dan tahun yang pasti, tetapi dua tahun sebelum ramalan, di dalam surat yang dikirim Jucelino kepada presiden Brasil ketika itu Fernando Henrique Silva Cardoso, disebutkan (surat ini dibubuhi stempel biro notaris) bahwa, “Tahun 1997 sampai 1998 Lady Diana bisa tewas?.”
Dua kali serangan terhadap WTC, kali kedua adalah kejadian teror 911
Tahun 1989, sebuah surat peringatan dikirim kepada presiden Amerika dan kedutaan Inggris, surat tersebut tertanggal 26 Oktober 1989 per pos dan tercatat di kantor notaris Klicheeba di kota Palana.
Di dalam surat tersebut juga diramalkan bahwa tahun 1993 untuk kali pertama WTC bakal diserang, meskipun tidak dinujum tanggal serangan, namun serangan kedua kalinya dengan sangat jelas disebutkan pada tanggal 11 September 2001. Mengenai hasil dari surat peringatan tersebut, telah anda ketahui. Serangan pertama WTC terjadi tiga setengah tahun sesudah surat peringatan diterima yakni tanggal 26 Februari 1993, suatu kasus peledakan areal parkir yang menimbulkan korban tewas dan terluka, sedangkan serangan kedua terjadi pada 12 tahun kemudian yakni 11 September 2001, ” Kasus serangan 911 dilakukan serentak oleh banyak teroris” yang tela h menggemparkan dunia.
Yang membuat orang terkejut dan terheran-heran ialah di dalam surat peringatan/ramalann ya itu juga tercatat: sesudah serangan kedua terhadap WTC, meletus perang Afghanistan dan Irak, setelah Irak terkalahkan, presiden Saddam Hussein melarikan diri dan bersembunyi di wilayah Irak tengah di kota Ad Dawr dan lain sebagainya, juga diramal dengan terperinci, peristiwa yang para pembaca sudah ketahui semua, di dalam surat ramalan tersebut kejadian yang diramalkan satu per satu telah terjadi.
Surat peringatan itu juga dikirim per pos kepada ayah presiden sekarang George Bush, kala itu si Bush tua, surat peringatan ramalan per tahun 1989 tersebut ditulis 9 tahun kemudian pada tanggal 28 Oktober tahun 1998 dan dikirim ulang kepada presiden Clinton, di dalam surat tersebut disampaikan: “Jucelino sangat mengkawatirkan bencana yang dulu telah dilihatnya di dalam mimpi, itu adalah kaum teroris melancarkan serangan terhadap pulau Manhattan, gedung jangkung dikepung oleh api raksasa yang datang dari langit. Mungkin saja ada orang mengira bahwa ini sedang berkelakar dan tidak menganggapnya serius, akan tetapi mutlak bukan lelucon, oleh karena itu saya mengirim surat kepada media utama Amerika, berharap mereka bisa mempublikasikan surat peringatan ramalan saya.”
Seperti dijelaskan di depan, peristiwa besar semacam itu bisa berdampak kepada masyarakat, Jucelino biasanya mempublikasikannya sebelum kejadian, ia tida k saja menghubungi yang bersangkutan, bahkan isi yang sama, ia kirim bersamaan ke media massa dan sebagainya. Namun sampai dengan sekarang, nyaris tak ada perusahaan media massa yang mau menerima permintaannya untuk menyiarkan kepada khalayak. Demikian pula agen berita Miami Herald yang persis menerima surat peringatan itu membalas surat singkat kepada Jucelino dengan isi :
“Di dalam surat anda yang dikirim kepada kami per tanggal 26 Oktober 1989, diramalkan bahwa gedung WTC pada tanggal 11 September 2001 akan mengalami serangan kaum teroris, terhadap ramalan ini agen berita kami memberikan apresiasi. Selain itu anda juga di dalam surat tersebut meramalkan Amerika bisa terjadi 2 kali perang, akhirnya bisa bertempur melawan Irak, juga Saddam melarikan diri, serta tentang ia lari dan bersembunyi di Ad Dawr, Irak tengah dan lain berita detail lainnya telah dengan rinci diramalkan. Sayang sekali kami tidak bisa mempublikasikan isi berita seperti itu, karena kami khawatir bisa menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat?”
Mengenai lokasi persembunyian Saddam, sesudah peristiwa terjadi pada tanggal 13 September 2001, pos yang disampaikan kepada presiden Amerika George Bush dengan sangat detail diceritakan tentang “lokasi persembunyian Saddam, di sebelah luarnya terdapat sebuah poster tentang bahtera nabi Nuh, di tepi sungai Tigris terdapat sebuah lobang, di atasnya ditutupi dengan papan kayu dan karpet imitasi, aksesnya dikamuflasekan dengan batu bata, tanah dan sampah.”
Kemudian sesudah membaca berita baru mengetahui bahwa ramalan Jucelino betul-betul sangat tepat, ramalan yang pada realitanya membuat orang sangat tercengang itu masih terus berkelanjutan. Tentang Saddam pasca penangkapan dari pemberitaan pers kita ketahui bahwa sesudah dinyatakan bersalah dan divonis hukuman mati dan dieksekusi pada tanggal 30 Desember 2006 lalu. Sesudah itu terjadi pertentangan sengit antar kelompok Sunni dan Syiah di negeri Irak, bisa sewaktu-waktu mengakibatkan situasi perang saudara, setiap pagi dan malam hari banyak korban tewas warga sipil tak berdosa telah berjatuhan.
Namun vonis mati Saddam seperti ini dan Irak pasca Saddam dipenuhi kekalutan di dalam negeri, berkaita n dengan ramalan Jucelino ini, tanggal 29 Mei 2006 lalu telah dikirim kali ketiga kepada Radio Pass FM Indonesia yang berada di Jakarta, isi seluruhnya cocok, sebagai berikut :
“Menurut pengadilan Irak, Saddam di vonis bersalah, dan kemungkinan dieksekusi mati pada tanggal 30 Desember 2006. Dengan demikian seluruh negeri Irak akan terjadi pertikaian, dan akan terjadi banyak korban jiwa.” Selain itu, sering kali firasat mimpi tepat ditunjukkan kepada Jucelino, membiarkan dia di dalam alam mimpi melihat tokoh dari musibah dan bencana dunia, dari sini bisa diketahui bahwasanya ia bukan “manusia biasa”, ia pasti memiliki kekuatan meneropong masa depan dan kemampuan meramal yang menakjubkan.
Gempa besar di laut Sumatera
Surat peringatan terawal yang dikirim ialah 8 tahun sebelum terjadi Tsunami di Aceh tahun 2004, tepatnya pada tanggal 16 September 1996 lalu, dikirim per pos kepada duta besar India di Brasilia, ibu kota Brasil. Di dalam surat tersebut diramalkan bahwa tanggal 26 Desember 2004 pagi hari di propinsi Aceh, Indonesia bakal terjadi gempa bumi 8,9 skala Richter, Indonesia dan India diterjang Tsunami setinggi 10 meter itu. Surat peringatan kepada presiden Indonesia Soeharto dikirim per tanggal 30 April 1997, isi surat tersebut: “Saya di dalam mimpi melihat tanggal 26 Desember 2004 pagi hari jam 7, Asia Selatan bakal diguncang oleh 8.9 skala richter gempa besar, bersamaan dengan itu juga bisa terjadi tsunami setinggi 10 meter, area penyebarannya dimulai dari propinsi Aceh, Indonesia, India, Malaysia, Sri Langka, Thailand, Maldivas, Bangladesh dan sebagainya bahkan mencapai hingga Mauritius. Dan bakal ada 100.000 jiwa terenggut?”
Alhasil, gempa bumi sesuai ramalan di dalam surat peringatan tersebut terjadi pada pagi hari jam 7.58 tanggal 26 Desember 2004, angka tewas melebihi 200. 000 orang, gelombang tsunami tertinggi mencapai 30 meter, ada banyak sekali orang raib ditelan tsunami yang menerjang pantai. Para kedubes seperti Indonesia , Filipina , Thailand dan lain-lain, juga telah menerima surat yang sama, surat resmi ters ebut semuanya terlampiri stempel jawatan pos terkait. Selain itu Jucelino juga menerima surat ucapan terima kasih dari berbagai kedubes atau pejabat sekretariat kepresidenan negara bersangkutan.
Surat ucapan terima kasih dari kantor kepresidenan berisi keluhan sebagai berikut: “Mengenai gempa bumi dan tsunami jikalau sampai terjadi pada tahun 2004, demi menghindari terjadinya bencana yang mengerikan ini, ada banyak hal terpaksa harus kami lakukan, namun kami juga merasa tak berdaya.” Selain itu, isi surat balasan sederhana berasal kedubes Indonesia : “?.kami ak an menyampaikan isi surat anda kepada negara kami, apabila ada berita lain yang hendak disusulkan, jangan ragu-ragu menyampaikan. “
Dari situ bisa diketahui, 8 tahun sebelum bencana terjadi, Jucelino sudah meramalkan bakal ada gempa bumi super-besar dan tsunami besar melanda kawasan Asia Selatan dengan korban tewas melebihi 100.000 orang, dari dalam surat peringatan tersebut dengan rinci kami dapat mengetahui bahwa Jucelino juga secara parsial mengirim surat resmi pemberitahuan dengan detail tentang tahun, bulan, tanggal dan waktu kejadian, kepada negara-negara yang bakal tertimpa bencana, namun pada kenyataannya tiada langkah-langkah pencegahan efektif apapun yang dilakukan.
Peramal jitu Jucelino Nobrega da Luz adalah orang Brasil, pada 2 edisi terdahulu telah membabarkan ketepatan ramalannya . Minggu ini kita akan menyajikan ramalan masa depan.
Tahun 2008
  • Obat penangkal penyakit AIDS dan Dengue berhasil ditemukan.
  • Tanggal 18 Juli bakal terjadi gempa bumi besar di Filipina, akan terdapat ribuan korban tewas.
  • Empire State Building , New York , pada bulan September bakal mengalami peristiwa teror.
  • Pada tanggal 13 September akan terjadi gempa besar 9,1 skala richter di Tiongkok, sumber gempa di Nanning dan pulau Hainan, bersamaan itu bakal terjadi tsunami besar setinggi 30 meter lebih, menimbulkan jutaan korban tewas. Tsunami tersebut sangat mungkin menyapu Jepang pula.
Tahun 2009
  • Tanggal 25 Januari bakal terjadi gempa bumi besar ber-skala richter 8,9 menyerang Osaka dan Kobe , Jepang, dikuatirkan korban tewas mencapai beberapa puluh ribu orang.
  • Bulan November di Jepang terjadi lagi gempa bumi besar, bakal ada ribuan orang tewas.
  • Pemerintah Brazil dikarenakan krisis ekonomi dan tidak mampu menerbitkan dana asu-ransi dan pensiun, sehingga rakyat di ibu kota dan penjara memberontak.
  • Tanggal 24 Agustus Istambul, Turki, bakal terjadi gempa bumi besar berskala Richter 8,9, jalanan banyak yang retak dan patah.
  • Tanggal 16 Desember di wilayah timur Sumatra , Indonesia , bakal terjadi 7,8 skala Richter gempa bumi, ribuan orang tewas.
Tahun 2010
  • Temperatur beberapa negara Afrika kemungkinan besar meningkat hingga 58? Celcius, bersamaan itu terjadi kekurangan air bersih yang parah.
  • Tanggal 15 Juni pasar saham di New York bakal runtuh, ekonomi dunia akan memasuki kondisi krisis
  • Suhu di Afrika bisa mencapai 58? Celcius, angka yang pada awal mendengar seolah-olah sulit dipercaya, namun pada kenyata-annya pada awal bulan Mei 2007, menurut info para pelancong yang pergi ke sekitar wilayah Afrika, temperatur di Yunani dan Turki sudah mencapai 39? hingga 40? Celcius, sedangkan ibu kota utama Irak dan jazirah Arab temperatur tingginya berta-han di suhu 45? ? 46? Celcius, pada musim panas suhu tertinggi dimungkinkan terjadi. Suhu awal Mei saja sudah sedemikian tinggi, bisa dibayangkan pada tahun 2010 kelak pemanasan global bakal semakin parah, temperatur di banyak negara Afrika sangat dimungkinkan mencetak rekor tertinggi yang susah dibayangkan.
Tahun 2011
  • Penelitian metode penyembuhan penyakit kanker berhasil dengan sukses, akan tetapi jenis penyakit baru lainnya bakal muncul.
  • Wabah beracun yang mematikan bakal muncul, dinamakan ALS (red.: terjemahan harfiah, belum tentu akurat) yang menyebabkan kehilangan kekebalan tubuh, apabila terjangkit penyakit tersebut dalam tempo 4 jam bakal meninggal.
  • Flu burung jenis H5NI mulai resmi menyerang umat manusia, hingga tahun 2013 terdapat sekitar 73.000.000 orang tewas karena virus ini.
Ciri khas ramalan Jucelino tidak saja meramalkan penyakit menular dan terjadinya gempa, bahkan penyakit yang belum terjadi dan nama dari gempapun bisa diramal, misalnya judul buku karangan Al Gore, mantan wakil presiden AS, berjudul An Inconvenient Truth, angin puting beliung menyapu ibu kota Brazil, Rio de Janeiro menimbulkan ri-buan korban tewas, ALS sebutan untuk penyakit menular yang muncul pada tahun 2011, gempa bumi besar dari San Francisco, AS, tahun 2006 dinamakan The Big One dan lain-lain contoh tipikal.
Tahun 2012
  • Oleh karena perluasan area kebakaran ladang sewaktu musim kekeringan, gurunisasi dimulai, antara tahun 2015 – 2020 rimba belantara Amazon bakal lenyap.
