Rabu, 05 Januari 2011

Atlantis, Sebuah Misteri yang Abadi



Mitos tentang Peradaban Atlantis pertama kali dicetuskan oleh seorang filsafat Yunani kuno bernama Plato (427 – 347 SM) dalam buku Critias dan Timaeus
Dalam buku Timaeus Plato menceritakan bahwa dihadapan selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya,
di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.
Dibagian lain pada buku Critias adalah adik sepupu dari Critias mengisahkan tentang Atlantis. Critias adalah murid dari ahli filsafat Socrates, tiga kali ia menekankan keberadaan Atlantis dalam dialog. Kisahnya berasal dari cerita lisan Joepe yaitu moyang lelaki Critias, sedangkan Joepe juga mendengarnya dari seorang penyair Yunani bernama Solon (639-559 SM).
Solon adalah yang paling bijaksana di antara 7 mahabijak Yunani kuno, suatu kali ketika Solon berkeliling Mesir, dari tempat pemujaan makam leluhur mengetahui legenda Atlantis.
Garis besar kisah pada buku tersebut Ada sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik arah barat Laut Tengah yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang menakjubkan. Ia menghasilkan emas dan perak yang tak terhitung banyaknya. Istana dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari oleh dinding perak. Dinding tembok dalam istana bertahtakan emas, cemerlang dan megah. Di sana, tingkat perkembangan
peradabannya memukau orang. Memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang terbang. Kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai daratan Afrika. Setelah dilanda gempa dahsyat,
tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya, juga hilang dalam ingatan orang-orang.
Jika dibaca dari sepenggal kisah diatas maka kita akan berpikiran bahwa Atlantis merupakan sebuah peradaban yang sangat memukau. Dengan teknologi dan ilmu pengetahuan pada waktu itu sudah menjadikannya sebuah bangsa yang besar dan mempunyai kehidupan yang makmur.
Tapi kemudian saya mempunyai pertanyaan, apakah itu hanya sebuah cerita untuk pengantar tidur pada jamannya Plato atau memang Plato mempunyai bukti2 kuat dan otentik bahwa atlantis itu benar-benar pernah ada dalam kehidupan di bumi ini?
Terdapat beberapa catatan tentang usaha para ilmuwan dan orang-orang dalam pencarian untuk membuktikan bahwa Atlantis itu benar-benar pernah ada.
Menurut perhitungan versi Plato waktu tenggelamnya kerajaan Atlantis, kurang lebih 11.150 tahun yang silam. Plato pernah beberapa kali mengatakan, keadaan kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun. Sama sekali bukan rekaannya sendiri. Plato bahkan pergi ke Mesir minta petunjuk biksu dan rahib terkenal setempat waktu itu. Guru Plato yaitu Socrates ketika membicarakan tentang kerajaan Atlantis juga menekankan, karena hal itu adalah nyata, nilainya jauh lebih kuat dibanding kisah yang direkayasa.
Jika semua yang diutarakan Plato memang benar-benar nyata, maka sejak 12.000 tahun silam, manusia sudah menciptakan peradaban. Namun di manakah kerajaan Atlantis itu? Sejak ribuan tahun silam orang-orang menaruh minat yang sangat besar terhadap hal ini. Hingga abad ke-20 sejak tahun 1960-an, laut Bermuda yang terletak di bagian barat Samudera Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan Florida pernah berturut-turut diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.
Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batu
dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?
Awal tahun ‘70-an disekitar kepulauan Yasuel Samudera Atlantik, sekelompok peneliti telah mengambil inti karang dengan mengebor pada kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan ilmiah, tempat itu memang benar-benar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam. Kesimpulan yang ditarik atas dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu mirip seperti yang dilukiskan Plato! Namun, apakah di sini tempat tenggelamnya kerajaan Atlantis?
Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8 lembar foto yang jika disarikan membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya manusia. Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis?
Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan peranti instrumen yang sangat canggih menemukan piramida di dasar laut “segitiga maut” laut Bermuda.
Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang lebih 200 meter, puncak piramida dengan permukaan samudera hanya berjarak 100 meter, lebih besar dibanding piramida Mesir. Bagian bawah piramida terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan mengalir di dasar lubang.
Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang Atlantis? Pasukan kerajaan Atlan pernah menaklukkan Mesir, apakah orang Atlantis membawa peradaban piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramida, apakah berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis?
Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemukan sebuah kota kuno di bawah areal laut “segitiga maut”. Pada foto yang dibuat oleh mereka berdua, ada dataran, jalan
besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah beratap kubah, gelanggang aduan (binatang), kuil, bantaran sungai dll. Mereka berdua mengatakan mutlak percaya terhadap apa yang mereka temukan itu adalah Benua Atlantis seperti yang dilukiskan oleh Plato. Benarkah itu?
Yang lebih menghebohkan lagi adalah penelitian yang dilakukan oleh Aryso Santos, seorang ilmuwan asal Brazil. Santos menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang ini disebut Indonesia.
Dalam penelitiannya selama 30 tahun yang ditulis dalam sebuah buku “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization” dia menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Santos menetapkan bahwa pada masa lalu Atlantis itu merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Sedangkan menurut Plato Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.
Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.
Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”
Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.
Ini ada lagi yang lebih unik dari Santos dan kawan-kawan tentang usaha untuk menguak misteri Atlantis. Sarjana Barat secara kebetulan menemukan seseorang yang mampu mengingat kembali dirinya sebagai orang Atlantis di kehidupan sebelumnya “Inggrid Benette”. Beberapa penggal kehidupan dan kondisi sosial dalam ingatannya masih membekas, sebagai bahan masukan agar bisa merasakan secara gamblang peradaban tinggi Atlantis. Dan yang terpenting adalah memberikan kita petunjuk tentang mengapa Atlantis musnah. Di bawah ini adalah ingatan Inggrid Bennette.
Kehidupan yang Dipenuhi Kecerdasan
Dalam kehidupan sebelumnya di Atlantis, saya adalah seorang yang berpengetahuan luas, dipromosikan sebagai kepala energi wanita “Pelindung Kristal” (setara dengan seorang kepala pabrik pembangkit listrik sekarang). Pusat energi ini letaknya pada sebuah ruang luas yang bangunannya beratap lengkung. Lantainya dari pasir dan batu tembok, di tengah-tengah kamar sebuah kristal raksasa diletakkan di atas alas dasar hitam. Fungsinya adalah menyalurkan energi ke seluruh kota. Tugas saya melindungi kristal tersebut. Pekerjaan ini tak sama dengan sistem operasional pabrik sekarang, tapi dengan menjaga keteguhan dalam hati, memahami jiwa sendiri, merupakan bagian penting dalam pekerjaan, ini adalah sebuah instalasi yang dikendalikan dengan jiwa. Ada seorang lelaki yang cerdas dan pintar, ia adalah “pelindung” kami, pelindung lainnya wanita.
Rambut saya panjang berwarna emas, rambut digelung dengan benda rajutan emas, persis seperti zaman Yunani. Rambut disanggul tinggi, dengan gulungan bengkok jatuh bergerai di atas punggung. Setiap hari rambutku ditata oleh ahli penata rambut, ini adalah sebagian pekerjaan rutin. Filsafat yang diyakini orang Atlantis adalah bahwa “tubuh merupakan kuilnya jiwa”, oleh karena itu sangat memperhatikan kebersihan tubuh dan cara berbusana, ini merupakan hal yang utama dalam kehidupan. Saya mengenakan baju panjang tembus pandang, menggunakan daun pita emas yang diikat di pinggang belakang setelah disilang di depan dada. Lelaki berpakaian rok panjang juga rok pendek, sebagian orang memakai topi, sebagian tidak, semuanya dibuat dengan bahan putih bening yang sama. Seperti pakaian seragam, namun di masa itu, sama sekali tidak dibedakan, mengenakan ini hanya menunjukkan sebuah status, melambangkan kematangan jiwa raga kita. Ada juga yang mengenakan pakaian warna lain, namun dari bahan bening yang sama, mereka mengenakan pakaian yang berwarna karena bertujuan untuk pengobatan. Hubungannya sangat besar dengan ketidakseimbangan pusat energi tubuh, warna yang spesifik memiliki fungsi pengobatan.
Berkomunikasi dengan Hewan
Saya sering pergi mendengarkan nasihat lumba-lumba. Lumba-lumba hidup di sebuah tempat yang dibangun khusus untuk mereka. Sebuah area danau besar yang indah, mempunyai undakan raksasa yang menembus ke tengah danau. Pilar dua sisi undakan adalah tiang yang megah, sedangkan area danau dihubungkan dengan laut melalui terusan besar. Di siang hari lumba-lumba berenang di sana, bermain-main, setelah malam tiba kembali ke lautan luas. Lumba-lumba bebas berkeliaran, menandakan itu adalah tempat yang sangat istimewa. Lumba-lumba adalah sahabat karib dan penasihat kami. Mereka sangat pintar, dan merupakan sumber keseimbangan serta keharmonisan masyarakat kami. Hanya sedikit orang pergi mendengarkan bahasa intelek lumba-lumba. Saya sering berenang bersama mereka, mengelus mereka, bermain-main dengan mereka, serta mendengarkan nasihat mereka. Kami sering bertukar pikiran melalui telepati. Energi mereka membuat saya penuh vitalitas sekaligus memberiku kekuatan. Saya dapat berjalan-jalan sesuai keinginan hati, misalnya jika saya ingin pergi ke padang luas yang jauh jaraknya, saya memejamkan mata dan memusatkan pikiran pada tempat tersebut. Akan ada suatu suara “wuung” yang ringan, saya membuka mata, maka saya sudah berada di tempat itu.
Saya paling suka bersama dengan Unicorn (kuda terbang). Mereka sama seperti kuda makan rumput di padang belantara. Unicorn memiliki sebuah tanduk di atas kepalanya, sama seperti ikan lumba-lumba, kami kontak lewat hubungan telepati. Secara relatif, pikiran Unicorn sangat polos. Kami acap kali bertukar pikiran, misalnya, “Aku ingin berlari cepat”. Unicorn akan menjawab: “Baiklah”. Kita lari bersama, rambut kami berterbangan tertiup angin. Jiwa mereka begitu tenang, damai menimbulkan rasa hormat. Unicorn tidak pernah melukai siapa pun, apalagi mempunyai pikiran atau maksud jahat, ketika menemui tantangan sekalipun akan tetap demikian.
Saya sering kali merasa sedih pada orang zaman sekarang, sebab sama sekali tidak percaya dengan keberadaan hewan ini, ada seorang pembina jiwa mengatakan kepadaku: “Saat ketika kondisi dunia kembali pada keseimbangan dan keharmonisan, semua orang saling menerima, saling mencintai, saat itu Unicorn akan kembali”.
Lingkungan yang Indah Permai
Di timur laut Atlantis terdapat sebidang padang rumput yang sangat luas. Padang rumput ini menyebarkan aroma wangi yang lembut, dan saya suka duduk bermeditasi di sana. Aromanya begitu hangat. Kegunaan dari bunga segar sangat banyak, maka ditanam secara luas. Misalnya, bunga yang berwarna biru dan putih ditanam bersama, ini bukan saja sangat menggoda secara visual, sangat dibutuhkan buat efektivitas getaran. Padang rumput ini dirawat oleh orang yang mendapat latihan khusus dan berkualitas tinggi serta kaya pengetahuan. “Ahli ramuan” mulai merawat mereka sejak tunas, kemudian memetik dan mengekstrak sari pati kehidupannya.
Di lingkungan kerja di Atlantis, jarang ada yang berposisi rendah. Serendah apa pun pekerjaannya, tetap dipandang sebagai anggota penting di dalam masyarakat kami. Masyarakat terbiasa dengan menghormati dan memuji kemampuan orang lain. Yang menanam buah, sayur-mayur, dan penanam jenis kacang-kacangan juga hidup di timur laut. Sebagian besar adalah ahli botani, ahli gizi dan pakar makanan lainnya. Mereka bertanggung jawab menyediakan makanan bagi segenap peradaban kami.
Sebagian besar orang ditetapkan sebagai pekerja fisik, misalnya tukang kebun dan tukang bangunan. Hal itu akan membuat kondisi tubuh mereka tetap stabil. Sebagian kecil dari mereka mempunyai kecerdasan, pengaturan pekerjaan disesuaikan dengan tingkat perkembangan kecerdasan mereka. Orang Atlantis menganggap, bahwa pekerjaan fisik lebih bermanfaat, ini membuat emosi (perasaan) mereka mendapat keseimbangan, marah dan suasana hati saat depresi dapat diarahkan secara konstruktif, lagi pula tubuh manusia terlahir untuk pekerjaan fisik, hal tersebut telah dibuktikan. Namun, selalu ada pengecualian, misalnya lelaki yang kewanitaan atau sebaliknya, pada akhirnya, orang pintar akan membimbing orang-orang ini bekerja yang sesuai dengan kondisi mereka. Setiap orang akan menuju ke kecerdasan, berperan sebagai tokoh sendiri, semua ini merupakan hal yang paling mendasar.
Seluruh kehidupan Atlantis merupakan himpunan keharmonisan yang tak terikat secara universal bagi tumbuh-tumbuhan, mineral, hewan dan sayur-mayur. Setiap orang merupakan partikel bagiannya, setiap orang tahu, bahwa pengabdian mereka sangat dibutuhkan. Di Atlantis tidak ada sistem keuangan, hanya ada aktivitas perdagangan. Kami tidak pernah membawa dompet atau kunci dan sejenisnya. Jarang ada keserakahan atau kedengkian, yang ada hanya kebulatan tekad.
Teknologi yang Tinggi
Di Atlantis ada sarana terbang yang modelnya mirip “piring terbang” (UFO), mereka menggunakan medan magnet mengendalikan energi perputaran dan pendaratan, sarana hubungan jenis ini biasa digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Perjalanan jarak pendek hanya menggunakan katrol yang dapat ditumpangi dua orang. Ia mempunyai sebuah mesin yang mirip seperti kapal hidrofoil, prinsip kerja sama dengan alat terbang, juga menggunakan medan energi magnet. Yang lainnya seperti makanan, komoditi rumah tangga atau barang-barang yang berukuran besar, diangkut dengan cara yang sama menggunakan alat angkut besar yang disebut “Subbers.”
Atlantis adalah sebuah peradaban yang sangat besar, kami berkomunikasi menggunakan kapal untuk menyiarkan berita ke berbagai daerah. Sebagian besar informasi diterima oleh “orang pintar” melalui respons batin, mereka memiliki kemampuan menerima dengan cara yang istimewa, ini mirip dengan stasiun satelit penerima, dan sangat akurat. Maka, pekerjaan mereka adalah duduk dan menerima informasi yang disalurkan dari tempat lain. Sebenarnya, dalam pekerjaan, cara saya mengoperasikan kristal besar, juga dikerjakan melalui hati.