  • Mulai 6 Desember langit berubah memasuki jaman awan hitam, disebut sebagai kabut pekat karena cuaca.
  • Oleh karena tersebar luasnya penyakit menular umat manusia mulai punah.
Tahun 2013
  • Penelitian untuk metode penyembuhan penyakit kanker selain tumor otak dinyatakan berhasil.
  • Pulau Bahama dari kepulauan Hindia barat (gugus kepulauan dekat Karibia), antara tanggal 1 -25 November dikarenakan letus-an gunung berapi terjadi gempa bumi, sesudah itu juga bakal terjadi tsunami super raksasa seting-gi 150 meter, gelombang tsunami setinggi kira-kira 80 meter akan menyapu lautan Karibia, daratan AS, Brazil dan lain-lain juga bakal diterjang masuk jauh ke daratan hingga 15 – 20 km. Sebelum tsunami terjadi, air laut akan surut sedalam 6 meter, sejumlah besar penyu juga akan mulai bergerak.
Diramalkan oleh Jucelino di saat anjing dan kucing mengetahui akan ada bencana besar menimpa, mereka tentu akan melarikan diri dari tempat tinggalnya, 24 jam sebelum meninggalkan lokasi mereka akan menunjukkan tanda-tanda gerakan tak lazim, maka itu kita bisa berdasarkan hal tersebut menjadikannya sebagai standar pengamatan.
Tahun 2014
Planet kecil perlahan-lahan mendekati bumi dan ada kemungkinan bertubrukan dengan bumi, eksistensi planet kecil ini mempengaruhi permasalahan tentang timbul tenggelamnya umat manusia di bumi.
Tahun 2015
Pertengahan November suhu rata-rata dunia kemungkinan mencapai 59? Celcius, ada banyak orang mati kepanasan, dengan demikian kekalutan besar dunia semakin parah saja.
Tahun 2016
  • Pertengahan bulan April terjadi serangan taifun, ada ibu kota di Tiongkok mengalami kerusakan, sekitar 1.000 orang tewas.
  • Presiden AS saat ini George W. Bush bakal masuk ruang gawat darurat RS, jiwanya di ambang kematian.
Tahun 2018
Mengenai masalah pendekatan planet kecil ke bumi, para pemimpin berbagai pemerintah-an dunia berkumpul mengadakan rapat penanggulangannya. Juce-lino pada tahun 2000 sudah me-ramalkan, selain itu juga memberitahu keberadaan planet kecil itu kepada NASA, pada tanggal 31 Juni 2002 sebagian kecil petinggi NASA menamakan planet kecil tersebut “2002NZT7″.
Tahun 2019
  • Kemungkinan besar solusi dari hasil penelitian bakal menggunakan kekuatan ilmiah, akan tetapi apabila bumi bertabrakan dengannya, maka bisa mengakibatkan 1/3 penduduk dunia musnah. Jucelino meramalkan kemungkinan planet kecil menubruk bumi sebesar 60%.
  • Wilayah laut timur Jepang bakal terjadi gempa bumi super besar yang masih lebih hebat daripada gempa bumi besar yang pernah terjadi di lautan Sumatera , Indonesia .
Tahun 2025
  • Para pakar klimatologi menemukan kembali planet kecil, ternyata sangat mungkin berta-brakan kembali dengan bumi, kemungkinan bertubrukan mencapai 80%.
Tahun 2026
  • Terjadi gempa super besar di San Francisco pada bulan Juni, disebut sebagai “The Big One”, patahan besar San Andreas Fault bisa rusak, negara bagian California bisa hancur, banyak kawah gunung berapi bakal terbuka kembali, ketinggian tsunami juga bisa melebihi 150 meter.
Dari ramalan peringatan untuk masa depan, selain ramalan seperti tersebut di atas, masih ada ramalan yang lebih mengejutkan orang, ramalan terakhir yang bisa disampaikan Jucelino adalah hingga tahun 2043
Tahun 2043
Penduduk dunia berkurang secara drastis, terdapat sekitar 80% penduduk tewas di dalam bencana.
Pesta olahraga Olimpiade dunia dilangsungkan di Beijing apakah bakal berjalan dengan lancar?
Seperti dikisahkan di depan, tahun 2008 akan terjadi gempa bumi besar 9,1 skala richter menimbulkan jutaan korban tewas di Tiongkok, menurut ramalan Jucelino, tanggal terjadinya gempa ialah 13 September, sedangkan tanggal berlangsungnya Olimpiade ialah 8 – 24 Agustus, ditilik dari jadwal tersebut, sesudah Olimpiade usai baru terjadi gempa bumi. Tetapi yang dikuatirkan ialah sebelum terjadi gempa besar tersebut, gempa-gempa kecil bakal terjadi berulangkali (pada bulan mei 98 ini juga terjadi gempa yang cukup dahsyat di China ), yang juga bakal membuat negara dan rakyat memasuki era tidak tenang.
Meskipun Jucelino tidak dengan jelas memastikan tepat kapan terjadinya, namun jika dia-sumsikan dengan 1 hingga 2 bulan, sangat mungkin terjadi sewaktu berlangsungnya Olimpiade, kalau memang demikian bisa membuat kepercayaan penyelenggara dan atlet peserta menjadi goyah. Sewaktu penulis membaca sepotong ramalan Jucelino, di dalam benak sekejap teringat akan pesan Mr. John Titoer (terjemahan harfiah, belum akurat) bahwa “Olimpiade Athena pada tahun 2004 adalah yang terakhir.
Akan tetapi, pusat gempa sesuai ramalan apabila terjadi di Nanning dan sekitar pulau Hai-nan, pulau terujung di Tiongkok, sedangkan di sekeliling kedua tempat tersebut asalkan tidak dibangun arena pertandingan, maka Olimpiade dunia bakal ditutup dengan sukses. Namun letak persoalannya ialah pemerintah PKC (Partai Komunis China ) hanya mementingkan jaga muka, dengan hanya memprioritaskan keberhasilan Olimpiade lantas mengabaikan gempa awal yang semakin kerap, kemungkinan tia-danya antisipasi terhadapnya sa-ngat tinggi. Pemerintah PKC barangkali bakal menyesuaikan si-kon akan membatasi pemberitaan, memblokir berita kejadian gempa awal yang diramalkan terhadap pers dalam dan luar negeri, tindakan semacam itu mutlak bakal membuat bencana seperti yang diramalkan bertambah parah. Di dalam surat peringatan Jucelino dikatakan: “Jikalau tidak dilakukan proteksi yang baik terhadap masyarakat sipil, bisa membawa kerugian sangat parah.”
Ramalan Jucelino juga menyebutkan kedatangan jaman es
Ia juga meramalkan dengan tepat tentang anomali cuaca, salah satunya, pada tahun 2003 terjadi suhu panas di Eropa, di dalam surat peringatan tanggal 29 Oktober 2001 Jucelino meramalkan: “Alam akan menyerang balik bumi, kenaikan temperatur di Perancis, Jerman dan Portugal menimbulkan puluhan ribu korban tewas, bencana ini bisa terjadi pada tahun 2003 dan 2004.” Realitanya, suhu musim panas di Eropa pada tahun 2003 mencapai puncaknya, terdapat sekitar 35 ribu orang mati kepanasan. Diantaranya di Perancis dan Jerman yang paling hebat, korban tewas di Perancis sebanyak 14.000 jiwa, di Jerman sekitar 7.000 orang.
Disimak dari ramalan Jucelino, pemanasan global semakin lama semakin naik, sampai tahun 2012 suhu di negara Afrika barangkali bisa mencapai 58? Celcius yang meresahkan orang, bersamaan dengan itu juga bisa terjadi kekurangan air yang parah, sesudah itu suhu juga akan sema-kin naik, hingga tahun 2015 suhu rata-rata bumi bisa mencapai 59? Celcius, banyak orang akan mati kepanasan, ketakutan besar umat manusia akan semakin menggl-bal. Apabila betul-betul terjadi seperti itu, tentu saja bisa berakibat kekeringan dan kekurangan pasokan pangan dan menimbulkan ketegangan antar negara, Ju-celino juga meramalkan tahun 2011 bisa jadi kekurangan air maka menimbulkan meletusnya perang baru, tentang perang ini ia tidak meramalkan secara rinci, namun dirasakan itu bukannya perang perbatasan yang sederhana.
Bagaimanapun gejala pemanasan yang terjadi sekarang ini bukannya seperti yang dianggap para pakar cuaca bahwa “kecepatan pemanasan sangat lamban”, melainkan melonjak dengan drastis. Akan tetapi pemanasan seolah-olah juga mutlak tidak berlangsung terus menerus, sesudah pemanasan global, telah menanti gejala berbalik menjadi ekstrim dingin. Asalkan suhu bumi sedemikian meningkat drastis, pulau Greenland dan kutub selatan akan ada es dalam jumlah cukup besar yang meleleh, hal mutlak yang tak dapat dihindari, alhasil sirkulasi besar samudra menjadi lemah sehingga berubah menjadi efek pendinginan, meluncur secepat kilat, yang me-nandakan akan terjadi sebuah kelahiran jaman es baru. Dalam ramalan Jucelino sepertinya juga dibuktikan bahwa pada tahun 2027 sesudah terjadi keadaan pendinginan global, masih lagi akan menghadapi sebuah jaman es yang baru. Isi detail ramalan tersebut :
“Gunung berapi Yellow Stone Park di Amerika mulai meletus, oleh karena semburan api begitu besar sehingga menga-kibatkan lahar dan asap akan meluas ke segala penjuru hingga sejauh 1.600 km, seperti Kansas, Nebraska dan Montana dan lain sebagainya, bakal mengalami bencana besar, sesudah gunung api ini meletus bisa terlahir lagi jaman es baru. Letusan gunung berapi bukan hanya terjadi di Yellow Stone Park , di seluruh tempat di dunia bisa juga terjadi, oleh karena semburan asap telah menutupi matahari, lebih-lebih lagi arus sirkulasi besar dari samudera terhenti maka telah merangsang pembentukan gejala pendinginan global.
Al Gore memperoleh hadiah nobel perdamaian
Seperti telah anda ketahui, mantan wapres AS, Al Gore berupaya terhadap penelitian per-masalahan pemanasan global, karangannya yang terkenal yakni “An Inconvenience Truth” telah dibuatkan filmnya, malah juga telah memperoleh hadiah Oscar, sehingga banyak orang menyambut dengan getir permasalahan pemanasan global Al Gore yang dipindahkan ke layar perak. Sesungguhnya pada 19 tahun yang lalu, yakni pada tahun 1988, Jucelino sudah meramalnya, berita itu dimuat di majalah Moon edisi 6, akhir bulan Mei sebelum dipublikasikan, kepala editor penelitian sewaktu memberitahu penulis, saya juga merasa terkejut sampai tercengang sejenak.
Menurut surat ramalan kepada Al Gore yang kala itu menjabat anggota kongres yang dikirim per pos pada tahun 1988 oleh Jucelino sudah diinfokan kepada Al Gore, dari tahun 1993 – 2001 ia bakal menjabat wapres pemerintahan Clinton, kelak akan berusaha dengan gigih terhadap kegiatan yang melindungi lingkungan hidup di bumi, selain itu juga bakal tersohor dengan buku karangannya berjudul “An Inconvenience Truth”, dalam surat yang ditulis dalam bahasa Inggris itu, Jucelino juga menyebut dengan tepat judul bukunya. Selain itu di dalam surat ramalan tersebut juga diberitahukan kegiatan Al Gore tersebut bakal diakui dan berhasil memperoleh hadiah Nobel perdamaian tahun 2007. Kemampuan ramalan Jucelino tidak bisa kita sangkal.
Waktu yan g diberikan kepada umat manusia tidak tersisa banyak, mulai Desember 2007, awan hitam bakal menyebar keseluruh pelosok dunia
Ramalan Jucelino, andaikata umat manusia kita masih mempertahankan keadaan seperti sekarang ini, umat manusia dari tahun 2008 – 2012 bakal menjalani hari-hari penuh ketakutan, pertanda awal sebelum bencana terjadi, langit di seluruh dunia akan diselimuti dengan “awan hitam”. Selalu merasakan bencana demi bencana besar yang akan disongsong oleh dunia di masa depan, termasuk pergerakan cuaca dan meletusnya perang, bencana diupayakan menjadi 0, apabila masih saja terjadi, juga apabila mengubah cakupannya menjadi kecil, akhir tahun 2007 adalah batas paling akhir umat manusia mulai mendusin. Jucelino mendambakan akhir tahun 2007 di dunia bakal terjadi “perubahan kesadaran” yang besar.
Parahnya situasi telah begitu mendesak, tapi jikalau kita umat manusia masih saja berkeras kepala mempertahankan ketidakpedulian dan mati rasa, Jucelino memperingatkan kepada umat manusia tentang ramalan masa depan yang gelap, seakan-akan sudah bakal terjadi secara terus menerus. Kita setiap orang harus sadar, lebih-lebih harus menya-dari sikonnya yang begitu parah, entah secara pribadi, kelompok, tingkatan negara, menjaga pos kerja masing-masing, bertindak dengan gerakan nyata, karena batas terakhir bakal tiba.
“Tanpa tenaga” dan “minim tenaga” mutlak tak bisa disamakan, makna tanpa tenaga ialah tak peduli menggalang berapa banyak orangpun tak akan terbentuk tenaga, sedangka n minim tenaga, bila jumlah orang yang dikumpulkan semakin banyak, maka tenaganya bisa berubah semakin perkasa. Misalkan saja dimulai dari diri sendiri masing-masing orang, meskipun tenaga seseorang lemah, namun kita bisa mempengaruhi beberapa juta bahkan puluh juta orang, menentukan sebuah kekuatan perkasa yang bisa dibentuk untuk mengubah bencana besar pada masa depan.

Senin, 03 Januari 2011

GADO-GADO TAK USAH DI BACA KALAU MEMBUAT ANDA PUSING


Diskusi Agama Bukan dengan Iman!

“Kontroversi. Nyeleneh. Ngawur. Tidak tau agama! Belajar lagi! Semoga Tuhan akan menunjuki anda ke jalan yang benar.” Lebih kurang itulah kata-kata yang ditulis jika situasi diskusi dan debat agama sudah memanas di Kompasiana.

Secara psikologisi saya bisa memaklumi kenapa kata-kata seperti itu muncul. Yaitu sebuah ekspresi rasa cinta seseorang pada agama yang diyakininya. Meskipun apa makna dan ukuran sesungguhnya dari cinta pada agama itu sendiri masih bisa diperdebatkan. Benarkah itu wujud kencitaan pada agama? Ini tentu bisa dibahas secara khusus. Tapi di sini saya hanya ingin melihat hubungan diskusi agama dengan iman. Benarkah pernyataan iman, hujatan iman, melambangkan bahwa seseorang itu beriman? Atau, yang jadi penekanan pada tulisan ini, apa sesungguhnya yang dibutuhkan dalam diskusi agama: Iman atau cara berpikir?

Diskusi agama bukan cermin iman. Tapi adalah cara berpikir

Saya bisa saja menulis bahwa saya sangat beriman. Saya bisa menyatakan dimana-mana, dalam tulisan, dalam komentar, dalam debat, dan seterusnya bahwa saya sangat beriman pada Alquran, pada Islam, pada Alkitab, pada Yesus, pada Buddha dan seterusnya. Tapi benarkah pernyataan itu iman saya? Bagi saya tidak.

Saya bisa keluar masuk banyak agama dalam satu hari. Pagi hari saya menyatakan saya beriman pada Islam. Siang saya nyatakan saya beriman pada Yesus. Malam saya nyatakan saya beriman pada Buddha. Dan seterusnya. Hanya semudah menuliskannya. Tapi tidak ada yang tahu mana yang saya yakini. Yang tahu adalah diri saya sendiri dan Tuhan.

Itu sebabnya saya tidak begitu peduli seheroik apapun pernyataan seorang Kompasianer atas iman. Bukan berarti saya mengeneralisir semua pernyataan iman itu palsu. Karena bisa jadi ada Kompasianer yang sungguh-sungguh dengan apa yang ditulisnya. Tapi asumsi saya adalah bahwa dibalik pernyataan iman seseorang dalam diskusi agama, disadari atau tidak, secara psikologis bisa menyelinap sekian banyak kepentingan tersembunyi. Misalnya untuk menegaskan identitasnya, untuk proteksi, untuk menyalurkan promosi, untuk agamaisasi (Islamisasi dan Kristenisasi secara tidak langsung). Atau untuk menyalurkan sindiran halus, rasa gerah, rasa terancam (mekanisme pertahanan psikologis) dan rasa benci terhadap orang lain yang berbeda pandangan dan keyakinan dengannya.

Diskusi agama bukan cermin iman. Tapi adalah pantulan dari cara berpikir

Iman, sejauh yang saya pahami adalah sikap bathin. Apa yang diakui, apa yang dipercayai seseorang akan Ketuhanan, akan sesuatu yang melampaui segala yang ada. Pencipta dan yang mengatur alam semesta dan seterusnya. Apa pun istilahnya. Yang jelas penghayatan dan pengakuan seseorang akan sesuatu dibalik segala yang ada. Dan itu? Bergetar dalam hatinya. Walaupun tidak dinyatakan secara lisan dan tertulis. Walaupun dia seorang yang bisu dan tuli. Karena itu iman bagi saya adalah sebuah rasa yang bisu. Tanpa tulisan tanpa suara.

Pernyataan iman, jika seseorang jujur, bisa jadi merupakan pantulan dari sikap bathinnya. Tapi melulu menyandingkan pernyataan dan pendapat seseorang dengan iman, bagi saya terlalu tergesa-gesa. Mungkin juga tergolong ceroboh.

Saya lebih cendrung berpendapat bahwa dalam diskusi agama, yang muncul adalah cara berpikir seseorang. Walaupun topiknya adalah agama, Tuhan dan iman, tapi apa yang ditulisnya tentang semua itu adalah pantulan dari cara berpikirnya. Bukan pantulan dari imannya. Pernyataan dan pendapat yang tidak bermutu seorang Kompasianer dalam sebuah diskusi, bukan gambaran kualitas imannya. Begitu juga sebalilknya. Argumentasi yang canggih sekalipun bukan otomatis menggambarkan kecanggihan imannya. Artinya diksusi agama bukanlah lambang iman. Tapi adalah lambang cara berpikir.

Kenapa sebuah diskusi menjadi debat kusir? Kenapa diskusi agama bisa menjadi ngawur? Kenapa diskusi agama bisa menjadi perang tempur? Padahal pesertanya mengaku pada beriman. Pada taat beribadah dan seterusnya. Menurut saya karena cara berpikirnya belum memadai untuk berdiskusi. Ada mekanisme dan alur yang tidak mereka pahami. Dan semua itu? Tidak didapat dengan iman. Tapi dengan belajar. Dengan mengasah ketajaman berpikir.

Tidak sulit membuktikan hal ini bagi saya. Almarhumah nenek saya, begitu jernih memandang segala sesuatu, begitu rendah hati, begitu taat beribadah. Tapi begitu saya bertanya sesuatu hal tentang agama, saya sering tertawa geli mendengar jawabannya. Lucu dan ngawur. Tapi di lain waktu saya mengenal seorang teman yang begitu cerdas, apapun pertanyaan saya bisa dijawabnya dengan tuntas dan meyakinkan. Tidak ada celah bagi saya untuk membantahnya. Tapi dia sendiri mengaku tidak meyakini ibadah agama itu ada gunanya. Dia meyakini bahwa kepercayaan akan Tuhan itu tidak begitu berpengaruh dalam hidup. Dan itu terbukti dalam kesehariannya yang tidak begitu peduli dengan segala ritual seremionial agama. Tapi bila diskusi soal agama, iman dan sejenisnya, dia sangat fasih, mengagumkan sekali. Dan saya banyak terinspirasi dari pandangannya, walaupun dia sendiri tidak mengamalkannya.