Pengobatan yang Maju
Dalam peradaban ini, tidak ada penyakit yang parah. Metode pengobatan yang digunakan, semuanya menggunakan kristal, warna, musik, wewangian dan paduan ramuan, dengan mengembangkan efektivitas pengobatan secara keseluruhan.
Pusat pengobatan adalah sebuah tempat yang banyak kamarnya. Saat penderita masuk, sebuah warna akan dicatat di tembok. Lalu pasien diarahkan ke sebuah kamar khusus untuk menentukan pengobatan. Di kamar pertama, asisten yang terlatih baik dan berpengetahuan luas tentang pengobatan akan mendeteksi frekwensi getaran pada tubuh pasien. Informasi dialihkan ke kamar lainnya. Di kamar tersebut, sang pasien akan berbaring di atas granit yang datar, sedangkan asisten lainnya akan mengatur rancangan pengobatan yang sesuai untuk pasien.
Setelah itu, kamar akan dipenuhi musik terapi, kristal khusus akan diletakkan di pasien. Seluruh kamar penuh dengan wewangian yang lembut, terakhir akan tampak sebuah warna. Selanjutnya, pasien diminta merenung, agar energi pengobatan meresap ke dalam tubuh. Dengan demikian, semua indera yang ada akan sehat kembali, “warna” menyembuhkan indera penglihatan, “aroma tumbuh-tumbuhan” menyembuhkan indera penciuman, “musik yang merdu” menyembuhkan indera pendengaran, dan terakhir, “air murni” menyembuhkan indera perasa. Saat meditasi selesai, harus minum air dari tabung. Energinya sangat besar, bagaikan seberkas sinar, menyinari tubuh dari atas hingga ke bawah. Seluruh tubuh bagai telah terpenuhi. Teknik pengobatan selalu berkaitan dengan “medan magnet” dan “energi matahari” , sekaligus merupakan pengobatan secara fisik dan kejiwaan.
Pendidikan Anak yang Ketat
Saat bayi masih dalam kandungan, sudah diberikan suara, musik serta bimbingan kecerdasan pada zaman itu. Semasa dalam kandungan, “orang pintar” akan memberikan pengarahan kepada orang tua sang calon anak. Sejak sang bayi lahir, orang tua merawat dan mendidiknya di rumah, menyayangi dan mencintai anak mereka. Di siang hari, anak-anak akan dititipkan di tempat penitipan anak, mendengar musik di sana, melihat getaran warna dan cerita-cerita yang berhubungan dengan cara berpikiran positif dan kisah bertema filosofis.
Pusat pendidikan anak, terdapat di setiap tempat. Anak-anak dididik untuk menjadi makhluk hidup yang memiliki inteligensi sempurna. Belajar membuka pikiran, agar jasmani dan rohani mereka bisa bekerja sama. Di tahap perkembangan anak, orang pintar memegang peranan yang sangat besar, pendidik mempunyai posisi terhormat dalam masyarakat Atlantis, biasanya baru bisa diperoleh ketika usia mencapai 60-120 tahun, tergantung pertumbuhan inteligensi. Dan merupakan tugas yang didambakan setiap orang.
Di seluruh wilayah, setiap orang menerima pendidikan sejak usia 3 tahun. Mereka menerima pendidikan di dalam gedung bertingkat. Di depan gedung sekolah terdapat lambang pelangi, pelangi adalah lambang pusat bimbingan. Pelajaran utamanya adalah mendengar dan melihat. Sang murid santai berbaring atau duduk, sehingga ruas tulang belakang tidak mengalami tekanan. Metode lainnya adalah merenung, mata ditutup dengan perisai mata, dalam perisai mata ditayangkan berbagai macam warna. Pada kondisi merenung, metode visualisasi seperti ini sangat efektif. Bersamaan itu juga diberi pita kaset bawah sadar. Saat tubuh dan otak dalam keadaan rileks, pengetahuan mengalir masuk ke bagian memori otak besar. Ini merupakan salah satu metode belajar yang paling efektif, sebab ia telah menutup semua jalur informasi yang dapat mengalihkan perhatian. “Orang pintar” membimbing si murid, tergantung tingkat kemampuan menyerap sang anak, dan memudahkan melihat bakat tertentu yang dimilikinya. Dengan begini, setiap anak memiliki kesempatan yang sama mengembangkan potensinya.
Pemikiran maju yang positif dan frekwensi getaran merupakan kunci utama dalam masa belajar dan meningkatkan/mendorong wawasan sanubari terbuka. Semakin tinggi tingkat frekwensi getaran pada otak, maka frekwensi getaran pada jiwa semakin tinggi. Semakin positif kesadaran inheren, maka semakin mencerminkan kesadaran ekstrinsik maupun kesadaran terpendam. Ketika keduanya serasi, akan membuka wawasan dunia yang positif: Jika keduanya tidak serasi, maka orang akan hanyut pada keserakahan dan kekuasaan. Bagi orang Atlantis, mengendalikan daya pikir orang lain adalah cara hidup yang tak beradab, dan ini tidak dibenarkan.
Dalam buku sejarah kami, kami pernah merasa tidak aman dan tenang. Karakter leluhur kami yang tak beradab masih saja mempengaruhi masyarakat kami waktu itu. Misalnya, memilih binatang untuk percobaan. Namun, kaidah inteligensi dengan keras melarang mencampuri kehidupan orang lain. Meskipun kita tahu ada risikonya, namun kita tidak boleh memaksa atau menghukum orang lain, sebab setiap orang harus bertanggung jawab atas perkembangan sanubarinya sendiri. Pada masyarakat itu, rasa tidak aman adalah demi untuk mendapatkan keamanan. Filsafat seperti ini sangat baik, dan sangat dihormati orang-orang ketika itu, ia adalah pelindung kami.
Kiamat yang Melanda Atlantis
Saya tidak bersuami. Pada waktu itu, orang-orang tidak ada ikatan perkawinan. Jika Anda bermaksud mengikat seseorang, maka akan melaksanakan sebuah upacara pengikatan. Pengikatan tersebut sama sekali tidak ada efek hukum atau kekuatan yang mengikat, hanya berdasarkan pada perasaan hati. Kehidupan seks orang Atlantis sangat dinamis untuk mempertahankan kesehatan. Saya memutuskan hidup bersamanya berdasarkan kesan akan seks, inteligensi dan daya tarik. Di masa itu, seks merupakan sebuah bagian penting dalam kehidupan, seks sama pentingnya dengan makan atau tidur. Ini adalah bagian dari “keberadaan hidup secara keseluruhan”, lagi pula tubuh kami secara fisik tidak menampakkan usia kami, umumnya kami dapat hidup hingga berusia 200 tahun lamanya.
Ada juga yang orang berhubungan seks dengan hewan, atau dengan setengah manusia separuh hewan, misalnya, tubuh seekor kuda yang berkepala manusia. Di saat itu, orang Atlantis dapat mengadakan transplantasi kawin silang, demi keharmonisan manusia dan hewan pada alam, namun sebagian orang melupakan hal ini, titik tolak tujuan mereka adalah seks. Orang yang sadar mengetahui bahwa ini akan mengakibatkan ketidakseimbangan pada masyarakat kami, orang-orang sangat cemas dan takut terhadap hal ini, tetapi tidak ada tindakan preventif. Ini sangat besar hubungannya dengan keyakinan kami, manusia memiliki kebebasan untuk memilih, dan seseorang tidak boleh mengganggu pertumbuhan inteligensi orang lain. Orang yang memilih hewan sebagai lawan main, biasanya kehilangan keseimbangan pada jiwanya, dan dianggap tidak matang.
Teknologi Maju yang Lalim
Pada masa kehidupan saya, kami tahu Atlantis telah sampai di pengujung ajal. Di antara kami ada sebagian orang yang tahu akan hal ini, namun, adalah sebagian besar orang sengaja mengabaikannya, atau tidak tertarik terhadap hal ini. Unsur materiil telah kehilangan keseimbangan. Teknologi sangat maju. Misalnya, polusi udara dimurnikan, suhu udara disesuaikan. Majunya teknologi, hingga kami mulai mengubah komposisi udara dan air. Terakhir ini menyebabkan kehancuran Atlantis.
Empat unsur pokok yakni: angin, air, api, dan tanah adalah yang paling fundamental dari galaksi dan bumi kami ini, basis materiil yang paling stabil. Mencoba menyatukan atau mengubah unsur pokok ini telah melanggar hukum alam. Ilmuwan bekerja dan hidup di bagian barat Atlantis, mereka “mengalah” pada keserakahan, demi kekuasaan dan kehormatan pribadi bermaksud “mengendalikan” 4 unsur pokok. Kini alam tahu, hal ini telah mengakibatkan kehancuran total. Mereka mengira dirinya di atas orang lain, mereka berkhayal sebagai tokoh Tuhan, ingin mengendalikan unsur pokok dasar pada bintang tersebut.
Menjelang Hari Kiamat
Ramalan “kiamat” pernah beredar secara luas, namun hanya orang yang pintar dan yang mengikuti jalan spritual yang tahu penyebabnya. Akhir dari peradaban kami hanya disebabkan oleh segelintir manusia! Ramalan mengatakan: “Bumi akan naik, Daratan baru akan muncul, semua orang mulai berjuang lagi. Hanya segelintir orang bernasib mujur akan hidup, mereka akan menyebar ke segala penjuru di daratan baru, dan kisah Atlantis akan turun-temurun, kami akan kembali ke masa lalu”. Menarik pelajaran, Lumba-lumba pernah memberitahu kami hari “kiamat” akan tiba, kami tahu saat-saat tersebut semakin dekat, sebab telah dua pekan tidak bertemu lumba-lumba. Mereka memberitahu saat kami akan pergi ke sebuah tempat yang tenang, dan menjaga bola kristal, lumba-lumba memberitahu kami dapat pergi dengan aman ke barat.
Banyak orang meninggalkan Atlantis mencari daratan baru. Sebagian pergi sampai ke Mesir, ada juga menjelang “kiamat” meninggalkan Atlantis dengan kapal perahu, ke daratan baru yang tidak terdapat di peta. Daratan-daratan ini bukan merupakan bagian dari peradaban kami, oleh karena itu tidak dalam perlindungan kami. Banyak yang merasa kecewa dan meninggalkan kami, aktif mencari lingkungan yang maju dan aman. Oleh karenanya, Atlantis nyaris tidak ada pendatang. Namun, setelah perjalanan segelintir orang hingga ke daratan yang “aneh”, mereka kembali dengan selamat. Dan keadaan negerinya paling tidak telah memberi tahu kami pengetahuan tentang kehidupan di luar Atlantis.
Saya memilih tetap tinggal, memastikan kristal energi tidak mengalami kerusakan apa pun, hingga akhir. Kristal selalu menyuplai energi ke kota. Saat beberapa pekan terakhir, kristal ditutup oleh pelindung transparan yang dibuat dari bahan khusus. Mungkin suatu saat nanti, ia akan ditemukan, dan digunakan sekali lagi untuk maksud baik. Saat kristal ditemukan, ia akan membuktikan peradaban Atlantis, sekaligus menyingkap misteri lain yang tak terungkap selama beberapa abad.
Saya masih tetap ingat hari yang terpanjang, hari terakhir, detik terakhir, bumi kandas, gempa bumi, letusan gunung berapi, bencana kebakaran. Lempeng bumi saling bertabrakan dengan keras. Bumi sedang mengalami kehancuran, orang-orang di dalam atap lengkung bangunan kristal bersikap menyambut saat kedatangannya. Jiwa saya sangat tenang. Sebuah gedung berguncang keras. Saya ditarik seseorang ke atas tembok, kami saling berpelukan. Saya berharap bisa segera mati. Di langit asap tebal bergulung-gulung, saya melihat lahar bumi menyembur, kobaran api merah mewarnai langit. Ruang dalam rumah penuh dengan asap, kami sangat sesak. Lalu saya pingsan, selanjutnya, saya ingat roh saya terbang ke arah terang. Saya memandang ke bawah dan terlihat daratan sedang tenggelam. Air laut bergelora, menelan segalanya. Orang-orang lari ke segala penjuru, jika tidak ditelan air dahsyat pasti jatuh ke dalam kawah api. Saya mendengar dengan jelas suara jeritan. Bumi seperti sebuah cerek air raksasa yang mendidih, bagai seekor binatang buas yang kelaparan, menggigit dan menelan semua buruannya. Air laut telah menenggelamkan daratan.
Sumber Kehancuran
Lewat ingatan Inggrid Benette, diketahui tingkat perkembangan teknologi bangsa Atlantis, berbeda sekali dengan peradaban kita sekarang, bahkan pengalamannya akan materiil berbeda dengan ilmu pengetahuan modern, sebaliknya mirip dengan ilmu pengetahuan Tiongkok kuno, berkembang dengan cara yang lain. Peradaban seperti ini jauh melampaui peradaban sekarang. Mendengarnya saja seperti membaca novel fiktif. Bandingkan dengan masa kini, kemampuan jiwa bangsa Atlantis sangat diperhatikan, bahkan mempunyai kemampuan supernormal, mampu berkomunikasi dengan hewan, yang diperhatikan orang sekarang adalah pintar dan berbakat, dicekoki berbagai pengetahuan, namun mengabaikan kekuatan dalam.
Bangsa Atlantis mementingkan “inteligensi jiwa” dan “tubuh” untuk mengembangkan seluruh potensi terpendam pada tubuh manusia, hal ini membuat peradaban mereka bisa berkembang pesat dalam jangka panjang dan penyebab utama tidak menimbulkan gejala ketidakseimbangan. Mengenai punahnya peradaban Atlantis, layak direnungkan orang sekarang. Plato menggambarkan kehancuran Atlantis dalam dialognya sebagai berikut:
“Hukum yang diterapkan Dewa Laut membuat rakyat Atlantis hidup bahagia, keadilan Dewa Laut mendapat penghormatan tinggi dari seluruh dunia, peraturan hukum diukir di sebuah tiang tembaga oleh raja-raja masa sebelumnya, tiang tembaga diletakkan di tengah di dalam pulau kuil Dewa Laut. Namun masyarakat Atlantis mulai bejat, mereka yang pernah memuja dewa palsu menjadi serakah, maunya hidup enak dan menolak kerja dengan hidup berfoya-foya dan serba mewah.”
Plato yang acap kali sedih terhadap sifat manusia mengatakan:
“Pikiran sekilas yang suci murni perlahan kehilangan warnanya, dan diselimuti oleh gelora nafsu iblis, maka orang-orang Atlantis yang layak menikmati keberuntungan besar itu mulai melakukan perbuatan tak senonoh, orang yang arif dapat melihat akhlak bangsa Atlantis yang makin hari makin merosot, kebajikan mereka yang alamiah perlahan-lahan hilang, tapi orang-orang awam yang buta itu malah dirasuki nafsu, tak dapat membedakan benar atau salah, masih tetap gembira, dikiranya semua atas karunia Tuhan.”
Hancurnya peradaban disebabkan oleh segelintir manusia, banyak yang tahu sebabnya, akan tetapi sebagian besar orang mengabaikannya, maka timbul kelongsoran besar, dalam akhlak dan tidak dapat tertolong. Maka, sejumlah kecil orang berbuat kesalahan tidak begitu menakutkan, yang menakutkan adalah ketika sebagian besar orang “mengabaikan kesalahan”, hingga “membiarkan perubahan” selanjutnya diam-diam “menyetujui kejahatan”, tidak dapat membedakan benar dan salah, kabar terhadap kesalahan mengakibatkan kesenjangan sifat manusia, moral masyarakat merosot dahsyat, mendorong peradaban ke jalan buntu.
Kita sebagai orang modern, dapatlah menjadikan sejarah sebagai cermin pelajaran, merenungi kembali ilmu yang kita kembangkan, yang mengenal kehidupan hanya berdasarkan pengenalan yang objektif terhadap dunia materi yang nyata, dan mengabaikan hakikat kehidupan dalam jiwa. Makna kehidupan sejati, berangsur menjadi bisnis memenuhi nafsu materiil, seperti ilmuwan Atlantis, segelintir orang tunduk pada keserakahan, tidak mempertahankan kebenaran, demi kekuasaan dan kemuliaan, mengembangkan teknologi yang salah, merusak lingkungan hidup. Apakah kita sedang berbuat kesalahan yang sama?