Tapi kedua contoh itu sangat ekstrem. Tentu saja ada graduasi model keyakinan dengan cara berpikir pada banyak orang. Dengan perbandingan dan intesitas yang sangat bervariasi. Tapi intinya, saya berpendapat, segala pernyataan, pertanyaan dan pendapat Kompasianer dalam diksusi agama lebih mencerminkan cara berpikirnya. Bukan imannya.

Iman adalah apa yang diyakini seseorang dalam hati. 
Sedang diskusi adalah apa respon berpikir seseorang terhadap sebuah topik persoalan.

Jika seseorang ingin mempertebal iman, diskusi agama bukanlah satu-satunya tempat. Seluruh aspek kehidupan, dari banyak pengalaman sehari-hari, momen-momen tertentu, bisa menginspirasi pada iman seseorang. Bahkan bisa sangat sangat menggetarkan. Misalnya karena mengalami peristiwa yang sangat menyedihkan, kesakitan yang tak tertahankan, kematian seseorang yang dicintai. Atau sebaliknya ketika mendaptakn keberuntangan yang luar biasa. Singkatnya, pupuk iman tidak selalu dalam bentuk kata-kata (ceramah dan diskusi). Alam dengan segala fenomenanya adalah vitamin iman bagi hati yang peka.

Tapi sebaliknya, jika ingin menikmati diksusi, jika ingin mengerti apa yang disampaikan orang lain, memamahami sebuah tulisan, menanggapi pendapat lawan diskusi, tidak bisa ditempuh dengan cara mempertebal iman. Seseorang yang rajin sholat, hafal 200 ayat Alquran, rajin ke gereja, hafal 389 ayat Alkitab, bukan jaminan dia mengetahui sejarah Islam. Bukan otomatis dia tahu Sejarah Yesus. Bukan jaminan ia memahami perbedaan antara Sunnah dengan Hadis. Bukan jaminan dia memahami konsep Trinitas. Bukan jaminan dia memahami konsep Ketuhanan menurut paham Mu’tazillah dan Ahlus Sunnah. Bukan jaminan dia bisa mencerna paham hulul Ibnu Mansur Al Hallaj. Dan …. Bukan jaminan dia bisa berdialog yang nyambung dan argumentatif dengan orang lain.

Iman adalah soal sikap bathin. Sedang disksui adalah soal cara berpikir. Iman seseorang bisa menembus sampai ke langit ke tujuh. Tapi belum tentu bisa menembus argumentasi lawan diskusi.

Saya tidak menyatakan bahwa berpikir lebih tinggi nilainya dari iman. Atau sebaliknya. Apalagi saya tidak menyakatakan bahwa iman tidak perlu dan harus dibuang. Jangan salah kaprah. Tapi pada tulisan ini saya bicara soal konteks diskusi agama. Apa sesungguhnya yang menjadi motor utama dalam sebuah diskusi agama.

Senjata iman adalah hati. Kepercayaan. Norman Vincent Peale, seorang Psikolog Kristen, pernah menyatakan secara simbolis bahwa keyakinan anda bisa memindahkan gunung. Dan saya menyambung kalimatnya. Benar keyakinan bisa menembus alam spiritual, tapi jangan lupa dan jangan latah menggenaralisir hal itu dalam segala cuaca. Jangan dicampurbaurkan. Tapi sesuaikan dengan konteks.

Keyakinan tidak bisa menembus argumentasi lawan bicara. Keyakinan tidak bisa menggugurkan pendapat lawan diskusi. Mengucapkan Allahu Akbar, nauzubillah, masya Allah, semoga anda ditunjuki oleh Allah, puji Tuhan Yesus dan sejenisnya, TIDAK bisa menggugurkan sebuah pendapat. Pendapat harus dihadapi dengan pendapat. Argmentasi harus dihadapi dengan argumentasi. Logika dan penalaran harus dihadapi dengan hal yang sama. Bukan dengan iman dan dogma.

Nikmatnya Menjadi Pelacur

Maaf, ini sudah pilihan hidup saya. Saya memang seorang pelacur. Tidak ada yang memaksa saya selain murni atas keinginan saya sendiri. Kenapa saya mau menjadi pelacur? Karena nikmatnya luar biasa. Anda boleh munafik. Tapi saya tidak.

Saya tahu anda mulai ngeres. Karena memang otak anda porno. Maaf. Karena cara berpikir anda juga porno. Tapi saya lain. Saya tidak melacur hanya di bidang porno. Tapi saya melacur dalam tiga hal:

Pertama, Pelacur Gagasan

Saya tidak puas bila hanya menyerap gagasan dari satu sumber, bila hanya dari satu orang, bila hanya dari satu buku, bila hanya dari satu tokoh. Apalagi bila hanya dari apa yang sanggup saya pikirkan sendiri. Sejauh yang saya tahu nyaris tidak ada seorang pemikir, cendekiawan, yang menjadi besar atas onani pikirannya sendiri. Benih gagasan mereka disiram oleh banyak gagasan lain dari banyak sumber. Imanuel Kant tidak tiba-tiba menjadi filsuf raksasa Abad Modern, tapi dia mulai merangkak dari menyerap banyak pemikiran filsuf sebelumnya. Begitu juga dengan Hegel, Marx, Nietczche, Derida, Foucalt, Yasraf Amir Piliang dan seterusnya.

Gagasan yang berputar-putar di kandang sendiri tak kan pernah besar selain hanya merasa besar sendiri. Dan biasanya sikap seperti itulah yang akan menjadi cikal bakal fundamentalisme. Buta akan gagasan dunia luar. Tapi mabok mengklaim dan memuja pemikiran sendiri. Dalam langit tempurung yang tertutup.

Itulah sebabnya saya selalu melacur kesana kemari. Menelusuri rimba raya gagasan dimana pun dapat saya temui. Untuk memperkaya dan memperluas cakrawala berpikir saya yang masih sumpek ini.

Kedua, Pelacur Spiritual:

Pada mulanya saya adalah seorang Islam fundamentalis. Islam sentris. Yang dibesarkan dalam lingkungan Islam rakyat, sebagai warisan dari cara pandang Islam di lingkungan keluarga sederhana, dari ceramah demi ceramah di mesjid, dari nasehat demi nasehat orang-orang taat di sekeliling saya.

Tapi entah kenapa setan ingin tahu selalu bermukim dalam kesadaran saya. Tidak pernah saya puas atas keyakinan yang dipaksakan ke dalam kesadaran saya. Entah kenapa saya merasa gerah dan terbelenggu. Entah kenapa saya tidak merasakan udara lapang Keislaman dari semua itu.

Maka dengan modal kebandelan dan semangat mencari yang tak pernah padam, saya memasuki rimba raya berbagai model keyakinan dan paham Keislaman. Meminjam istilah yang dinisbatkan para pengamat atas pemikiran Sufi-filosofis Ibnu Arabi, saya ibarat memasuki hutan rimba tanpa kompas. Menggiurkan sekaligus rawan tersesat tanpa tahu jalan kembali.

Tapi semangat mencari yang tak pernah padam membawa saya berjalan tanpa henti ke sana kemari. Mengintip dan memamah berbagai paham Keislaman. Bahkan juga paham-paham agama lain selain Islam. Bahkan juga paham gnostik, agnostic dan Atheis. Melalui buku, melalui tokoh-tokoh pemikir yang saya tidak pernah bertemu secara nyata. Tanpa rasa was was apalagi takut.

Dari pengalaman pribadi, yang pernah tertidur dalam paham Islam fanatik, saya bisa memahami apa yang dirasakan oleh umat Islam yang suka mengamuk dan para teroris atas nama jihad. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena akal pikiran mereka sudah diselimuti oleh dogma agama. Saya tidak bermaksud menyalahkan dogma. Tapi yang namanya dogma tidak pernah bicara. Dia hanya diam dalam teks-teks kitab Suci. Tapi manusialah yang menghidupkan dogma itu dengan terang nalar dan penafsiran. Hingga spirit dogma menjadi cair dan selalu hidup sejalan dengan evolusi perkembangan zaman. Begitulah saya menghayati agama dan spiritualitas.

Itulah sebabnya saya menjadikan hati dan pikiran saya sebagai medan sirkulasi keluar masuk berbagai model keyakinan. Itulah sebabnya saya tak pernah henti melacur dengan sekian macam model paham keyakinan.

Ketiga: Pelacur gaya menulis

Pada mulanya saya belajar menulis dari guru bahasa Indonesia di sekolah. Kemudian merangkak ke kampus dimana saya kuliah. Saya diajarkan metode penulisan karya limiah. Mulai dari tata bahasa, struktur tulisan, hingga aturan main dalam menyajikan gagasan.

Tapi dari semua itu saya tidak menemukan kenikmatan dalam menulis. Jangankan kenikmatan, kegiatan menulis itu sendiri seperti hantu yang menakutkan bagi saya. Tidak jarang untuk menulis satu paragraf pertama saja sudah merontokan sel-sel syaraf saya. Ah … saya gerah. Apa artinya menulis jika hanya sebuah siksaan? Apa artinya menulis jika bukan menjadi sebuah tamasya kreativitas?

Maka sejak itu melacurlah saya ke berbagai buku tentang dunia tulis menulis. Saya mengintip bagaimana cara memasak sebuah tulisan yang enak dan gurih untuk disantap pembaca. Saya melatih diri terus menerus menulis menulis dan menulis, walaupun hanya untuk saya baca sendiri. Beberapa waktu saya pernah aktif menulis di Koran dan majalah. Tapi saya belum puas. Saya belum menemukan nikmat menulis dalam arti yang sebenaranya sesuai keinginan saya.

Maka saya kembali melacur. Mengintip cara-cara menulis dimana saja dapat saya temukan. Saya mengintip bagaimana gaya penyajian tulisan penulis-penulis favorit saya, baik dibidang penulisan, agama, filsafat, seni dan sastra. Dari tumpukan berbagai referensi itu saya melakukan uji coba terus menerus, hingga kini.

Saya mengaduk, memblender dan meracit berbagai bumbu, kecap dan ramuan gaya penyajian untuk teknik penulisan saya. Dan apa yang anda baca hari ini adalah hasil dari pelacuran teknik penulisan yang saya ramu dari sekian referensi. Hingga akhirnya saya temukan gaya yang memuaskan bagi saya sendiri. Hingga akhirnya menulis menjelma menjadi semacam libido kreatif yang tiada henti dalam diri saya, sebagai ranjang orgasme psikologis bagi saya sendiri.

Salam pelacur !


Kristen Islam Masih Puber!

Apakah anda marah membaca judul tulisan ini? Jika iya itulah tandanya anda belum dewasa. Masih puber dalam beragama. Masih suka mengamuk. Seperti anak-anak memperebutkan mainan. Ini punya saya itu punya kamu. Jangan ganggu punya saya nanti kamu gua tabok!