Mukjizat Nabi Musa



Masih ingatkah teman-teman dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut merah dengan tongkatnya? Jika salah satu diantara teman-teman yang menganggap kisah tersebut hanya merupakan dongeng belaka, sekarang mari kita simak tulisan yang saya uraikan dibawah ini.

Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam dilautan tsb saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa2 tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan,memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, dimana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.
poros roda dari salah satu kereta kuda
Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Diantara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.

Sekarang mari kita perhatikan gambar diatas, Pada bagian peta yang dilingkari (lingkaran merah), menurut para ahli kira-kira disitulah lokasi dimana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat
Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter. Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima Jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!! sungguh luar biasa, Allah Maha Besar.

12 Penemuan Penting Tentang Seks di Tahun 2010


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFT-8w5A9_NHALOzJkCQMIWVigya7tHe-rUNJ7QSc9UydfLAZK9LDesVHH4R-Y4efI-7XlMRHDiAN0y8uKhpsud5T0g7MxX6NJl9IlvJmPqa3IUoe2dE5SVVJKGqvle1U0MN-1sF1Y128/s1600/sex.jpg
Sejumlah penelitian tentang seks telah menghadirkan fakta-fakta yang menghebohkan sepanjang tahun 2010. Di antaranya soal manfaat bercinta, fakta-fakta di balik orgasme pada wanita hingga pentingnya menghindari seks pranikah.

Dikutip dari YourTango, berikut ini 12 penemuan penting yang sempat bikin heboh dunia esek-esek.

1. Menghindari seks pranikah bikin rumah tangga bahagiaPenelitian yang membuktikan hal ini termuat dalam The Social Science Research Journal. Dari 648 orang yang disurvei, 56 persen di antaranya lebih bahagia karena tidak berhubungan seks dengan pasangannya hingga hari pernikahan.

2. Hanya 22 persen pasutri yang sangat puas dengan kehidupan seksualnyaSurvei yang dilakukan YourTango menunjukkan 66 persen pasangan suami istri (pasutri) hanya berhubungan seks 1 kali seminggu, sementara 63 persen suami ingin melakukannya lebih sering lagi. Secara keseluruhan, hanya 22 persen suami maupun istri yang sangat puas dengan kehidupan seksualnya.

3. Pria tak tahu tanda-tanda wanita orgasmeSurvei berskala besar yang dilakukan The National Survey of Sexual Health and Behavior

4. Karir yang bagus bikin seks lebih bergairahSibuk bekerja bukan berarti tidak sempat memikirkan kehidupan seks. Survei di University of Wisconsin membuktikan pasangan yang lebih rutin berhubungan seks justru berasal dari kelompok yang memiliki karir bagus.

5. Sering bercinta dapat meningkatkan memori otakSebuah penelitian di Princeton mengungkap frekuensi bercinta berbanding lurus dengan pertumbuhan syaraf hippocampus, bagian otak yang merupakan pusat memori. Diduga efek ini bisa menunda pikun saat memasuki lanjut usia.

6. 50 persen wanita menikah menilai suaminya bukan partner seks terbaikSurvei yang dilakukan iVillage ini tidak hanya mengungkap betapa seks pranikah telah menjadi hal yang sangat lumrah. Lebih dari itu, 50 persen wanita mengaku lebih puas bercinta dengan pasangan seks terdahulunya sebelum menikah.

7. Suka selingkuh adalah pengaruh genGen reseptor dopamin yang dinamakan DRD4 ditemukan tahun ini dan diyakini menyebabkan sebagian pria cenderung suka selingkuh. Gen ini memberikan sensasi rasa senang yang juga muncul saat berjudi dan mengonsumsi obat terlarang.

8. Punya saudara perempuan bikin pria nggak seksi
Penelitian di University of Texas membuktikan pria yang memiliki banyak saudara perempuan kurang menarik bagi calon pasangannya. Tidak diketahui pasti alasannya, namun diduga pria cenderung lebih manja ketika terlalu lama berada di antara saudara-saudara perempuannya, padahal pria manja kurang menarik bagi wanita.

9. Sensitivitas ujung jari menujukkan kemampuan wanita untuk orgasmeJournal of Sexual Medicine mengungkap wanita yang responsif saat menyentuh benda panas atau bentuk rangsang nyeri yang lain cenderung lebih mudah untuk mencapai orgasme. Jadi jika ingin tahu mudah atau tidaknya wanita mencapai orgasme, sentuh saja ujung jarinya. Jangan yang lain!

10. Pria gemuk lebih jago dalam bercintaSebuah penelitian di Turki menunjukkan ukuran lingkar pinggang pada pria berbanding lurus dengan kadar hormon oestradial. Hormon yang lebih banyak dimiliki wanita ini berfungsi menunda orgasme, sehingga bisa bertahan lebih lama saat bercinta dibandingkan dengan pria dengan lingkar pinggang yang lebih kecil.

11. 25 persen wanita pilih kurus daripada orgasmeOrgasme sepertinya bukan segala-galanya bagi sebagian wanita, bahkan tidak lebih menarik dibandingkan punya pinggang ramping nan seksi. Penelitian di Inggris menunjukkan 25 persen wanita lebih memilih kurus meski risikonya sakit-sakitan dan susah mengalami orgasme.

12. Otak wanita tidak bisa merasakan sakit saat orgasmeOrgasme pada wanita melibatkan proses yang sangat rumit di otak, sampai-sampai otak tidak mampu merasakan sakit selama berada dalam puncak kenikmatan. Para peneliti di Rutgers University di New Jersey mengungkap hal itu saat merekan proses orgasme wanita dengan magnetic resonance imaging
mengungkap 85 persen pria mengira pasangannya mencapai orgasme dalam hubungan seks terakhir yang dilakukan. Kenyataanya hanya 64 persen wanita yang mengaku benar-benar orgasme.

10 Air Terjun Tertinggi di Dunia

1. Angel Falls (3,212 ft)
Terletak di Taman Nasional Canaima, Venezuela

2. Tugela Falls (3,110 ft)
Terletak di Taman Nasional Natal, sungai Tugela, Afrika Selatan


3. Utigord Falls (2,625 ft)
Terletak di Norwegia, merupakan air terjun glasier.


4. Monge Falls (2,540 ft)
Terletak di Marstein, Norwegia, di sungai Mongebeck


5. Gocta Cataracts (2,532 ft)
Terletak di Chachapoyas, Peru

6. Mutarazi Falls (2,499 ft)
Terletak di Taman Nasional Nyanga, Zimbabwe, di sungai Mutarazi

7. Yosemite Falls (2,425 ft)
Terletak di Taman Nasional Yosemite, California, USA

8. Espelands Falls (2,307 ft)
Terletak di Fyord Hardanger, Norwegia, di sungai Opo

9. Lower Mar Valley (2,151 ft)
Terletak di eikesdal, Norwegia, di jeram Mardals


10. Tyssestrengene (2,123 ft)
Terletak di Odda, Norwegia, di sungai Tyssa

Ramalan Jucelino Nobrega da Luz



Jucelino Nobrega da Luz adalah orang Brasil, lahir tahun 1960, profesinya saat ini ialah guru sekolah, dan dengan istri serta kedua anaknya menjalani hidup yang sederhana, ia adalah penduduk kota yang sangat biasa.

Peristiwa yang ia ramalkan disertai tanggal, bulan, tahun kejadian bencana besar dan dilengkapi dengan petunjuk yang jelas, selain itu agar di kemudian hari jikalau terdapat pihak ketiga yang meragukan kesahihan ramalannya, Jucelino selalu mempublikasikan ramalan dengan tanggal dan peristiwa kejadian, meminta untuk disahkan biro notaris atau jawatan pos negara, sehingga memudahkan pihak lain melakukan pemeriksaan.
Ramalan Jucelino secara beruntun terbukti
Jucelino Nobrega da Luz
Apabila orang atau makna yang ditemuinya di dalam mimpi termasuk urusan pribadi, ia hanya memberitahukan kepada yang bersangkutan, tetapi jika yang bersangkutan adalah seorang kepala negara atau tokoh terkenal dan berkuasa di dalam masyarakat, selain akan berefek besar terhadap masyarakat, maka ia juga akan memberitahu pers dan media massa di negara tersebut. Perbedaan Jucelino dengan ahli ramal lainnya ialah, firasat yang ditemui dalam mimpinya akan disampaikannya secara utuh dan tanpa diseleksi, langsung kepada yang bersangkutan. Selain itu seperti yang disampaikan di atas, ia juga memberitahu kepada yang bersangkutan tentang pendokumentasian perihal ramalannya di biro notaris pemerintah, atau memperoleh bukti pengiriman dari jawatan pos negara, adakalanya ia mengirim surat yang dilampiri resi tentang suratnya atau mengirim berita singkat kepada yang bersangkutan. Oleh karena itu ia setiap hari membutuhkan biaya cukup besar untuk keperluan korespondensi firasat mimpinya. Biaya-biaya tersebut harus berasal dari penghasilan minim seorang guru yang kehidupan sehari-harinya dilakukan dengan berhemat.
Ada yang bertanya kepadanya pada umur berapa ia mulai bermimpi firasat mimpi, ia menjawab sejak usia sembilan tahun, dimulai pada tahun 1969, sehari ia terkadang bermimpi 3 hal, juga pernah bermimpi sembilan hal, setiap hari jumlah yang ia mimpikan tidak sama. Ia berkata, firasat mimpi yang ditemuinya selalu muncul dengan alami di dalam situasi mimpinya, sama sekali bukan ia sendiri yang memilihkannya. Jucelino dikala berusia 19 tahun, berjumpa dengan orang suci peramal terkenal di Brasil, Franciscoshabiz, sesudah itu bencana dan peristiwa berskala dunia secara berangsur bertambah di dalam firasat mimpi. Franciscoshabiz pernah dua kali dinominasikan sebagai peraih hadiah Nobel perdamaian, ia adalah ahli supra natural tersohor, juga adalah seorang dermawan. Oleh karena hubungan sebab akibat ini, kejadian yang diramal Jucelino sudah melebihi 80.000 kasus, mari kita simak dari firasat mimpinya beberapa ramalan pilihan bersif at internasional dan bencana berskala besar yang sudah terjadi, agar kita bersama-sama kilas balik dengan peristiwa di bawah ini:
Peristiwa terbunuhnya Putri Diana
Tanggal 4 Maret 1997, surat peringatan yang dikirim via pos kepada Lady Diana, “Saya menerima info dari Tuhan, ada orang berniat jahat merencanakan skenario kecelakaan mobil terhadap anda, jiwa anda juga bisa mengalami bahaya, tujuh malaikat mengatakannya demikian kepada saya. Kemungkinan anda akan tewas di dalam kecelakaan mobil kali ini, namun para pakar barangkali bisa menganggapnya sebagai human error saat berkendara dan mengurusinya sebagai kejadian kecelakaan, akan tetapi mereka salah sama sekali. Pembunuhnya ada di dekat anda?..peristiwa pembunuhan ini kemungkinan terjadi sebelum tibanya tahun 2000.”
Jucelino juga pernah mengirimkan surat peringatan tersebut per pos kepada tiga media cetak besar Inggris yakni Times, Daily Telegraph dan Guardian, tetapi hingga hari ini tidak pernah diberitakan. Peristiwa kecelakaan mobil terjadi setelah lima bulan sejak terkirimnya surat peringatan yakni tanggal 31 Agustus 1997, persis seperti uraian ramalan bahwa pada akhirnya diselesaikan dengan sembrono sebagai human error dalam berkendara.
Di dalam ramalan dicatat bahwa peristiwa itu bisa terjadi sebelum tahun 2000, meskipun tidak terdapat tanggal, bulan dan tahun yang pasti, tetapi dua tahun sebelum ramalan, di dalam surat yang dikirim Jucelino kepada presiden Brasil ketika itu Fernando Henrique Silva Cardoso, disebutkan (surat ini dibubuhi stempel biro notaris) bahwa, “Tahun 1997 sampai 1998 Lady Diana bisa tewas?.”
Dua kali serangan terhadap WTC, kali kedua adalah kejadian teror 911
Tahun 1989, sebuah surat peringatan dikirim kepada presiden Amerika dan kedutaan Inggris, surat tersebut tertanggal 26 Oktober 1989 per pos dan tercatat di kantor notaris Klicheeba di kota Palana.
Di dalam surat tersebut juga diramalkan bahwa tahun 1993 untuk kali pertama WTC bakal diserang, meskipun tidak dinujum tanggal serangan, namun serangan kedua kalinya dengan sangat jelas disebutkan pada tanggal 11 September 2001. Mengenai hasil dari surat peringatan tersebut, telah anda ketahui. Serangan pertama WTC terjadi tiga setengah tahun sesudah surat peringatan diterima yakni tanggal 26 Februari 1993, suatu kasus peledakan areal parkir yang menimbulkan korban tewas dan terluka, sedangkan serangan kedua terjadi pada 12 tahun kemudian yakni 11 September 2001, ” Kasus serangan 911 dilakukan serentak oleh banyak teroris” yang tela h menggemparkan dunia.
Yang membuat orang terkejut dan terheran-heran ialah di dalam surat peringatan/ramalann ya itu juga tercatat: sesudah serangan kedua terhadap WTC, meletus perang Afghanistan dan Irak, setelah Irak terkalahkan, presiden Saddam Hussein melarikan diri dan bersembunyi di wilayah Irak tengah di kota Ad Dawr dan lain sebagainya, juga diramal dengan terperinci, peristiwa yang para pembaca sudah ketahui semua, di dalam surat ramalan tersebut kejadian yang diramalkan satu per satu telah terjadi.
Surat peringatan itu juga dikirim per pos kepada ayah presiden sekarang George Bush, kala itu si Bush tua, surat peringatan ramalan per tahun 1989 tersebut ditulis 9 tahun kemudian pada tanggal 28 Oktober tahun 1998 dan dikirim ulang kepada presiden Clinton, di dalam surat tersebut disampaikan: “Jucelino sangat mengkawatirkan bencana yang dulu telah dilihatnya di dalam mimpi, itu adalah kaum teroris melancarkan serangan terhadap pulau Manhattan, gedung jangkung dikepung oleh api raksasa yang datang dari langit. Mungkin saja ada orang mengira bahwa ini sedang berkelakar dan tidak menganggapnya serius, akan tetapi mutlak bukan lelucon, oleh karena itu saya mengirim surat kepada media utama Amerika, berharap mereka bisa mempublikasikan surat peringatan ramalan saya.”
Seperti dijelaskan di depan, peristiwa besar semacam itu bisa berdampak kepada masyarakat, Jucelino biasanya mempublikasikannya sebelum kejadian, ia tida k saja menghubungi yang bersangkutan, bahkan isi yang sama, ia kirim bersamaan ke media massa dan sebagainya. Namun sampai dengan sekarang, nyaris tak ada perusahaan media massa yang mau menerima permintaannya untuk menyiarkan kepada khalayak. Demikian pula agen berita Miami Herald yang persis menerima surat peringatan itu membalas surat singkat kepada Jucelino dengan isi :
“Di dalam surat anda yang dikirim kepada kami per tanggal 26 Oktober 1989, diramalkan bahwa gedung WTC pada tanggal 11 September 2001 akan mengalami serangan kaum teroris, terhadap ramalan ini agen berita kami memberikan apresiasi. Selain itu anda juga di dalam surat tersebut meramalkan Amerika bisa terjadi 2 kali perang, akhirnya bisa bertempur melawan Irak, juga Saddam melarikan diri, serta tentang ia lari dan bersembunyi di Ad Dawr, Irak tengah dan lain berita detail lainnya telah dengan rinci diramalkan. Sayang sekali kami tidak bisa mempublikasikan isi berita seperti itu, karena kami khawatir bisa menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat?”
Mengenai lokasi persembunyian Saddam, sesudah peristiwa terjadi pada tanggal 13 September 2001, pos yang disampaikan kepada presiden Amerika George Bush dengan sangat detail diceritakan tentang “lokasi persembunyian Saddam, di sebelah luarnya terdapat sebuah poster tentang bahtera nabi Nuh, di tepi sungai Tigris terdapat sebuah lobang, di atasnya ditutupi dengan papan kayu dan karpet imitasi, aksesnya dikamuflasekan dengan batu bata, tanah dan sampah.”
Kemudian sesudah membaca berita baru mengetahui bahwa ramalan Jucelino betul-betul sangat tepat, ramalan yang pada realitanya membuat orang sangat tercengang itu masih terus berkelanjutan. Tentang Saddam pasca penangkapan dari pemberitaan pers kita ketahui bahwa sesudah dinyatakan bersalah dan divonis hukuman mati dan dieksekusi pada tanggal 30 Desember 2006 lalu. Sesudah itu terjadi pertentangan sengit antar kelompok Sunni dan Syiah di negeri Irak, bisa sewaktu-waktu mengakibatkan situasi perang saudara, setiap pagi dan malam hari banyak korban tewas warga sipil tak berdosa telah berjatuhan.
Namun vonis mati Saddam seperti ini dan Irak pasca Saddam dipenuhi kekalutan di dalam negeri, berkaita n dengan ramalan Jucelino ini, tanggal 29 Mei 2006 lalu telah dikirim kali ketiga kepada Radio Pass FM Indonesia yang berada di Jakarta, isi seluruhnya cocok, sebagai berikut :
“Menurut pengadilan Irak, Saddam di vonis bersalah, dan kemungkinan dieksekusi mati pada tanggal 30 Desember 2006. Dengan demikian seluruh negeri Irak akan terjadi pertikaian, dan akan terjadi banyak korban jiwa.” Selain itu, sering kali firasat mimpi tepat ditunjukkan kepada Jucelino, membiarkan dia di dalam alam mimpi melihat tokoh dari musibah dan bencana dunia, dari sini bisa diketahui bahwasanya ia bukan “manusia biasa”, ia pasti memiliki kekuatan meneropong masa depan dan kemampuan meramal yang menakjubkan.
Gempa besar di laut Sumatera
Surat peringatan terawal yang dikirim ialah 8 tahun sebelum terjadi Tsunami di Aceh tahun 2004, tepatnya pada tanggal 16 September 1996 lalu, dikirim per pos kepada duta besar India di Brasilia, ibu kota Brasil. Di dalam surat tersebut diramalkan bahwa tanggal 26 Desember 2004 pagi hari di propinsi Aceh, Indonesia bakal terjadi gempa bumi 8,9 skala Richter, Indonesia dan India diterjang Tsunami setinggi 10 meter itu. Surat peringatan kepada presiden Indonesia Soeharto dikirim per tanggal 30 April 1997, isi surat tersebut: “Saya di dalam mimpi melihat tanggal 26 Desember 2004 pagi hari jam 7, Asia Selatan bakal diguncang oleh 8.9 skala richter gempa besar, bersamaan dengan itu juga bisa terjadi tsunami setinggi 10 meter, area penyebarannya dimulai dari propinsi Aceh, Indonesia, India, Malaysia, Sri Langka, Thailand, Maldivas, Bangladesh dan sebagainya bahkan mencapai hingga Mauritius. Dan bakal ada 100.000 jiwa terenggut?”
Alhasil, gempa bumi sesuai ramalan di dalam surat peringatan tersebut terjadi pada pagi hari jam 7.58 tanggal 26 Desember 2004, angka tewas melebihi 200. 000 orang, gelombang tsunami tertinggi mencapai 30 meter, ada banyak sekali orang raib ditelan tsunami yang menerjang pantai. Para kedubes seperti Indonesia , Filipina , Thailand dan lain-lain, juga telah menerima surat yang sama, surat resmi ters ebut semuanya terlampiri stempel jawatan pos terkait. Selain itu Jucelino juga menerima surat ucapan terima kasih dari berbagai kedubes atau pejabat sekretariat kepresidenan negara bersangkutan.
Surat ucapan terima kasih dari kantor kepresidenan berisi keluhan sebagai berikut: “Mengenai gempa bumi dan tsunami jikalau sampai terjadi pada tahun 2004, demi menghindari terjadinya bencana yang mengerikan ini, ada banyak hal terpaksa harus kami lakukan, namun kami juga merasa tak berdaya.” Selain itu, isi surat balasan sederhana berasal kedubes Indonesia : “?.kami ak an menyampaikan isi surat anda kepada negara kami, apabila ada berita lain yang hendak disusulkan, jangan ragu-ragu menyampaikan. “
Dari situ bisa diketahui, 8 tahun sebelum bencana terjadi, Jucelino sudah meramalkan bakal ada gempa bumi super-besar dan tsunami besar melanda kawasan Asia Selatan dengan korban tewas melebihi 100.000 orang, dari dalam surat peringatan tersebut dengan rinci kami dapat mengetahui bahwa Jucelino juga secara parsial mengirim surat resmi pemberitahuan dengan detail tentang tahun, bulan, tanggal dan waktu kejadian, kepada negara-negara yang bakal tertimpa bencana, namun pada kenyataannya tiada langkah-langkah pencegahan efektif apapun yang dilakukan.
Peramal jitu Jucelino Nobrega da Luz adalah orang Brasil, pada 2 edisi terdahulu telah membabarkan ketepatan ramalannya . Minggu ini kita akan menyajikan ramalan masa depan.
Tahun 2008
  • Obat penangkal penyakit AIDS dan Dengue berhasil ditemukan.
  • Tanggal 18 Juli bakal terjadi gempa bumi besar di Filipina, akan terdapat ribuan korban tewas.
  • Empire State Building , New York , pada bulan September bakal mengalami peristiwa teror.
  • Pada tanggal 13 September akan terjadi gempa besar 9,1 skala richter di Tiongkok, sumber gempa di Nanning dan pulau Hainan, bersamaan itu bakal terjadi tsunami besar setinggi 30 meter lebih, menimbulkan jutaan korban tewas. Tsunami tersebut sangat mungkin menyapu Jepang pula.
Tahun 2009
  • Tanggal 25 Januari bakal terjadi gempa bumi besar ber-skala richter 8,9 menyerang Osaka dan Kobe , Jepang, dikuatirkan korban tewas mencapai beberapa puluh ribu orang.
  • Bulan November di Jepang terjadi lagi gempa bumi besar, bakal ada ribuan orang tewas.
  • Pemerintah Brazil dikarenakan krisis ekonomi dan tidak mampu menerbitkan dana asu-ransi dan pensiun, sehingga rakyat di ibu kota dan penjara memberontak.
  • Tanggal 24 Agustus Istambul, Turki, bakal terjadi gempa bumi besar berskala Richter 8,9, jalanan banyak yang retak dan patah.
  • Tanggal 16 Desember di wilayah timur Sumatra , Indonesia , bakal terjadi 7,8 skala Richter gempa bumi, ribuan orang tewas.
Tahun 2010
  • Temperatur beberapa negara Afrika kemungkinan besar meningkat hingga 58? Celcius, bersamaan itu terjadi kekurangan air bersih yang parah.