Meminjam konsep teori evolusi (jangan anda benturkan pada Kera), kesadaran manusia juga berevolusi terus menerus. Baik secara individu maupun kolektif. Sebagai contoh, samakah kesadaran anda, cara berpikir anda hari ini dengan cara berpikir manusia purba?

Itulah tandanya bahwa secara estafet, ada mata rantai perkembangan kesadaran manusia dari waktu ke waktu, dari kurun ke kurun. Dan itu terjadi sepanjang masa.

Begitulah riwayat agama dari sudut pandang antrophologi. Dari sudut pandang kebudayaan. Agama, sebagai salah satu budaya, juga mengalami evolusi dari waktu ke waktu. Baik dari sisi ajaran, kompleksitas risalah agama, apalagi dari sisi umatnya. Makin tua sebuah agama maka semakin matang penghayatan umatnya akan makna dari doktrin agamanya. Dan sekaligus makin matang pula ekspresi keagamaan umatnya di pentas sejarah. Di medan publik.

Nah, Islam termasuk agama bungsu dengan kakaknya Kristen. Tapi berbeda dengan Buddha yang sudah begitu jauh zaman kemunculannya. Dalam kajian fundamentalisme agama, Buddha tergolong agama yang nyaris tidak mengalami benturan lagi dengan agama-agama lain. Tidak terjadi gerakan Buddhaisasi seperti yang terjadi pada Islam dan Kristen. Karena sejauh yang saya pahami, konsep dasar Buddhisme adalah anti kemelekatan.

Perjuangan seorang Buddis adalah perjuangan jatuh bangun dalam membuang kemelekatan diri dari apa saja. Mereka butuh harta dan tetap mencari harta. Tapi hatinya, pikirannya tidak boleh melekat pada harta. Perjalanan keBuddhaan mereka adalah membuang segala bentuk kemelekatan, untuk akhirnya menjadi kosong. Menjadi Nirwana.

Nah, begitu juga dalam interaksi sosial mereka dalam hubungannya dengan agama. Ekspresi keagamaan seorang Buddhis adalah mengosongkan diri dari kemelekatan akan ambisi untuk menunjukkan dirinya sebagai seorang Buddhis. Apalagi untuk menarik-narik Setan Erianto Anas untuk menjadi seorang Buddhis. Apalagi untuk bersikeras mengatakan Buddha adalah ajaran terbaik dan terbenar di dunia.

Sejauh yang saya pahami, konsep Buddhisme dalam hal ini adalah juga bersifat nilai. Bukan ritual seremonial. Sepanjang seseorang bisa menghayati dan mengamalkan prinsip ketidakmelekatan, itulah seorang Buddhis sejati. Siapa pun mereka. Apapun label agamanya. Sepanjang prinsip itu sudah menjadi pakaian pada pribadi seseorang, pada hakikat itulah seorang Buddhis. Universal sekali !

Sebenarnya, dalam pandangan saya, Islam Kristen juga demikian halnya. Agama yang mengemban Risalah Tuhan yang juga bersifat universal bagi manusia. Meminjam teori relasional antara Ada dan Penanda, Tuhan dengan Manusia (alam) selalu berkorelasi secara spiritual sepanjang masa. Tak pernah putus. Wahyu dan Kenabian, Ibrahim, Musa, Daud, Yesus, Muhammad, adalah jejak relasi Tuhan secara estafet di muka bumi. Dan risalah itu tetaplah Unviersal. Karena sumbernya toh juga dari Sang Universal. Dari Tuhan. Hanya saja karena setiap jejak Tuhan menapak di suatu zaman, maka dimensi historis melekat pada inti ajaran disetiap agama tersebut secara bertahap. Dan sebagai manusia yang hidup dalam sejarah, manusia di setiap zaman tersebut tidak bisa serta merta sim salabim dewasa secara spiritual. Tetap mereka harus melewati proses evolusi kesadaran religius yang tiada henti. Baik secara indivdu maupun kolektif.

Dari sudut pandang ini, maka bisa dipahami kenapa Budhha, para Buddhis tidak galak seperti umat Islam dan Kristiani dalam percaturan agama di medan publik. Dan … lebih-lebih Islam sebagai agama yang paling muda. Dan hal ini bisa dibuktikan pada setiap kali terjadi dikusi dan perdebatan di lapak agama di Kompasiana.

Mereka masih menghayati agama sebagai hak milik. Ini agama saya itu agama kamu. Ini Tuhan saya itu Tuhan kamu. Ini kitab suci saya itu kitab suci kamu. Dan secara psikologis, kesadaran mereka menempel pada apa yang mereka yakini. Menempel pada label. Menempel pada Alquran, menempel pada Alkitab, menempel pada Allah Yang Maha Esa, menempel pada Yesus Tuhan Anak, menempel pada Trinitas dan seterusnya.

Itulah sebabnya secara simbolis sikap mereka tersimpul dalam kalimat versi saya ini:

Jangan ganggu-ganggu punya gue. Nanti lu gua tabok!

Dan itulah bentuk kemelekatan mereka. Apa yang mereka peluk seakan identik dengan diri mereka sendiri. Bila ada yang mengkritik Islam, mereka merasa yang diktritik adalah diri mereka sendiri. Bila ada yang mengkritik Tirnitas dan Alkitab, mereka merasa dirinya yang diktirik. Mereka tidak bisa memisahkan antara dirinya sebagai yang meyakini dengan semua properti keagamaan itu sendiri. Walaupun menurut mereka sikap itu adalah wujud dan bukti kecintaan mereka pada agamanya masing-masing. Tapi secara hakikat, sebenarnya mereka sedang membela egoismenya sendiri.

Meminjam konsep cinta Erich Formm, ekspresi cinta yang paling rendah adalah pemujaan terhadap egoisme sendiri. Hasrat untuk memiliki dan mempertahankan secara fisik. Pada benda, pada status, pada identitas, pada label dan seterusnya. Tapi ekspresi cinta tertinggi adalah cinta pada Tuhan. Dan cinta pada Tuhan tak berwujud. Karena mencintai Tuhan adalah mencintai ajarannya. Mencintai nilai-nilai religiusitasNya. Bukan pada atribut-atribut seremonialnya.

Karena itulah tidak ada lagi istilah agama saya agama kamu. Kitab Suci saya Kitab Suci kamu. Toh semua itu bila dipandang dengan cakrawala substansial, semua itu pada intinya juga milik Tuhan yang Satu. Tuhan Universal. Pemilik segalanya. Manusia hanya pemakai. Manusia hanya para penganut. Manusia hanya para penghayat.

Lalu kenapa masih banyak Kompasianer yang masih getol menggunakan kalimat: agama anda agama kami? Tuhan anda Tuhan kami? Nabi anda Yesus kami? Pihak anda pihak kami?

Bisakah sikap itu dikatakan bahwa mereka belum dewasa dalam beragama?


Tuhan Diantara Dua Jari Saya

Hati-hati anda membaca judul tulisan ini. Saya terinspirasi dari ayat Alquran yang menyatakan bahwa hati manusia dibolak-balikkan Tuhan diantara 2 jariNYa, yaitu setan dan malaikat. Ungkapan itu sangat puitis. Dan memang Tuhan nyatakan dalam Alquran bahwa Dia mengajarkan manusia melalui banyak perumpamaan atau kiasan (bahasa puitis).

Dua jari saya di sini adala akal dan hati.

Dengan ini saya nyatakan bahwa saya asli seorang muslim. KTP saya Islam. Keluarga saya Islam. Dalam sehari-hari saya juga seperti orang Islam yang juga melaksanakan ritual Islam (semampu saya tentunya). Tapi dalam diri saya muncul pertanyaan: Apakah dengan semua itu saya sudah merasa Islam dalam pengertian yang sesungguhnya? Jawaban saya tidak. Karena saya diIslamkan oleh orang tua saya sejak saya dilahirkan. Tanpa persetujuan saya.

Lalu seperti apa Islam yang sesungguhnya? Jawabannya tentu ada dalam Alquran. Tapi apa yang saya temukan? Ayat demi ayat dalam Alquran bagai sisi mata berlian. Memantulkan banyak makna. Singkat cerita sangat tergantung pada bagaimana cara menafsirkannya. Dan ini sudah menguras sekian tahun umur saya untuk mencari jawabannya dari berbagai guru dan tumpukan buku. Apakah saya menemukan jawaban yang tegas? Ternyata dugaan saya meleset. Setiap jawaban melahirkan pertanyaan baru yang tak berkesudahan. Perburuan pertanyaan demi pertanyaan itu akhirnaya memukul mundur pikiran saya sampai batas terakhir sebuah kepercayaan, yaitu pada pertanyaan siapa itu Tuhan? Benarkah Tuhan itu ada?

Setahu saya inilah pergulatan pemikiran yang paling pelik sepanjang sejarah manusia, baik dari sudut pandang Agama maupun Filsafat.

Sementara alat untuk mendeteksi Tuhan yang melekat pada diri saya adalah panca indra, akal dan hati. Maka saya gunakanlah semua alat ini untuk mencarinya. Dan sampai hari ini saya tidak menemukan bukti adanya Tuhan melalui panca indra. Ini dikenal dengan istilah bukti empiris.

Kemudian saya meremas otak, memikirkan Tuhan dengan akal. Membangun premis-premis dan proposisi-proposisi logika. Maka saya temukan beragam jawaban. Pikiran saya bisa menyimpulkan bahwa Tuhan itu ada. Lalu bagaimana keberadaan Tuhan itu? Dan bagaimana relasinya dengan diri saya dan alam? Maka juga saya temukan beragam jawaban. Mulai dari Monotheisme, Monisme, Pantheisme, Wadhatul Wujud, Transedensi, Imanensi, dan seterusnya.

Tapi di sisi lain konstruski pikiran saya juga bisa menyimpulkan bahwa Tuhan itu tidak ada. Karena setiap penalaran yang memyimpulkan bahwa Tuhan itu ada juga bisa digugurkan dengan menukar sudut pandang. Menukar cara berpikir. Atau yan dikenal dengan istilah menukar model epistemologi yang digunakan.

Karena utak-atik pikiran bisa melahirkan beragam jawaban, maka itu artinya saya tidak mendapatkan jawaban yang pasti tentang Tuhan. Semua yang saya pikirkan nilainya tetaplah permainan cara berpikir. Secanggih apapun cara berpikir yang saya gunakan. Jadi sifatnya tetap relatif.

Tapi di sisi lain, hati saya tetap merasakan sesuatu yang ganjil. Ada suatu perasaan yang tidak saya mengerti. Selalu ada suatu Misteri hidup yang melingkupi diri saya. Apakah itu suatu bukti adanya Tuhan? Hati saya bisa mengatakan ya. Karena saya merasakannya. Ada getaran, ada kegelisahan, ada kerinduan, pada Sesuatu X yang tidak bisa dijabarakan. Melampaui segala bahasa.