  • Tanggal 15 Juni pasar saham di New York bakal runtuh, ekonomi dunia akan memasuki kondisi krisis
  • Suhu di Afrika bisa mencapai 58? Celcius, angka yang pada awal mendengar seolah-olah sulit dipercaya, namun pada kenyata-annya pada awal bulan Mei 2007, menurut info para pelancong yang pergi ke sekitar wilayah Afrika, temperatur di Yunani dan Turki sudah mencapai 39? hingga 40? Celcius, sedangkan ibu kota utama Irak dan jazirah Arab temperatur tingginya berta-han di suhu 45? ? 46? Celcius, pada musim panas suhu tertinggi dimungkinkan terjadi. Suhu awal Mei saja sudah sedemikian tinggi, bisa dibayangkan pada tahun 2010 kelak pemanasan global bakal semakin parah, temperatur di banyak negara Afrika sangat dimungkinkan mencetak rekor tertinggi yang susah dibayangkan.
Tahun 2011
  • Penelitian metode penyembuhan penyakit kanker berhasil dengan sukses, akan tetapi jenis penyakit baru lainnya bakal muncul.
  • Wabah beracun yang mematikan bakal muncul, dinamakan ALS (red.: terjemahan harfiah, belum tentu akurat) yang menyebabkan kehilangan kekebalan tubuh, apabila terjangkit penyakit tersebut dalam tempo 4 jam bakal meninggal.
  • Flu burung jenis H5NI mulai resmi menyerang umat manusia, hingga tahun 2013 terdapat sekitar 73.000.000 orang tewas karena virus ini.
Ciri khas ramalan Jucelino tidak saja meramalkan penyakit menular dan terjadinya gempa, bahkan penyakit yang belum terjadi dan nama dari gempapun bisa diramal, misalnya judul buku karangan Al Gore, mantan wakil presiden AS, berjudul An Inconvenient Truth, angin puting beliung menyapu ibu kota Brazil, Rio de Janeiro menimbulkan ri-buan korban tewas, ALS sebutan untuk penyakit menular yang muncul pada tahun 2011, gempa bumi besar dari San Francisco, AS, tahun 2006 dinamakan The Big One dan lain-lain contoh tipikal.
Tahun 2012
  • Oleh karena perluasan area kebakaran ladang sewaktu musim kekeringan, gurunisasi dimulai, antara tahun 2015 – 2020 rimba belantara Amazon bakal lenyap.
  • Mulai 6 Desember langit berubah memasuki jaman awan hitam, disebut sebagai kabut pekat karena cuaca.
  • Oleh karena tersebar luasnya penyakit menular umat manusia mulai punah.
Tahun 2013
  • Penelitian untuk metode penyembuhan penyakit kanker selain tumor otak dinyatakan berhasil.
  • Pulau Bahama dari kepulauan Hindia barat (gugus kepulauan dekat Karibia), antara tanggal 1 -25 November dikarenakan letus-an gunung berapi terjadi gempa bumi, sesudah itu juga bakal terjadi tsunami super raksasa seting-gi 150 meter, gelombang tsunami setinggi kira-kira 80 meter akan menyapu lautan Karibia, daratan AS, Brazil dan lain-lain juga bakal diterjang masuk jauh ke daratan hingga 15 – 20 km. Sebelum tsunami terjadi, air laut akan surut sedalam 6 meter, sejumlah besar penyu juga akan mulai bergerak.
Diramalkan oleh Jucelino di saat anjing dan kucing mengetahui akan ada bencana besar menimpa, mereka tentu akan melarikan diri dari tempat tinggalnya, 24 jam sebelum meninggalkan lokasi mereka akan menunjukkan tanda-tanda gerakan tak lazim, maka itu kita bisa berdasarkan hal tersebut menjadikannya sebagai standar pengamatan.
Tahun 2014
Planet kecil perlahan-lahan mendekati bumi dan ada kemungkinan bertubrukan dengan bumi, eksistensi planet kecil ini mempengaruhi permasalahan tentang timbul tenggelamnya umat manusia di bumi.
Tahun 2015
Pertengahan November suhu rata-rata dunia kemungkinan mencapai 59? Celcius, ada banyak orang mati kepanasan, dengan demikian kekalutan besar dunia semakin parah saja.
Tahun 2016
  • Pertengahan bulan April terjadi serangan taifun, ada ibu kota di Tiongkok mengalami kerusakan, sekitar 1.000 orang tewas.
  • Presiden AS saat ini George W. Bush bakal masuk ruang gawat darurat RS, jiwanya di ambang kematian.
Tahun 2018
Mengenai masalah pendekatan planet kecil ke bumi, para pemimpin berbagai pemerintah-an dunia berkumpul mengadakan rapat penanggulangannya. Juce-lino pada tahun 2000 sudah me-ramalkan, selain itu juga memberitahu keberadaan planet kecil itu kepada NASA, pada tanggal 31 Juni 2002 sebagian kecil petinggi NASA menamakan planet kecil tersebut “2002NZT7″.
Tahun 2019
  • Kemungkinan besar solusi dari hasil penelitian bakal menggunakan kekuatan ilmiah, akan tetapi apabila bumi bertabrakan dengannya, maka bisa mengakibatkan 1/3 penduduk dunia musnah. Jucelino meramalkan kemungkinan planet kecil menubruk bumi sebesar 60%.
  • Wilayah laut timur Jepang bakal terjadi gempa bumi super besar yang masih lebih hebat daripada gempa bumi besar yang pernah terjadi di lautan Sumatera , Indonesia .
Tahun 2025
  • Para pakar klimatologi menemukan kembali planet kecil, ternyata sangat mungkin berta-brakan kembali dengan bumi, kemungkinan bertubrukan mencapai 80%.
Tahun 2026
  • Terjadi gempa super besar di San Francisco pada bulan Juni, disebut sebagai “The Big One”, patahan besar San Andreas Fault bisa rusak, negara bagian California bisa hancur, banyak kawah gunung berapi bakal terbuka kembali, ketinggian tsunami juga bisa melebihi 150 meter.
Dari ramalan peringatan untuk masa depan, selain ramalan seperti tersebut di atas, masih ada ramalan yang lebih mengejutkan orang, ramalan terakhir yang bisa disampaikan Jucelino adalah hingga tahun 2043
Tahun 2043
Penduduk dunia berkurang secara drastis, terdapat sekitar 80% penduduk tewas di dalam bencana.
Pesta olahraga Olimpiade dunia dilangsungkan di Beijing apakah bakal berjalan dengan lancar?
Seperti dikisahkan di depan, tahun 2008 akan terjadi gempa bumi besar 9,1 skala richter menimbulkan jutaan korban tewas di Tiongkok, menurut ramalan Jucelino, tanggal terjadinya gempa ialah 13 September, sedangkan tanggal berlangsungnya Olimpiade ialah 8 – 24 Agustus, ditilik dari jadwal tersebut, sesudah Olimpiade usai baru terjadi gempa bumi. Tetapi yang dikuatirkan ialah sebelum terjadi gempa besar tersebut, gempa-gempa kecil bakal terjadi berulangkali (pada bulan mei 98 ini juga terjadi gempa yang cukup dahsyat di China ), yang juga bakal membuat negara dan rakyat memasuki era tidak tenang.
Meskipun Jucelino tidak dengan jelas memastikan tepat kapan terjadinya, namun jika dia-sumsikan dengan 1 hingga 2 bulan, sangat mungkin terjadi sewaktu berlangsungnya Olimpiade, kalau memang demikian bisa membuat kepercayaan penyelenggara dan atlet peserta menjadi goyah. Sewaktu penulis membaca sepotong ramalan Jucelino, di dalam benak sekejap teringat akan pesan Mr. John Titoer (terjemahan harfiah, belum akurat) bahwa “Olimpiade Athena pada tahun 2004 adalah yang terakhir.
Akan tetapi, pusat gempa sesuai ramalan apabila terjadi di Nanning dan sekitar pulau Hai-nan, pulau terujung di Tiongkok, sedangkan di sekeliling kedua tempat tersebut asalkan tidak dibangun arena pertandingan, maka Olimpiade dunia bakal ditutup dengan sukses. Namun letak persoalannya ialah pemerintah PKC (Partai Komunis China ) hanya mementingkan jaga muka, dengan hanya memprioritaskan keberhasilan Olimpiade lantas mengabaikan gempa awal yang semakin kerap, kemungkinan tia-danya antisipasi terhadapnya sa-ngat tinggi. Pemerintah PKC barangkali bakal menyesuaikan si-kon akan membatasi pemberitaan, memblokir berita kejadian gempa awal yang diramalkan terhadap pers dalam dan luar negeri, tindakan semacam itu mutlak bakal membuat bencana seperti yang diramalkan bertambah parah. Di dalam surat peringatan Jucelino dikatakan: “Jikalau tidak dilakukan proteksi yang baik terhadap masyarakat sipil, bisa membawa kerugian sangat parah.”
Ramalan Jucelino juga menyebutkan kedatangan jaman es
Ia juga meramalkan dengan tepat tentang anomali cuaca, salah satunya, pada tahun 2003 terjadi suhu panas di Eropa, di dalam surat peringatan tanggal 29 Oktober 2001 Jucelino meramalkan: “Alam akan menyerang balik bumi, kenaikan temperatur di Perancis, Jerman dan Portugal menimbulkan puluhan ribu korban tewas, bencana ini bisa terjadi pada tahun 2003 dan 2004.” Realitanya, suhu musim panas di Eropa pada tahun 2003 mencapai puncaknya, terdapat sekitar 35 ribu orang mati kepanasan. Diantaranya di Perancis dan Jerman yang paling hebat, korban tewas di Perancis sebanyak 14.000 jiwa, di Jerman sekitar 7.000 orang.
Disimak dari ramalan Jucelino, pemanasan global semakin lama semakin naik, sampai tahun 2012 suhu di negara Afrika barangkali bisa mencapai 58? Celcius yang meresahkan orang, bersamaan dengan itu juga bisa terjadi kekurangan air yang parah, sesudah itu suhu juga akan sema-kin naik, hingga tahun 2015 suhu rata-rata bumi bisa mencapai 59? Celcius, banyak orang akan mati kepanasan, ketakutan besar umat manusia akan semakin menggl-bal. Apabila betul-betul terjadi seperti itu, tentu saja bisa berakibat kekeringan dan kekurangan pasokan pangan dan menimbulkan ketegangan antar negara, Ju-celino juga meramalkan tahun 2011 bisa jadi kekurangan air maka menimbulkan meletusnya perang baru, tentang perang ini ia tidak meramalkan secara rinci, namun dirasakan itu bukannya perang perbatasan yang sederhana.
Bagaimanapun gejala pemanasan yang terjadi sekarang ini bukannya seperti yang dianggap para pakar cuaca bahwa “kecepatan pemanasan sangat lamban”, melainkan melonjak dengan drastis. Akan tetapi pemanasan seolah-olah juga mutlak tidak berlangsung terus menerus, sesudah pemanasan global, telah menanti gejala berbalik menjadi ekstrim dingin. Asalkan suhu bumi sedemikian meningkat drastis, pulau Greenland dan kutub selatan akan ada es dalam jumlah cukup besar yang meleleh, hal mutlak yang tak dapat dihindari, alhasil sirkulasi besar samudra menjadi lemah sehingga berubah menjadi efek pendinginan, meluncur secepat kilat, yang me-nandakan akan terjadi sebuah kelahiran jaman es baru. Dalam ramalan Jucelino sepertinya juga dibuktikan bahwa pada tahun 2027 sesudah terjadi keadaan pendinginan global, masih lagi akan menghadapi sebuah jaman es yang baru. Isi detail ramalan tersebut :
“Gunung berapi Yellow Stone Park di Amerika mulai meletus, oleh karena semburan api begitu besar sehingga menga-kibatkan lahar dan asap akan meluas ke segala penjuru hingga sejauh 1.600 km, seperti Kansas, Nebraska dan Montana dan lain sebagainya, bakal mengalami bencana besar, sesudah gunung api ini meletus bisa terlahir lagi jaman es baru. Letusan gunung berapi bukan hanya terjadi di Yellow Stone Park , di seluruh tempat di dunia bisa juga terjadi, oleh karena semburan asap telah menutupi matahari, lebih-lebih lagi arus sirkulasi besar dari samudera terhenti maka telah merangsang pembentukan gejala pendinginan global.
Al Gore memperoleh hadiah nobel perdamaian
Seperti telah anda ketahui, mantan wapres AS, Al Gore berupaya terhadap penelitian per-masalahan pemanasan global, karangannya yang terkenal yakni “An Inconvenience Truth” telah dibuatkan filmnya, malah juga telah memperoleh hadiah Oscar, sehingga banyak orang menyambut dengan getir permasalahan pemanasan global Al Gore yang dipindahkan ke layar perak. Sesungguhnya pada 19 tahun yang lalu, yakni pada tahun 1988, Jucelino sudah meramalnya, berita itu dimuat di majalah Moon edisi 6, akhir bulan Mei sebelum dipublikasikan, kepala editor penelitian sewaktu memberitahu penulis, saya juga merasa terkejut sampai tercengang sejenak.
Menurut surat ramalan kepada Al Gore yang kala itu menjabat anggota kongres yang dikirim per pos pada tahun 1988 oleh Jucelino sudah diinfokan kepada Al Gore, dari tahun 1993 – 2001 ia bakal menjabat wapres pemerintahan Clinton, kelak akan berusaha dengan gigih terhadap kegiatan yang melindungi lingkungan hidup di bumi, selain itu juga bakal tersohor dengan buku karangannya berjudul “An Inconvenience Truth”, dalam surat yang ditulis dalam bahasa Inggris itu, Jucelino juga menyebut dengan tepat judul bukunya. Selain itu di dalam surat ramalan tersebut juga diberitahukan kegiatan Al Gore tersebut bakal diakui dan berhasil memperoleh hadiah Nobel perdamaian tahun 2007. Kemampuan ramalan Jucelino tidak bisa kita sangkal.
Waktu yan g diberikan kepada umat manusia tidak tersisa banyak, mulai Desember 2007, awan hitam bakal menyebar keseluruh pelosok dunia
Ramalan Jucelino, andaikata umat manusia kita masih mempertahankan keadaan seperti sekarang ini, umat manusia dari tahun 2008 – 2012 bakal menjalani hari-hari penuh ketakutan, pertanda awal sebelum bencana terjadi, langit di seluruh dunia akan diselimuti dengan “awan hitam”. Selalu merasakan bencana demi bencana besar yang akan disongsong oleh dunia di masa depan, termasuk pergerakan cuaca dan meletusnya perang, bencana diupayakan menjadi 0, apabila masih saja terjadi, juga apabila mengubah cakupannya menjadi kecil, akhir tahun 2007 adalah batas paling akhir umat manusia mulai mendusin. Jucelino mendambakan akhir tahun 2007 di dunia bakal terjadi “perubahan kesadaran” yang besar.
Parahnya situasi telah begitu mendesak, tapi jikalau kita umat manusia masih saja berkeras kepala mempertahankan ketidakpedulian dan mati rasa, Jucelino memperingatkan kepada umat manusia tentang ramalan masa depan yang gelap, seakan-akan sudah bakal terjadi secara terus menerus. Kita setiap orang harus sadar, lebih-lebih harus menya-dari sikonnya yang begitu parah, entah secara pribadi, kelompok, tingkatan negara, menjaga pos kerja masing-masing, bertindak dengan gerakan nyata, karena batas terakhir bakal tiba.
“Tanpa tenaga” dan “minim tenaga” mutlak tak bisa disamakan, makna tanpa tenaga ialah tak peduli menggalang berapa banyak orangpun tak akan terbentuk tenaga, sedangka n minim tenaga, bila jumlah orang yang dikumpulkan semakin banyak, maka tenaganya bisa berubah semakin perkasa. Misalkan saja dimulai dari diri sendiri masing-masing orang, meskipun tenaga seseorang lemah, namun kita bisa mempengaruhi beberapa juta bahkan puluh juta orang, menentukan sebuah kekuatan perkasa yang bisa dibentuk untuk mengubah bencana besar pada masa depan.

Senin, 03 Januari 2011

GADO-GADO TAK USAH DI BACA KALAU MEMBUAT ANDA PUSING


Diskusi Agama Bukan dengan Iman!

“Kontroversi. Nyeleneh. Ngawur. Tidak tau agama! Belajar lagi! Semoga Tuhan akan menunjuki anda ke jalan yang benar.” Lebih kurang itulah kata-kata yang ditulis jika situasi diskusi dan debat agama sudah memanas di Kompasiana.

Secara psikologisi saya bisa memaklumi kenapa kata-kata seperti itu muncul. Yaitu sebuah ekspresi rasa cinta seseorang pada agama yang diyakininya. Meskipun apa makna dan ukuran sesungguhnya dari cinta pada agama itu sendiri masih bisa diperdebatkan. Benarkah itu wujud kencitaan pada agama? Ini tentu bisa dibahas secara khusus. Tapi di sini saya hanya ingin melihat hubungan diskusi agama dengan iman. Benarkah pernyataan iman, hujatan iman, melambangkan bahwa seseorang itu beriman? Atau, yang jadi penekanan pada tulisan ini, apa sesungguhnya yang dibutuhkan dalam diskusi agama: Iman atau cara berpikir?

Diskusi agama bukan cermin iman. Tapi adalah cara berpikir

Saya bisa saja menulis bahwa saya sangat beriman. Saya bisa menyatakan dimana-mana, dalam tulisan, dalam komentar, dalam debat, dan seterusnya bahwa saya sangat beriman pada Alquran, pada Islam, pada Alkitab, pada Yesus, pada Buddha dan seterusnya. Tapi benarkah pernyataan itu iman saya? Bagi saya tidak.

Saya bisa keluar masuk banyak agama dalam satu hari. Pagi hari saya menyatakan saya beriman pada Islam. Siang saya nyatakan saya beriman pada Yesus. Malam saya nyatakan saya beriman pada Buddha. Dan seterusnya. Hanya semudah menuliskannya. Tapi tidak ada yang tahu mana yang saya yakini. Yang tahu adalah diri saya sendiri dan Tuhan.

Itu sebabnya saya tidak begitu peduli seheroik apapun pernyataan seorang Kompasianer atas iman. Bukan berarti saya mengeneralisir semua pernyataan iman itu palsu. Karena bisa jadi ada Kompasianer yang sungguh-sungguh dengan apa yang ditulisnya. Tapi asumsi saya adalah bahwa dibalik pernyataan iman seseorang dalam diskusi agama, disadari atau tidak, secara psikologis bisa menyelinap sekian banyak kepentingan tersembunyi. Misalnya untuk menegaskan identitasnya, untuk proteksi, untuk menyalurkan promosi, untuk agamaisasi (Islamisasi dan Kristenisasi secara tidak langsung). Atau untuk menyalurkan sindiran halus, rasa gerah, rasa terancam (mekanisme pertahanan psikologis) dan rasa benci terhadap orang lain yang berbeda pandangan dan keyakinan dengannya.

Diskusi agama bukan cermin iman. Tapi adalah pantulan dari cara berpikir

Iman, sejauh yang saya pahami adalah sikap bathin. Apa yang diakui, apa yang dipercayai seseorang akan Ketuhanan, akan sesuatu yang melampaui segala yang ada. Pencipta dan yang mengatur alam semesta dan seterusnya. Apa pun istilahnya. Yang jelas penghayatan dan pengakuan seseorang akan sesuatu dibalik segala yang ada. Dan itu? Bergetar dalam hatinya. Walaupun tidak dinyatakan secara lisan dan tertulis. Walaupun dia seorang yang bisu dan tuli. Karena itu iman bagi saya adalah sebuah rasa yang bisu. Tanpa tulisan tanpa suara.

Pernyataan iman, jika seseorang jujur, bisa jadi merupakan pantulan dari sikap bathinnya. Tapi melulu menyandingkan pernyataan dan pendapat seseorang dengan iman, bagi saya terlalu tergesa-gesa. Mungkin juga tergolong ceroboh.

Saya lebih cendrung berpendapat bahwa dalam diskusi agama, yang muncul adalah cara berpikir seseorang. Walaupun topiknya adalah agama, Tuhan dan iman, tapi apa yang ditulisnya tentang semua itu adalah pantulan dari cara berpikirnya. Bukan pantulan dari imannya. Pernyataan dan pendapat yang tidak bermutu seorang Kompasianer dalam sebuah diskusi, bukan gambaran kualitas imannya. Begitu juga sebalilknya. Argumentasi yang canggih sekalipun bukan otomatis menggambarkan kecanggihan imannya. Artinya diksusi agama bukanlah lambang iman. Tapi adalah lambang cara berpikir.

Kenapa sebuah diskusi menjadi debat kusir? Kenapa diskusi agama bisa menjadi ngawur? Kenapa diskusi agama bisa menjadi perang tempur? Padahal pesertanya mengaku pada beriman. Pada taat beribadah dan seterusnya. Menurut saya karena cara berpikirnya belum memadai untuk berdiskusi. Ada mekanisme dan alur yang tidak mereka pahami. Dan semua itu? Tidak didapat dengan iman. Tapi dengan belajar. Dengan mengasah ketajaman berpikir.

Tidak sulit membuktikan hal ini bagi saya. Almarhumah nenek saya, begitu jernih memandang segala sesuatu, begitu rendah hati, begitu taat beribadah. Tapi begitu saya bertanya sesuatu hal tentang agama, saya sering tertawa geli mendengar jawabannya. Lucu dan ngawur. Tapi di lain waktu saya mengenal seorang teman yang begitu cerdas, apapun pertanyaan saya bisa dijawabnya dengan tuntas dan meyakinkan. Tidak ada celah bagi saya untuk membantahnya. Tapi dia sendiri mengaku tidak meyakini ibadah agama itu ada gunanya. Dia meyakini bahwa kepercayaan akan Tuhan itu tidak begitu berpengaruh dalam hidup. Dan itu terbukti dalam kesehariannya yang tidak begitu peduli dengan segala ritual seremionial agama. Tapi bila diskusi soal agama, iman dan sejenisnya, dia sangat fasih, mengagumkan sekali. Dan saya banyak terinspirasi dari pandangannya, walaupun dia sendiri tidak mengamalkannya.

Tapi kedua contoh itu sangat ekstrem. Tentu saja ada graduasi model keyakinan dengan cara berpikir pada banyak orang. Dengan perbandingan dan intesitas yang sangat bervariasi. Tapi intinya, saya berpendapat, segala pernyataan, pertanyaan dan pendapat Kompasianer dalam diksusi agama lebih mencerminkan cara berpikirnya. Bukan imannya.

Iman adalah apa yang diyakini seseorang dalam hati. 
Sedang diskusi adalah apa respon berpikir seseorang terhadap sebuah topik persoalan.

Jika seseorang ingin mempertebal iman, diskusi agama bukanlah satu-satunya tempat. Seluruh aspek kehidupan, dari banyak pengalaman sehari-hari, momen-momen tertentu, bisa menginspirasi pada iman seseorang. Bahkan bisa sangat sangat menggetarkan. Misalnya karena mengalami peristiwa yang sangat menyedihkan, kesakitan yang tak tertahankan, kematian seseorang yang dicintai. Atau sebaliknya ketika mendaptakn keberuntangan yang luar biasa. Singkatnya, pupuk iman tidak selalu dalam bentuk kata-kata (ceramah dan diskusi). Alam dengan segala fenomenanya adalah vitamin iman bagi hati yang peka.

Tapi sebaliknya, jika ingin menikmati diksusi, jika ingin mengerti apa yang disampaikan orang lain, memamahami sebuah tulisan, menanggapi pendapat lawan diskusi, tidak bisa ditempuh dengan cara mempertebal iman. Seseorang yang rajin sholat, hafal 200 ayat Alquran, rajin ke gereja, hafal 389 ayat Alkitab, bukan jaminan dia mengetahui sejarah Islam. Bukan otomatis dia tahu Sejarah Yesus. Bukan jaminan ia memahami perbedaan antara Sunnah dengan Hadis. Bukan jaminan dia memahami konsep Trinitas. Bukan jaminan dia memahami konsep Ketuhanan menurut paham Mu’tazillah dan Ahlus Sunnah. Bukan jaminan dia bisa mencerna paham hulul Ibnu Mansur Al Hallaj. Dan …. Bukan jaminan dia bisa berdialog yang nyambung dan argumentatif dengan orang lain.

Iman adalah soal sikap bathin. Sedang disksui adalah soal cara berpikir. Iman seseorang bisa menembus sampai ke langit ke tujuh. Tapi belum tentu bisa menembus argumentasi lawan diskusi.

Saya tidak menyatakan bahwa berpikir lebih tinggi nilainya dari iman. Atau sebaliknya. Apalagi saya tidak menyakatakan bahwa iman tidak perlu dan harus dibuang. Jangan salah kaprah. Tapi pada tulisan ini saya bicara soal konteks diskusi agama. Apa sesungguhnya yang menjadi motor utama dalam sebuah diskusi agama.

Senjata iman adalah hati. Kepercayaan. Norman Vincent Peale, seorang Psikolog Kristen, pernah menyatakan secara simbolis bahwa keyakinan anda bisa memindahkan gunung. Dan saya menyambung kalimatnya. Benar keyakinan bisa menembus alam spiritual, tapi jangan lupa dan jangan latah menggenaralisir hal itu dalam segala cuaca. Jangan dicampurbaurkan. Tapi sesuaikan dengan konteks.

Keyakinan tidak bisa menembus argumentasi lawan bicara. Keyakinan tidak bisa menggugurkan pendapat lawan diskusi. Mengucapkan Allahu Akbar, nauzubillah, masya Allah, semoga anda ditunjuki oleh Allah, puji Tuhan Yesus dan sejenisnya, TIDAK bisa menggugurkan sebuah pendapat. Pendapat harus dihadapi dengan pendapat. Argmentasi harus dihadapi dengan argumentasi. Logika dan penalaran harus dihadapi dengan hal yang sama. Bukan dengan iman dan dogma.

Nikmatnya Menjadi Pelacur

Maaf, ini sudah pilihan hidup saya. Saya memang seorang pelacur. Tidak ada yang memaksa saya selain murni atas keinginan saya sendiri. Kenapa saya mau menjadi pelacur? Karena nikmatnya luar biasa. Anda boleh munafik. Tapi saya tidak.