Tapi di sisi lain kembali akal saya mengatakan bahwa apa yang saya rasakan itu tidak bisa dijadikan sebagai bukti adanya Tuhan. Karena itu adalah respon psikologis saya terhadap Misteri dan makna hidup, dimana rasa seperti itu akan berbeda-beda pada setiap orang. Subjektif. Sedangkan bukti yang saya pahami adalah sesuatu yang objektif, dimana semua orang akan mengakuinya tanpa bisa digugurkan dengan alasan apapun, seperti bukti adanya bumi, matahari dan seterusnya. Karena semua manusia dengan panca indranya akan bisa menyaksikan dan mengakuinya. Sedangkan klaim adanya sapaan Tuhan yang saya rasakan dalam hati belum tentu semua orang akan merasakannya. Karena bagi orang lain bisa saja mereka artikan hal itu hanya sebuah perasaan sedih, galau dan rasa haru saja misalnya.

Dan di atas semua itu akal saya kembali menyimpulkan bahwa segala properti kemanusiaan yang saya miliki (panca indra, akal dan hati), tetaplah sesuatu yang bersifat alamiah. Bukan Illahiah. Dimana hasil pencerapannya juga akan tetap bernilai pemahaman yang bersifat alamiah. Sedangkan yang akan dipahaminya adalah sesuatu yang melampaui kodrat kemanusiaannya. Melampaui kodrat alamiahnya.

Tapi bagaimana pun akal saya tetap mengeneralisir semua itu, di sisi lain getaran Misteri yang terasa di hati saya tetap saja tidak padam. Ia selalu terasa.

Inilah yang saya katakan sebagai medan pertempuran pencarian dan penghayatan akan Tuhan dalam diri saya. Tuhan diantara dua jari saya: Akal dan hati.

Karena itulah hingga hari ini saya berkesimpulan, bahwa pernyataan adanya Tuhan bukanlah sebuah BUKTI, tapi adalah KEYAKINAN. Secara empiris dan akal saya tidak menemukan BUKTI adanya Tuhan. Tapi secara hati saya menyakini adanya sesuatu X yang dinamakan Tuhan.

Perbedaan kedua hal ini sangat penting bagi saya, agar saya tidak memandang dua hal ini secara sewenang-wenang: Bukti adanya Tuhan di satu sisi, dan Keyakinan adanya Tuhan di sisi lain. Manakala dua hal ini saya campurbaurkan, maka resiko di tataran praktisnya sangatlah besar. Saya akan mengklaim apa yang saya yakini sebagai sesuatu yang mutlak. Dan akan berjuang mempertahankan dan mungkin juga memaksa orang lain untuk mengakuinya. Tapi ketika saya pisahkan dua hal ini, maka saya bisa tersenyum ketika orang lain menyakini Tuhan dan agama dengan cara mereka masing-masing.

Saya merasa punya sikap positif dan toleransi bila bergandengan tangan dengan siapa saja, walaupun keyakinan saya dengan mereka berbeda. Karena saya sudah memaklumi bahwa keyakinan itu adalah suatu penghayatan saya pribadi, suatu wilayah privasi yang tidak akan bisa diusik oleh klaim-klaim apapun.

Tuhan Itu Ciptaan Saya!

Saya tahu anda kaget membaca judul tulisan ini. Tapi judul tulisan ini tidak salah. Bukan akal-akalan. Bukan karena ingin membius perhatian anda. Tapi memang karena sayalah yang menciptakan Tuhan. Bagaimana cara saya menciptakanNya?

Anda tidak perlu bingung. Karena anda juga bisa menciptakan Tuhan. Berapa pun anda mau. Dan berapa besar ukuran Tuhan yang akan anda buat. Bahkan anda juga bisa membuatnya satu lusin dalam satu hari. Tapi jika anda masih bingung bagaimana cara membuatnya, berikut langkah-langkahnya.

Pertama:

Setahu saya dan sejauh yang saya alami, saya memahami Tuhan tidak bisa lepas dari panca Indra yang saya miliki. Dan hanya dengan panca indra itulah saya berhubungan dengan diri dan dengan dunia sekitar saya. Yaitu dengan mata, telinga, lidah, hidung dan tangan serta kaki (kulit). Itulah alat yang saya gunakan untuk melakukan kontak dengan alam. Dan jujur sejauh ini saya belum menemukan Tuhan dengan kelima alat itu. Entah kalau sudah ada software yang bisa menangkap Tuhan di zaman yang sudah super canggih ini.

Kedua:

Selain panca indra, yang hanya bisa mencerap dunia empiris, sejauh ini saya juga punya akal dan hati. Nah dengan kedua alat inilah saya menjelajah menembus sampai ke langit ketujuh, sampai ke zaman lampau, sampai ke akhir zaman, bahkan sampai mengintip sorga dan neraka. Tapi tubuh saya tidak beranjak dari depan komputer, dari duduk di atas sajadah, dan tidak beranjak dari muka bumi.

Lalu benarkah saya sudah menemukan Tuhan?
Hati saya menjawab sudah. Apa buktinya? Jauh di dasar hati, dalam kesunyian saya, selalu tersimpan rasa takut, rasa hampa, rasa entah yang tidak pernah bisa saya mengerti. Dan tidak pernah terpuaskan walapun seisi bumi akan saya miliki. Ada misteri yang selalu menyelimuti keberadaan saya.

Lalu karena dicekam rasa takut akan misteri itulah saya meyakini ada sesuatu yang Maha Tinggi. Sesuatu yang melampaui segalanya. Dan itulah Tuhan.

Tapi karena saya juga ada akal, maka segala rasa keterbatasan yang akhirnya meloncat secara vertikal untuk mengakui adanya Tuhan itu dikritik oleh akal saya, bahwa itu hanya pantulan dari ketidakberdayaan saya. Itu artinya Tuhan identik dengan batas ketidaksanggupan saya. Dan batas dari ketidaksanggupan itu berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pendidikan, lingkungan sosial budaya, nalar dan psikisnya, dan masih banyak lagi.

Dan itu terbukti ketika saya masih kecil bahwa Tuhan adalah seorang raksasa yang sedang duduk dibalik awan. Tapi begitu saya belajar ilmu bumi dan antariksa, maka imajinasi saya tidak melihat lagi Tuhan dibalik awan. Tapi sudah saya geser entah letaknya di mana, mungkin di luar alam semesta. Kalau diluar alam semesta dimana? Apa wadahnya? Apa ada dua wadah? Alam di satu sisi dan Tuhan di sisi lain? Ah..! Tidak mungkin. Berarti ada dua wujud. Padahal dalam Alquran saya diajarkan hanya Tuhan yang Wujud. Tunggal tiada duanya. Tiada sekutu bagiNya.

Lantas?
Berarti semuanya adalah Tuhan. Baru sesuai bahwa hanya ada satu wujud. Lho berarti saya juga Tuhan? Ah.. tidak mungkin. Karena konsekwensinya ketika saya menyembah, berarti saya menyemba saya. Apa mungkin? Ah.. bisa kacau sob. Tidak mungkin. Saya adalah saya dan Tuhan adalah Tuhan.

Tapi jika saya anggap terpisah, melalui apa saya bisa kontak dengan Tuhan? Berarti ibaratnya harus ada pipa penghubung antara saya dengan Tuhan. Saya jadi teringat teori relasional. Bahwa selau ada mata rantai yang tiada putusnya antara sesama berbagai partikel alam semesta, termasuk akhirnya dengan Tuhan.

Hmm … kalau begitu, jika serentak selalu ada siklus mata rantai hubungan yang tidak putus, berarti keberadaan saya bisa serentak dengan Tuhan. Serentak munculnya. Kalau tidak serentak, apalagi yang akan menjadi kutub lawan dari relasional Tuhan? Tuhan sendiri tanpa alam? Mungkinkah masih disebut Pencipta jika tidak ada ciptaanNya? Ah … inikan permainan bahasa. Language Game kata Wittgenstein. Bahasa untuk bahasa. Pemainan bahasa yang tidak ada hubungannya dengan realitas.

Saya mundur kembali, mengakui bahwa Tuhan dan alam satu. Relasional Absolut. Kalau begitu berarti saya ikut bersifat azali seperti Tuhan? Hmm …. Kalau begitu berarti saya bukan diciptakan Tuhan. Karena begitu Tuhan ada serentak saya juga ada. Apakah itu mungkin? Buktinya saya hadir ke dunia ini dilahirkan oleh ibu saya kok. Baru saja tahun kemaren. Sedangkan Tuhan sudah ada jauuuuh sebelum saya dilahirkan. Haha.. yang benar saja Bung Erianto Anas… pikiran anda sudah sesat nih tobat tobat!


Ketiga:

Dalam Alquran tidak sedikit jumlah ayat yang menggambarkan tentang Tuhan. Baik dengan pernyataan yang terang maupun yang tersirat. Saya tidak hafal ayatnya. Tapi saya masih bisa mengingat pengertiannya. Dan sejauh yang saya pahami, ayat-ayat tentang Tuhan juga menjawab setiap proses pertanyaan saya di atas. Dinyatakan Tuhan itu Satu di satu sisi. Tapi di sisi lain juga menempati posisi sebagai yang banyak. Ini saya pahami karena dalam banyak ayat Tuhan juga menggunakan kata Kami. Jadi bukan hanya kata Aku.

Apakah itu artinya Tuhan menyatu dengan hamba?
Juga ada ayat yang menyatakan bahwa Dia lebih dekat dari urat leher hambaNya.

Dan ayat lain juga ada yang menyatakan bahwa ketika seorang hamba melayat saudaranya yang sedang sakit, sesungguhnya itu sama juga artinya dia sedang melayat Dia.

Dan ayat lain juga ada yang menyatakan bahwa kemana pun seorang menghadapkan wajahnya maka di situ ada wajah Tuhan.

Tapi ayat lain juga ada yang manyatakan dengan tegas bahwa Dia tidak serupa dengan makhlukNya. Dia tidak terbetik oleh apa yang dipikirkan oleh HambaNya.

Dan masih banyak ayat lain dengan pengertian yang senada. Baik yang menggambarkan Dia satu dengan alam (hamba) maupun yang menyatakan Dia terpisah (berbeda) dengan alam.

Lalu apakah semua itu sudah menjawab pertanyaan saya tentang Tuhan secara final?
Jujur saya jawab tidak. Alquran tidak menjelaskan secara gamblang dimana posisinya secara persis, seperti sebuah buku yang menjelaskan sebuah persoalan secara sistematis dan mengerucut pada satu kesimpulan.

Penggambaran Tuhan dalam Alquran tersebar berpencar dalam banyak ayat seperti kepingan-kepingan mozaik yang harus dipahami secara metaforis dan paradoks. Jadi bukan sebuah penjelasan yang detail dan harfiah. Justru ketika dipahami secara harfiah, Tuhan justru menjadi seperti imajinasi kanak-kanak. Tuhan duduk bersila dilangit, Tuhan duduk di atas kursi di Araysnya. Sudah berkali-kali saya memaksa dan menyiksa diri agar pernyataan harfiah itu bisa saya yakini. Tapi hingga hari ini saya tidak berhasil. Dan kalaupun pernah itu saya yakini, sebenarnya hanya diyakin-yakinkan alias pura-pura yakin. Maka saya pun kemudian berjuang memahaminya secara metaforis (kiasan). Dan dalam Alquran juga diulang-ulang bahwa Tuhan mengajarkan manusia melalui perumpamaan (kiasan), agar manusia itu berpikir.