Saya tahu anda mulai ngeres. Karena memang otak anda porno. Maaf. Karena cara berpikir anda juga porno. Tapi saya lain. Saya tidak melacur hanya di bidang porno. Tapi saya melacur dalam tiga hal:

Pertama, Pelacur Gagasan

Saya tidak puas bila hanya menyerap gagasan dari satu sumber, bila hanya dari satu orang, bila hanya dari satu buku, bila hanya dari satu tokoh. Apalagi bila hanya dari apa yang sanggup saya pikirkan sendiri. Sejauh yang saya tahu nyaris tidak ada seorang pemikir, cendekiawan, yang menjadi besar atas onani pikirannya sendiri. Benih gagasan mereka disiram oleh banyak gagasan lain dari banyak sumber. Imanuel Kant tidak tiba-tiba menjadi filsuf raksasa Abad Modern, tapi dia mulai merangkak dari menyerap banyak pemikiran filsuf sebelumnya. Begitu juga dengan Hegel, Marx, Nietczche, Derida, Foucalt, Yasraf Amir Piliang dan seterusnya.

Gagasan yang berputar-putar di kandang sendiri tak kan pernah besar selain hanya merasa besar sendiri. Dan biasanya sikap seperti itulah yang akan menjadi cikal bakal fundamentalisme. Buta akan gagasan dunia luar. Tapi mabok mengklaim dan memuja pemikiran sendiri. Dalam langit tempurung yang tertutup.

Itulah sebabnya saya selalu melacur kesana kemari. Menelusuri rimba raya gagasan dimana pun dapat saya temui. Untuk memperkaya dan memperluas cakrawala berpikir saya yang masih sumpek ini.

Kedua, Pelacur Spiritual:

Pada mulanya saya adalah seorang Islam fundamentalis. Islam sentris. Yang dibesarkan dalam lingkungan Islam rakyat, sebagai warisan dari cara pandang Islam di lingkungan keluarga sederhana, dari ceramah demi ceramah di mesjid, dari nasehat demi nasehat orang-orang taat di sekeliling saya.

Tapi entah kenapa setan ingin tahu selalu bermukim dalam kesadaran saya. Tidak pernah saya puas atas keyakinan yang dipaksakan ke dalam kesadaran saya. Entah kenapa saya merasa gerah dan terbelenggu. Entah kenapa saya tidak merasakan udara lapang Keislaman dari semua itu.

Maka dengan modal kebandelan dan semangat mencari yang tak pernah padam, saya memasuki rimba raya berbagai model keyakinan dan paham Keislaman. Meminjam istilah yang dinisbatkan para pengamat atas pemikiran Sufi-filosofis Ibnu Arabi, saya ibarat memasuki hutan rimba tanpa kompas. Menggiurkan sekaligus rawan tersesat tanpa tahu jalan kembali.

Tapi semangat mencari yang tak pernah padam membawa saya berjalan tanpa henti ke sana kemari. Mengintip dan memamah berbagai paham Keislaman. Bahkan juga paham-paham agama lain selain Islam. Bahkan juga paham gnostik, agnostic dan Atheis. Melalui buku, melalui tokoh-tokoh pemikir yang saya tidak pernah bertemu secara nyata. Tanpa rasa was was apalagi takut.

Dari pengalaman pribadi, yang pernah tertidur dalam paham Islam fanatik, saya bisa memahami apa yang dirasakan oleh umat Islam yang suka mengamuk dan para teroris atas nama jihad. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena akal pikiran mereka sudah diselimuti oleh dogma agama. Saya tidak bermaksud menyalahkan dogma. Tapi yang namanya dogma tidak pernah bicara. Dia hanya diam dalam teks-teks kitab Suci. Tapi manusialah yang menghidupkan dogma itu dengan terang nalar dan penafsiran. Hingga spirit dogma menjadi cair dan selalu hidup sejalan dengan evolusi perkembangan zaman. Begitulah saya menghayati agama dan spiritualitas.

Itulah sebabnya saya menjadikan hati dan pikiran saya sebagai medan sirkulasi keluar masuk berbagai model keyakinan. Itulah sebabnya saya tak pernah henti melacur dengan sekian macam model paham keyakinan.

Ketiga: Pelacur gaya menulis

Pada mulanya saya belajar menulis dari guru bahasa Indonesia di sekolah. Kemudian merangkak ke kampus dimana saya kuliah. Saya diajarkan metode penulisan karya limiah. Mulai dari tata bahasa, struktur tulisan, hingga aturan main dalam menyajikan gagasan.

Tapi dari semua itu saya tidak menemukan kenikmatan dalam menulis. Jangankan kenikmatan, kegiatan menulis itu sendiri seperti hantu yang menakutkan bagi saya. Tidak jarang untuk menulis satu paragraf pertama saja sudah merontokan sel-sel syaraf saya. Ah … saya gerah. Apa artinya menulis jika hanya sebuah siksaan? Apa artinya menulis jika bukan menjadi sebuah tamasya kreativitas?

Maka sejak itu melacurlah saya ke berbagai buku tentang dunia tulis menulis. Saya mengintip bagaimana cara memasak sebuah tulisan yang enak dan gurih untuk disantap pembaca. Saya melatih diri terus menerus menulis menulis dan menulis, walaupun hanya untuk saya baca sendiri. Beberapa waktu saya pernah aktif menulis di Koran dan majalah. Tapi saya belum puas. Saya belum menemukan nikmat menulis dalam arti yang sebenaranya sesuai keinginan saya.

Maka saya kembali melacur. Mengintip cara-cara menulis dimana saja dapat saya temukan. Saya mengintip bagaimana gaya penyajian tulisan penulis-penulis favorit saya, baik dibidang penulisan, agama, filsafat, seni dan sastra. Dari tumpukan berbagai referensi itu saya melakukan uji coba terus menerus, hingga kini.

Saya mengaduk, memblender dan meracit berbagai bumbu, kecap dan ramuan gaya penyajian untuk teknik penulisan saya. Dan apa yang anda baca hari ini adalah hasil dari pelacuran teknik penulisan yang saya ramu dari sekian referensi. Hingga akhirnya saya temukan gaya yang memuaskan bagi saya sendiri. Hingga akhirnya menulis menjelma menjadi semacam libido kreatif yang tiada henti dalam diri saya, sebagai ranjang orgasme psikologis bagi saya sendiri.

Salam pelacur !


Kristen Islam Masih Puber!

Apakah anda marah membaca judul tulisan ini? Jika iya itulah tandanya anda belum dewasa. Masih puber dalam beragama. Masih suka mengamuk. Seperti anak-anak memperebutkan mainan. Ini punya saya itu punya kamu. Jangan ganggu punya saya nanti kamu gua tabok!

Meminjam konsep teori evolusi (jangan anda benturkan pada Kera), kesadaran manusia juga berevolusi terus menerus. Baik secara individu maupun kolektif. Sebagai contoh, samakah kesadaran anda, cara berpikir anda hari ini dengan cara berpikir manusia purba?

Itulah tandanya bahwa secara estafet, ada mata rantai perkembangan kesadaran manusia dari waktu ke waktu, dari kurun ke kurun. Dan itu terjadi sepanjang masa.

Begitulah riwayat agama dari sudut pandang antrophologi. Dari sudut pandang kebudayaan. Agama, sebagai salah satu budaya, juga mengalami evolusi dari waktu ke waktu. Baik dari sisi ajaran, kompleksitas risalah agama, apalagi dari sisi umatnya. Makin tua sebuah agama maka semakin matang penghayatan umatnya akan makna dari doktrin agamanya. Dan sekaligus makin matang pula ekspresi keagamaan umatnya di pentas sejarah. Di medan publik.

Nah, Islam termasuk agama bungsu dengan kakaknya Kristen. Tapi berbeda dengan Buddha yang sudah begitu jauh zaman kemunculannya. Dalam kajian fundamentalisme agama, Buddha tergolong agama yang nyaris tidak mengalami benturan lagi dengan agama-agama lain. Tidak terjadi gerakan Buddhaisasi seperti yang terjadi pada Islam dan Kristen. Karena sejauh yang saya pahami, konsep dasar Buddhisme adalah anti kemelekatan.

Perjuangan seorang Buddis adalah perjuangan jatuh bangun dalam membuang kemelekatan diri dari apa saja. Mereka butuh harta dan tetap mencari harta. Tapi hatinya, pikirannya tidak boleh melekat pada harta. Perjalanan keBuddhaan mereka adalah membuang segala bentuk kemelekatan, untuk akhirnya menjadi kosong. Menjadi Nirwana.

Nah, begitu juga dalam interaksi sosial mereka dalam hubungannya dengan agama. Ekspresi keagamaan seorang Buddhis adalah mengosongkan diri dari kemelekatan akan ambisi untuk menunjukkan dirinya sebagai seorang Buddhis. Apalagi untuk menarik-narik Setan Erianto Anas untuk menjadi seorang Buddhis. Apalagi untuk bersikeras mengatakan Buddha adalah ajaran terbaik dan terbenar di dunia.

Sejauh yang saya pahami, konsep Buddhisme dalam hal ini adalah juga bersifat nilai. Bukan ritual seremonial. Sepanjang seseorang bisa menghayati dan mengamalkan prinsip ketidakmelekatan, itulah seorang Buddhis sejati. Siapa pun mereka. Apapun label agamanya. Sepanjang prinsip itu sudah menjadi pakaian pada pribadi seseorang, pada hakikat itulah seorang Buddhis. Universal sekali !

Sebenarnya, dalam pandangan saya, Islam Kristen juga demikian halnya. Agama yang mengemban Risalah Tuhan yang juga bersifat universal bagi manusia. Meminjam teori relasional antara Ada dan Penanda, Tuhan dengan Manusia (alam) selalu berkorelasi secara spiritual sepanjang masa. Tak pernah putus. Wahyu dan Kenabian, Ibrahim, Musa, Daud, Yesus, Muhammad, adalah jejak relasi Tuhan secara estafet di muka bumi. Dan risalah itu tetaplah Unviersal. Karena sumbernya toh juga dari Sang Universal. Dari Tuhan. Hanya saja karena setiap jejak Tuhan menapak di suatu zaman, maka dimensi historis melekat pada inti ajaran disetiap agama tersebut secara bertahap. Dan sebagai manusia yang hidup dalam sejarah, manusia di setiap zaman tersebut tidak bisa serta merta sim salabim dewasa secara spiritual. Tetap mereka harus melewati proses evolusi kesadaran religius yang tiada henti. Baik secara indivdu maupun kolektif.

Dari sudut pandang ini, maka bisa dipahami kenapa Budhha, para Buddhis tidak galak seperti umat Islam dan Kristiani dalam percaturan agama di medan publik. Dan … lebih-lebih Islam sebagai agama yang paling muda. Dan hal ini bisa dibuktikan pada setiap kali terjadi dikusi dan perdebatan di lapak agama di Kompasiana.

Mereka masih menghayati agama sebagai hak milik. Ini agama saya itu agama kamu. Ini Tuhan saya itu Tuhan kamu. Ini kitab suci saya itu kitab suci kamu. Dan secara psikologis, kesadaran mereka menempel pada apa yang mereka yakini. Menempel pada label. Menempel pada Alquran, menempel pada Alkitab, menempel pada Allah Yang Maha Esa, menempel pada Yesus Tuhan Anak, menempel pada Trinitas dan seterusnya.

Itulah sebabnya secara simbolis sikap mereka tersimpul dalam kalimat versi saya ini:

Jangan ganggu-ganggu punya gue. Nanti lu gua tabok!

Dan itulah bentuk kemelekatan mereka. Apa yang mereka peluk seakan identik dengan diri mereka sendiri. Bila ada yang mengkritik Islam, mereka merasa yang diktritik adalah diri mereka sendiri. Bila ada yang mengkritik Tirnitas dan Alkitab, mereka merasa dirinya yang diktirik. Mereka tidak bisa memisahkan antara dirinya sebagai yang meyakini dengan semua properti keagamaan itu sendiri. Walaupun menurut mereka sikap itu adalah wujud dan bukti kecintaan mereka pada agamanya masing-masing. Tapi secara hakikat, sebenarnya mereka sedang membela egoismenya sendiri.

Meminjam konsep cinta Erich Formm, ekspresi cinta yang paling rendah adalah pemujaan terhadap egoisme sendiri. Hasrat untuk memiliki dan mempertahankan secara fisik. Pada benda, pada status, pada identitas, pada label dan seterusnya. Tapi ekspresi cinta tertinggi adalah cinta pada Tuhan. Dan cinta pada Tuhan tak berwujud. Karena mencintai Tuhan adalah mencintai ajarannya. Mencintai nilai-nilai religiusitasNya. Bukan pada atribut-atribut seremonialnya.

Karena itulah tidak ada lagi istilah agama saya agama kamu. Kitab Suci saya Kitab Suci kamu. Toh semua itu bila dipandang dengan cakrawala substansial, semua itu pada intinya juga milik Tuhan yang Satu. Tuhan Universal. Pemilik segalanya. Manusia hanya pemakai. Manusia hanya para penganut. Manusia hanya para penghayat.

Lalu kenapa masih banyak Kompasianer yang masih getol menggunakan kalimat: agama anda agama kami? Tuhan anda Tuhan kami? Nabi anda Yesus kami? Pihak anda pihak kami?

Bisakah sikap itu dikatakan bahwa mereka belum dewasa dalam beragama?


Tuhan Diantara Dua Jari Saya

Hati-hati anda membaca judul tulisan ini. Saya terinspirasi dari ayat Alquran yang menyatakan bahwa hati manusia dibolak-balikkan Tuhan diantara 2 jariNYa, yaitu setan dan malaikat. Ungkapan itu sangat puitis. Dan memang Tuhan nyatakan dalam Alquran bahwa Dia mengajarkan manusia melalui banyak perumpamaan atau kiasan (bahasa puitis).