Lalu apa kelanjutan perjalanan saya tentang Tuhan?

Secara naluri, walaupun berlandaskan ayat-ayat dalam Alquran, yang tidak detail, tetap saja imajinasi dan konstruksi pikiran saya berusaha mencari dan membangun sosok Tuhan. Baik dengan pikiran maupun dengan rasa. Tapi pertanyaannya kemudian adalah apakah saya behasil? Jawaban saya tidak. Karena imajinasi saya juga berubah dan berkembang sejalan dengan pertambahan pengetahuan, pengalaman dan perenungan saya. Akibatnya Tuhan yang saya pahami juga ikut mengalami perubahan dan perkembangan, yang sudah terjadi entah berapa kali sejak saya mulai mengenal kata Tuhan. Mungkin sudah sekian ratus kali.

Artinya saya sudah berkali-kali membangun Tuhan dalam pikiran saya. Lalu saya bunuh dan saya bangun lagi Tuhan yang baru dan begitulah seterusnya sampai hari ini.

Tapi benarkah itu Tuhan?
Jawaban saya tidak!

Saya hanya sedang berjuang membangun sosok Tuhan dalam pikiran saya.
Itu artinya saya sedang menciptakan Tuhan.

Lalu apakah saya sudah keterlaluan?
Saya anggap tidak. Saya berbicara atas nama kejujuran dari apa yang terbetik jauh di dasar hati saya. Pertanyaan-demi pertanyaan yang tidak pernah terjawab.

Saya akui sudah melimpah nasehat dan ceramah soal Tuhan bertebaran di mana-mana, bahkan ada yang sampai marah-marah untuk mengatakan bahwa Tuhan itu begini begitu, sehingga saya harus percaya. Wajib. Kalau tidak, saya jadi syirik, kafir dan masuk neraka!

Saya benar-benar tidak bisa meyakini Tuhan yang dihafal. Apalagi Tuhan yang diancamkan dengan syirik dan neraka. Jujur saya tidak takut dengan ancaman neraka yang dikeluarkan oleh manusia. Walaupun gelar spiritualnya sampai ke langit keujuh. Karena apa? Karena neraka itu sudah ada dalam dada saya. Dalam kegelisahan saya. Tanpa diancam pun saya sudah berada dalam neraka.

Tuhan, bagi saya adalah sesuatu yang sangat pribadi. Sesuatu yang bergetar dalam hati. Dalam konstruk pikiran saya. Dan dalam penghayatan hidup saya.

Lalu apa kesimpulan akhir saya tentang Tuhan?

Ternyata hingga hari ini saya tidak tahu tentang Tuhan!
Dan mungkin tidak akan pernah mengetahui Tuhan yang sebenarnya.


Ternyata hingga hari ini, tidak ada yang bisa saya perbuat melebihi keterbatasan saya sebagai manusia. Dengan segala dimensi kemanusiaan terbatas yang saya miliki. Karena kenyataannya, saya tidak bisa beranjak memeluk Tuhan yang ada dalam imajinasi saya. Walaupun saya tahu itu bukanlah Tuhan yang sebenarnya. Tapi hanya bayangan saya tentang Tuhan. Pikiran saya tentang Tuhan.
Oh … Tuhan!




Tersungkur di Kaki Tuhan!

Apa yang aku tangiskan..?
Kesombonganku ditampar, roboh. Jatuh!
Hingga gerimis mengalir, basah
Bergetar di ruang bathinku
Oh … Kebenaran!



Banyak sudah ditulis cerita tentang kebenaran. Tentang agama, tentang kitab suci, tentang Tuhan. Dari kotbah, dari diskusi, dari perdebatan, dari pertengkaran. Semuanya berkisah tentang Kebenaran.

Tapi apa itu Kebenaran?
Banyak sudah definisi dibangun. Bahkan dipahat sejak sekian Abad silam. Megah, kokoh seperti piramida Mesir Kuno. Elegan seperti patung Liberti Amerika. Berjuta nostalgia kisah Kebenaran ditulis tinta emas. Dipuja dan dinyanyikan dimana-mana. Dan berkali-kali dilemparkan sudah ke telingaku.

Tapi hatiku membatu…

Di mana Kebenaran itu bersembunyi?
Sudah tak terhitung aku sujud di sajadah. Menengadah dan memuja Tuhan.

Tapi hatiku membatu ….

Hanya bisa dihitung dengan jari aku merasa disentuh Kebenaran.
Tapi saat itu sekujur bathinku bergetar,
Terbakar!
Mabuk terminum anggur spiritual
Seakan seisi bumi tak berarti
Seakan cukup sudah apa yang kumiliki
Karena di pintu Tuhan segalanya menjadi tak berarti

Tapi Kebenaran tak selalu datang menyapa
walau kutamat membaca Alquran 1 kali sehari
walau ku sholat 50 rakaat satu hari
walau ku puasa tiap hari
walau dan walau ...

Sudah lama aku tak merasakan Kebenaran
Yang sanggup menggetarkan hati ini
Tapi tahu-tahu,
Sebelum kutulis kata-kata ini,
Aku kembali tersungkur,
Malu dan malu
Membaca kisah seorang tua renta sederhana
Yang menemukan Tuhan dalam kepapaannya
Ingin kucari sosoknya
Tapi sayang,
Hanya kutemukan batu nisannya 




Rabu, 29 Desember 2010

10 Gereja Terluas Didunia


10. Sanctuary of Our Lady of Licheń, Poland
Sanctuary of Our Lady of Licheń
The Sanctuary of Our Lady of Lichen adalah gereja terbesar di Polandia, di Eropa urutan ketujuh dan kesepuluh di dunia. Gereja ini dibangun dari tahun 1994 hingga tahun 2004. Memiliki panjang 120 m (393 kaki) dan lebar 77 m (252 kaki). Sanctuary of Our Lady of Licheń ini dibangun untuk menghormati Santa Perawan Maria dan merupakan rumah bagi lukisan berumur 200 tahun yang dikenal sebagai “Our Lady of Sorrows, Queen of Poland.”

9. Basilica of Our Lady of Peace, Ivory Coast
Basilica of Our Lady of Peace
The Basilica of our Lady of Peace of Yamoussoukro, sebuah basilika Katolik Roma yang terdaftar oleh Guinness World Records sebagai gereja terbesar di dunia. Luas wilayahnya 30.000 meter persegi (322.917 sq ft), menampung 18.000 jamaah. Namun, daerah dihitung secara keseluruhan yang mencakup pastoran dan vila, yang bukan merupakan bagian dari gereja. Basilika dibangun antara tahun 1985 dan 1989 dan ditahbiskan pada tahun 1990 oleh Pope John Paul II.

8. Basilica of the Sacred Heart, Belgium
Basilica of the Sacred Heart
The National Basilica of the Sacred Heart adalah basilika Katolik Roma dan merupakan gereja paroki di Brussels, Belgia. Raja Leopold II meletakkan batu pertama pada tahun 1905 saat perayaan ulang tahun ke-75 Kemerdekaan Belgia. Pembangunan ini sempat dihentikan karena adanya Perang Dunia kedua, konstruksinya selesai pada tahun 1969. Memiliki panjang 164,5 m (540 kaki) dan lebar 107,80 m (353,7 kaki). Gereja ini Gereja Katolik keenam terbesar di dunia dan ketujuh di antara gereja-gereja Kristen.
7. Milan Cathedral, Italy
Milan Cathedral
Milan Cathedral (Duomo di Milano) sering disebut sebagai salah satu gereja terbesar di dunia. Konstruksinya dimulai pada tahun 1386 dan baru selesai pada tahun 1965. Katedral ini memiliki panjang 157 m (515 kaki) dan lebar 92 m (302 kaki), menampung 40.000 orang. Ini merupakan Katedral Gothik terbesar di dunia dan salah satu bangunan paling terkenal di Eropa.

6. Church of the Most Holy Trinity, Portugal
Church of the Most Holy Trinity
The Church of the Most Holy Trinity adalah Gereja Katolik terbesar keempat dan keenam gereja Kristen terbesar di dunia. Dibangun antara 2004 dan 2007 dan ditahbiskan pada 12 Oktober 2007, pada kesempatan ulang tahun ke-90 penampakan Fatima. Gereja, ditujukan kepada Tritunggal Mahakudus sepenuhnya dibayar dengan hadiah-hadiah dari para peziarah. Memiliki panjang 95 m (310 kaki) dan lebar 115 m (380 kaki), menampung hingga 9.000 orang.

5. Liverpool Cathedral, United Kingdom
Liverpool Cathedral
The Cathedral Church of Christ di Liverpool,Inggris adalah Katedral terbesar kelima di dunia. Gereja ini menempati total luas 103.334 kaki persegi (9.600 meter persegi) dan bahan bangunan utama dari batu pasir. Lonceng katedral yang berada di menara merupakan yang terbesar dan tertinggi di dunia yaitu 219 ft dan berat 31 ton. Lonceng ini yang bernama Bartlett Bells.

4. Cathedral of Saint John the Divine, United States
Cathedral of Saint John the Divine
The Cathedral Church of Saint John the Divine di Kota dan Keuskupan New York diklaim sebagai yang terbesar dan Anglikan Gereja Katedral dan gereja Kristen terbesar keempat di dunia. Memiliki panjang 183,2 m (601 kaki) dan lebar 70,7 m (232 kaki). Gereja ini pada awalnya dirancang sebagai Bizantium-Romawi tetapi diubah menjadi Gothic. Sebuah kebakaran besar yang merusak gereja pada tahun 2001; konstruksi dan pemulihan masih berlanjut hingga kini sehingga mendapat nama julukannya: St Yohanes Unfinished.
3. Cathedral of Seville, Spain
Cathedral of Seville
Juga dikenal sebagai Catedral de Santa Maria de la Sede (Cathedral of Saint Mary of the See), Cathedral of Seville diklaim oleh beberapa sebagai katedral Gothic terbesar di dunia. Konstruksinya dimulai tahun 1402 dan berlanjut sampai abad ke-16. Luas wilayah mencakup 11.520 sq m. Sebuah masjid besar yang digunakan untuk duduk di situs pada akhir abad ke-12. Arsitek Kristen kemudian menambahkan dimensi ekstra tinggi. Nave pusatnya naik ke ketinggian 42 m (137,7 kaki).

2. Basilica of the National Shrine of Our Lady of Aparecida, BrazilBasilica of the National Shrine of Our Lady of Aparecida,
The new Basilica of the National Shrine of Our Lady of Aparecida ini dibangun pada tahun 1955 dan dirancang dalam bentuk salib Yunani. Memiliki panjang 173 m (567 kaki) dan lebar 168 m (551 kaki), dan menampung 45.000 orang. Paus Yohanes Paul II menamakan gereja ini the most important National Marian Shrine in Brazil. Secara resmi dinyatakan sebagai “the largest Marian Temple in the World” pada tahun 1984.

1. St. Peter’s Basilica, Vatican City
St. Peter’s Basilica
Inilah gereja terbesar di dunia yang pernah ada. Terletak di Roma ibukota Italy. Dengan panjang 730 ft (220 m) dan lebar 500 ft (150 m), ia memiliki bagian terbesar dari setiap gereja Kristen di dunia, dan menampung hingga 60.000 orang. Basilika Santo Petrus bergaya arsitektur Renaissance dan Baroque. Basilika ini merupakan salah satu situs Kristen yang paling suci dan yang terbesar di antara semua gereja-gereja Kristen. Dibangun dari 1506 sampai 1626 dengan Michelangelo di antara para arsitek. Gedung ini secara resmi dikenal dalam bahasa Italia sebagai Basilica di San Pietro in Vaticano. Gereja ini terkenal sebagai tempat ziarah, karena fungsi dan sejarah liturgi asosiasi.

Kisah Pengibar Bendera Sang Pusaka 1945


ilyas karim
Merah Putih tak akan berkibar 64 tahun yang lalu tanpa peran petugas pengibarnya. Jika sudah demikian, tak akan pula bangsa ini menikmati kemerdekaannya.Tidak banyak yang mengenal sosok pengibar Sang Saka Merah Putih saat dibacakannya teks Proklamasi pada 17 Agustus 1945. Padahal, fotonya mudah ditemui di berbagai buku sejarah. Pria bercelana pendek itu tak lain Ilyas Karim.
Ilyas kini aktif sebagai Ketua Yayasan Pejuang Siliwangi Indonesia, sebuah perkumpulan veteran, merupakan satu-satunya saksi sejarah detik-detik proklamasi yang masih hidup.
Kehidupan Ilyas yang pernah andil dalam berbagai misi penumpasan pemberontakan kurang mendapat perhatian pemerintah. Ia memang tidak mencari pengakuan penuh, tapi itu sudah seharusnya didapat pria yang juga pernah ikut dalam misi perdamaian Garuda II di Kongo, pada 1961 silam. “Dia (pemerintah) tahu, kami berjuang,” ujar Ilyas kecewa.
Meski demikian, Letnan Kolonel Purnawirawan ini tak ingin menuntut banyak. Ilyas hanya ingin menghabiskan masa tuanya dengan melihat kemerdekaan rakyat Indonesia. Ia berharap, generasi muda mau menghargai perjuangan para pahlawan dengan mengisi hidup lebih baik lagi.
Kisah Hidup Ilyas Karim Sang Pengibar Bendera Pusaka
Ilyaskarim
Di usianya yang ke-81, pria sepuh itu masih tetap menikmati hidupnya di pinggir rel Kalibata, Jakarta Selatan. Pria yang kini menderita stroke mata itu seharusnya bisa hidup lebih layak. Sebab, pria bernama Ilyas Karim adalah pelaku sejarah penting. Dialah pengibar pertama Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus 1945 lalu.
Anda tentu pernah melihat foto upacara pengibaran Bendera Merah Putih pertama kali di Jalan Pegangsaan Timur Jakarta Pusat. Di foto itu tampak dua orang pengibar bendera yang dikelilingi oleh Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, Ibu Fatmawati, dan SK Trimurti. Pemuda pengibar bendera yang bercelana pendek itulah Ilyas Karim.
Saat ini Ilyas tinggal di sebuah rumah sederhana di Jl. Rawajati Barat, Kalibata, Jakarta Selatan, bersebelahan dengan rel kereta api, Selasa (12/8/2008) kemarin, Ilyas masih tampak bugar. Meski gerak badannya tidak segesit dulu, namun dia tidak tampak bungkuk ataupun tergopoh ketika berjalan.
Ilyas menceritakan pengalamannya sebagai pengibar bendera Merah Putih pertama di republik ini. Waktu itu, Ilyas adalah seorang murid di Asrama Pemuda Islam (API) yang bermarkas di Menteng Jakarta Pusat. Malam hari sebelum dibacakan proklamasi kemerdekaan RI, Ilyas beserta 50-an teman dari API diundang ke rumah Soekarno di Pegangsaan Timur No. 56.
“Katanya ada acara gitu,” tutur Ilyas.
Saat berkumpul di rumah Soekarno itulah Sudanco (Komandan Peleton) Latief menunjuknya untuk menjadi pengibar bendera di acara proklamasi kemerdekaan keesokan harinya. Satu orang pengibar yang lain yang ditunjuk adalah Sudanco Singgih, seorang tentara PETA. “Saya ditunjuk karena paling muda. Umur saya waktu itu 18 tahun,” kata Ilyas.
Ilyas menceritakan pengalaman itu dengan penuh semangat. Matanya yang harus diplester agar tidak terpejam tampak berbinar. Ilyas memang menderita stroke mata. Dokter menganjurkannya untuk memlester kelopak matanya agar tidak terpejam. Sudah berbagai upaya pengobatan ditempuhnya namun belum juga membuahkan hasil.
Meski dengan sakitnya itu, Ilyas tetap aktif beraktivitas. Sejak tahun 1996 dia menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Yayasan Pejuang Siliwangi Indonesia yang memiliki cabang di 14 propinsi, antara lain di Medan, Riau, Jambi, Palembang, Banten, dan Ambon.
“Saya akan diganti tahun 2009 nanti,” kata Ilyas.
Yayasan itu sendiri bergerak di bidang sosial. Kegiatannya antara lain penyantunan anak yatim, pembangunan rutempat ibadah, dan penyantunan orang jompo.
Ilyas lahir di Padang, Sumbar. Dia sekeluarga baru menetap di Jakarta pada 1936. Ayahnya dulu seorang camat di Matraman. Di zaman penjajahan Jepang, ayahnya dibawa ke Tegal dan dieksekusi tentara Jepang. Sejak saat itu, Ilyas menjadi yatim.
Setelah pengibaran Sang Saka Merah Putih itu, Ilyas kemudian menjadi tentara. Pada 1948, Ilyas dan sejumlah pemuda di Jakarta diundang ke Bandung oleh Mr Kasman Singodimejo. Di Bandung, dibentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Kesatuan tentara ini kemudian ini nama Siliwangi. Nama Siliwangi merupakan usul dari Ilyas.
Sebagai tentara, Ilyas pernah diterjunkan di sejumlah medan pertempuran di berbagai daerah, termasuk ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di Libanon dan Vietnam. Pada 1979, Ilyas pensiun dengan pangkat letnan kolonel. Kehidupannya mulai suram, karena dua tahun kemudian dia diusir dari tempat tinggalnya di asrama tentara Siliwangi, di Lapangan Banteng, Jakpus. Sejak saat itu hingga saat ini dia tinggal di pinggir rel KA.

10 Tempat Paling Romantis Di Dunia


1. Paris
Siapa sih yang tidak kenal dengan romantisme Paris? kota bagi para kekasih dengan makanan yang nikmat, anggur dan nuansa yang menyenangkan. Makan malam romantis dengan lilin indah di dekat menara Eiffel, berjalan bergandengen sepanjang Champs Elysees atau piknik di taman. Paris memberikan romansa dan keindahan bagi pasangan yang jatuh cinta selama berabad-abad.


2. Hawaii
Ternyata Hawaii adalah kota tempat tujuan bulan madu terbesar di dunia, terutama di kalangan orang Amerika. Entah di Maui, atau pulau besar lain di Hawaii, tempat ini selalu menawarkan pilihan terbaik pagi pasangan. Pantai dan hutan tropis, kamar hotel mewah, olahraga, dan berbagai hal menarik di alam bebas!


3. St. Thomas
Kota ini terletak di Virgin Islands, dan merupakan kota pantai yang terkenal oleh jajaran pantai indah dan tempat belanja menarik. Kota ini dipenuhi dengan penginapan yang dapat menampung pasangan atau bahkan keluarga. Di kota ini juga dibuat batasan untuk jumlah pesta dan peserta pesta, jadi anda tidak akan kesulitan jika ingin bermesraan dengan pasangan anda!


4. Venesia
Perjalanan dengan gondola di kanal-kanal kota ini sudah menjadi simbol romantisme kota ini. Perjalanan dengan duduk berdekatan dengan pasangan dan dengan penuh kekaguman melihat bagian kota yang indah. Makan malam romantis di restoran Italia dengan berbagai liku-liku menarik yang terkadang akan membawa anda ke gereja indah romantis. Venesia adalah tempat yang akan membuat anda jatuh cinta dan jatuh cinta lagi.


5. Tahiti
Dearah tenang yang terletak di Pasifik Selatan, dengan bungalow pantai indah, yang memungkinkan anda berenang tenang di pagi hari. Bersantai di pasir putih dengan pohon kelapa indah dengan para karyawan hotel yang siap membantu anda apapun dan kapanpun. Pemandangan luar biasa indah di saat matahari terbenam juga tidak akan bisa anda lupakan dengan mudah!


6. Belize
Belize adalah tempat paling indah bagi para pasangan. Pulau yang terletak di tengah karang ini akan membuat pasangan melupakan semua orang karena banyak pantai yang jadi 'milik pribadi' dengan air yang dipenuhi ikan karang berwarna warni akan menemani anda. Anda takut berenang? bukan masalah, pantai indah dan pohon palem yang bergorang menanti Anda!


7. Maladewa
23 pulau yang terletak di tengah Samudra Indonesia ini adalah salah satu dari surga dunia. Pulau-pulau karang yang ada hanya sedikit sekali berada diatas permukaan laut, dan gugus karang yang melingkupi pulau ini penuh dengan kehidupan. Negara kecil yang indah dan romantis ini memang adalah tempat paling pas untuk kehidupan yang romantis.


8. Seychelles
Kepulauan yang ada di Samudra Indonesia ini sebenarnya berada di lepas pantai Afrika dan merupakan tempat yang paling santai di dunia. Kehidupan yang eksotis dan nuansa yang tenang akan selalu menanti anda dan pasangan anda. Lapangan golf, spa, perjalanan memancing dan minuman segar tropis akan membuat pasangan yang sedang berbulan madu tidak akan mau kembali ke negara asal mereka lagi.


9. Bruges
Kota kuno dengan setting abad pertengahan di Brussel ini adalah cara terbaik untuk melarikan diri dari segala kebisingan kota. Kota kecil yang tenang ini menjaga kondisi kota tetap seperti kondisi kota ini di abad pertengahan. Jalan-jalan yang dilapisi batu, dengan kafe-kafe kecil di udara terbuka akan membuat anda berasa kembali ke zaman abad pertengahan, lengkap dengan berbagai hal romantis dan indah, minus masalah dan ribut.


10. Tuscany
Daerah yang penuh dengan kebun anggur, villa, dan kota-kota kecil Italia, akan membuat anda merasa seperti berada dalam perjalanan romantis. Anda dapat tinggal di villa bersejarah, dengan makanan terbaik dan anda dapat bersepeda berkeliling kebun anggur yang anda pilih dan minum anggur terbaik pula. Jika anda berada di tempat ini, pasti anda akan mengerti kenapa beberapa orang sama sekali tidak ingin kembali begitu sampai di tempat ini. Singkatnya, tidak ada yang lebih indah dan romantis di Italia daripada Tuscany.