Dua jari saya di sini adala akal dan hati.

Dengan ini saya nyatakan bahwa saya asli seorang muslim. KTP saya Islam. Keluarga saya Islam. Dalam sehari-hari saya juga seperti orang Islam yang juga melaksanakan ritual Islam (semampu saya tentunya). Tapi dalam diri saya muncul pertanyaan: Apakah dengan semua itu saya sudah merasa Islam dalam pengertian yang sesungguhnya? Jawaban saya tidak. Karena saya diIslamkan oleh orang tua saya sejak saya dilahirkan. Tanpa persetujuan saya.

Lalu seperti apa Islam yang sesungguhnya? Jawabannya tentu ada dalam Alquran. Tapi apa yang saya temukan? Ayat demi ayat dalam Alquran bagai sisi mata berlian. Memantulkan banyak makna. Singkat cerita sangat tergantung pada bagaimana cara menafsirkannya. Dan ini sudah menguras sekian tahun umur saya untuk mencari jawabannya dari berbagai guru dan tumpukan buku. Apakah saya menemukan jawaban yang tegas? Ternyata dugaan saya meleset. Setiap jawaban melahirkan pertanyaan baru yang tak berkesudahan. Perburuan pertanyaan demi pertanyaan itu akhirnaya memukul mundur pikiran saya sampai batas terakhir sebuah kepercayaan, yaitu pada pertanyaan siapa itu Tuhan? Benarkah Tuhan itu ada?

Setahu saya inilah pergulatan pemikiran yang paling pelik sepanjang sejarah manusia, baik dari sudut pandang Agama maupun Filsafat.

Sementara alat untuk mendeteksi Tuhan yang melekat pada diri saya adalah panca indra, akal dan hati. Maka saya gunakanlah semua alat ini untuk mencarinya. Dan sampai hari ini saya tidak menemukan bukti adanya Tuhan melalui panca indra. Ini dikenal dengan istilah bukti empiris.

Kemudian saya meremas otak, memikirkan Tuhan dengan akal. Membangun premis-premis dan proposisi-proposisi logika. Maka saya temukan beragam jawaban. Pikiran saya bisa menyimpulkan bahwa Tuhan itu ada. Lalu bagaimana keberadaan Tuhan itu? Dan bagaimana relasinya dengan diri saya dan alam? Maka juga saya temukan beragam jawaban. Mulai dari Monotheisme, Monisme, Pantheisme, Wadhatul Wujud, Transedensi, Imanensi, dan seterusnya.

Tapi di sisi lain konstruski pikiran saya juga bisa menyimpulkan bahwa Tuhan itu tidak ada. Karena setiap penalaran yang memyimpulkan bahwa Tuhan itu ada juga bisa digugurkan dengan menukar sudut pandang. Menukar cara berpikir. Atau yan dikenal dengan istilah menukar model epistemologi yang digunakan.

Karena utak-atik pikiran bisa melahirkan beragam jawaban, maka itu artinya saya tidak mendapatkan jawaban yang pasti tentang Tuhan. Semua yang saya pikirkan nilainya tetaplah permainan cara berpikir. Secanggih apapun cara berpikir yang saya gunakan. Jadi sifatnya tetap relatif.

Tapi di sisi lain, hati saya tetap merasakan sesuatu yang ganjil. Ada suatu perasaan yang tidak saya mengerti. Selalu ada suatu Misteri hidup yang melingkupi diri saya. Apakah itu suatu bukti adanya Tuhan? Hati saya bisa mengatakan ya. Karena saya merasakannya. Ada getaran, ada kegelisahan, ada kerinduan, pada Sesuatu X yang tidak bisa dijabarakan. Melampaui segala bahasa.

Tapi di sisi lain kembali akal saya mengatakan bahwa apa yang saya rasakan itu tidak bisa dijadikan sebagai bukti adanya Tuhan. Karena itu adalah respon psikologis saya terhadap Misteri dan makna hidup, dimana rasa seperti itu akan berbeda-beda pada setiap orang. Subjektif. Sedangkan bukti yang saya pahami adalah sesuatu yang objektif, dimana semua orang akan mengakuinya tanpa bisa digugurkan dengan alasan apapun, seperti bukti adanya bumi, matahari dan seterusnya. Karena semua manusia dengan panca indranya akan bisa menyaksikan dan mengakuinya. Sedangkan klaim adanya sapaan Tuhan yang saya rasakan dalam hati belum tentu semua orang akan merasakannya. Karena bagi orang lain bisa saja mereka artikan hal itu hanya sebuah perasaan sedih, galau dan rasa haru saja misalnya.

Dan di atas semua itu akal saya kembali menyimpulkan bahwa segala properti kemanusiaan yang saya miliki (panca indra, akal dan hati), tetaplah sesuatu yang bersifat alamiah. Bukan Illahiah. Dimana hasil pencerapannya juga akan tetap bernilai pemahaman yang bersifat alamiah. Sedangkan yang akan dipahaminya adalah sesuatu yang melampaui kodrat kemanusiaannya. Melampaui kodrat alamiahnya.

Tapi bagaimana pun akal saya tetap mengeneralisir semua itu, di sisi lain getaran Misteri yang terasa di hati saya tetap saja tidak padam. Ia selalu terasa.

Inilah yang saya katakan sebagai medan pertempuran pencarian dan penghayatan akan Tuhan dalam diri saya. Tuhan diantara dua jari saya: Akal dan hati.

Karena itulah hingga hari ini saya berkesimpulan, bahwa pernyataan adanya Tuhan bukanlah sebuah BUKTI, tapi adalah KEYAKINAN. Secara empiris dan akal saya tidak menemukan BUKTI adanya Tuhan. Tapi secara hati saya menyakini adanya sesuatu X yang dinamakan Tuhan.

Perbedaan kedua hal ini sangat penting bagi saya, agar saya tidak memandang dua hal ini secara sewenang-wenang: Bukti adanya Tuhan di satu sisi, dan Keyakinan adanya Tuhan di sisi lain. Manakala dua hal ini saya campurbaurkan, maka resiko di tataran praktisnya sangatlah besar. Saya akan mengklaim apa yang saya yakini sebagai sesuatu yang mutlak. Dan akan berjuang mempertahankan dan mungkin juga memaksa orang lain untuk mengakuinya. Tapi ketika saya pisahkan dua hal ini, maka saya bisa tersenyum ketika orang lain menyakini Tuhan dan agama dengan cara mereka masing-masing.

Saya merasa punya sikap positif dan toleransi bila bergandengan tangan dengan siapa saja, walaupun keyakinan saya dengan mereka berbeda. Karena saya sudah memaklumi bahwa keyakinan itu adalah suatu penghayatan saya pribadi, suatu wilayah privasi yang tidak akan bisa diusik oleh klaim-klaim apapun.

Tuhan Itu Ciptaan Saya!

Saya tahu anda kaget membaca judul tulisan ini. Tapi judul tulisan ini tidak salah. Bukan akal-akalan. Bukan karena ingin membius perhatian anda. Tapi memang karena sayalah yang menciptakan Tuhan. Bagaimana cara saya menciptakanNya?

Anda tidak perlu bingung. Karena anda juga bisa menciptakan Tuhan. Berapa pun anda mau. Dan berapa besar ukuran Tuhan yang akan anda buat. Bahkan anda juga bisa membuatnya satu lusin dalam satu hari. Tapi jika anda masih bingung bagaimana cara membuatnya, berikut langkah-langkahnya.

Pertama:

Setahu saya dan sejauh yang saya alami, saya memahami Tuhan tidak bisa lepas dari panca Indra yang saya miliki. Dan hanya dengan panca indra itulah saya berhubungan dengan diri dan dengan dunia sekitar saya. Yaitu dengan mata, telinga, lidah, hidung dan tangan serta kaki (kulit). Itulah alat yang saya gunakan untuk melakukan kontak dengan alam. Dan jujur sejauh ini saya belum menemukan Tuhan dengan kelima alat itu. Entah kalau sudah ada software yang bisa menangkap Tuhan di zaman yang sudah super canggih ini.

Kedua:

Selain panca indra, yang hanya bisa mencerap dunia empiris, sejauh ini saya juga punya akal dan hati. Nah dengan kedua alat inilah saya menjelajah menembus sampai ke langit ketujuh, sampai ke zaman lampau, sampai ke akhir zaman, bahkan sampai mengintip sorga dan neraka. Tapi tubuh saya tidak beranjak dari depan komputer, dari duduk di atas sajadah, dan tidak beranjak dari muka bumi.

Lalu benarkah saya sudah menemukan Tuhan?
Hati saya menjawab sudah. Apa buktinya? Jauh di dasar hati, dalam kesunyian saya, selalu tersimpan rasa takut, rasa hampa, rasa entah yang tidak pernah bisa saya mengerti. Dan tidak pernah terpuaskan walapun seisi bumi akan saya miliki. Ada misteri yang selalu menyelimuti keberadaan saya.

Lalu karena dicekam rasa takut akan misteri itulah saya meyakini ada sesuatu yang Maha Tinggi. Sesuatu yang melampaui segalanya. Dan itulah Tuhan.

Tapi karena saya juga ada akal, maka segala rasa keterbatasan yang akhirnya meloncat secara vertikal untuk mengakui adanya Tuhan itu dikritik oleh akal saya, bahwa itu hanya pantulan dari ketidakberdayaan saya. Itu artinya Tuhan identik dengan batas ketidaksanggupan saya. Dan batas dari ketidaksanggupan itu berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pendidikan, lingkungan sosial budaya, nalar dan psikisnya, dan masih banyak lagi.

Dan itu terbukti ketika saya masih kecil bahwa Tuhan adalah seorang raksasa yang sedang duduk dibalik awan. Tapi begitu saya belajar ilmu bumi dan antariksa, maka imajinasi saya tidak melihat lagi Tuhan dibalik awan. Tapi sudah saya geser entah letaknya di mana, mungkin di luar alam semesta. Kalau diluar alam semesta dimana? Apa wadahnya? Apa ada dua wadah? Alam di satu sisi dan Tuhan di sisi lain? Ah..! Tidak mungkin. Berarti ada dua wujud. Padahal dalam Alquran saya diajarkan hanya Tuhan yang Wujud. Tunggal tiada duanya. Tiada sekutu bagiNya.

Lantas?
Berarti semuanya adalah Tuhan. Baru sesuai bahwa hanya ada satu wujud. Lho berarti saya juga Tuhan? Ah.. tidak mungkin. Karena konsekwensinya ketika saya menyembah, berarti saya menyemba saya. Apa mungkin? Ah.. bisa kacau sob. Tidak mungkin. Saya adalah saya dan Tuhan adalah Tuhan.

Tapi jika saya anggap terpisah, melalui apa saya bisa kontak dengan Tuhan? Berarti ibaratnya harus ada pipa penghubung antara saya dengan Tuhan. Saya jadi teringat teori relasional. Bahwa selau ada mata rantai yang tiada putusnya antara sesama berbagai partikel alam semesta, termasuk akhirnya dengan Tuhan.

Hmm … kalau begitu, jika serentak selalu ada siklus mata rantai hubungan yang tidak putus, berarti keberadaan saya bisa serentak dengan Tuhan. Serentak munculnya. Kalau tidak serentak, apalagi yang akan menjadi kutub lawan dari relasional Tuhan? Tuhan sendiri tanpa alam? Mungkinkah masih disebut Pencipta jika tidak ada ciptaanNya? Ah … inikan permainan bahasa. Language Game kata Wittgenstein. Bahasa untuk bahasa. Pemainan bahasa yang tidak ada hubungannya dengan realitas.

Saya mundur kembali, mengakui bahwa Tuhan dan alam satu. Relasional Absolut. Kalau begitu berarti saya ikut bersifat azali seperti Tuhan? Hmm …. Kalau begitu berarti saya bukan diciptakan Tuhan. Karena begitu Tuhan ada serentak saya juga ada. Apakah itu mungkin? Buktinya saya hadir ke dunia ini dilahirkan oleh ibu saya kok. Baru saja tahun kemaren. Sedangkan Tuhan sudah ada jauuuuh sebelum saya dilahirkan. Haha.. yang benar saja Bung Erianto Anas… pikiran anda sudah sesat nih tobat tobat!


Ketiga:

Dalam Alquran tidak sedikit jumlah ayat yang menggambarkan tentang Tuhan. Baik dengan pernyataan yang terang maupun yang tersirat. Saya tidak hafal ayatnya. Tapi saya masih bisa mengingat pengertiannya. Dan sejauh yang saya pahami, ayat-ayat tentang Tuhan juga menjawab setiap proses pertanyaan saya di atas. Dinyatakan Tuhan itu Satu di satu sisi. Tapi di sisi lain juga menempati posisi sebagai yang banyak. Ini saya pahami karena dalam banyak ayat Tuhan juga menggunakan kata Kami. Jadi bukan hanya kata Aku.

Apakah itu artinya Tuhan menyatu dengan hamba?
Juga ada ayat yang menyatakan bahwa Dia lebih dekat dari urat leher hambaNya.

Dan ayat lain juga ada yang menyatakan bahwa ketika seorang hamba melayat saudaranya yang sedang sakit, sesungguhnya itu sama juga artinya dia sedang melayat Dia.

Dan ayat lain juga ada yang menyatakan bahwa kemana pun seorang menghadapkan wajahnya maka di situ ada wajah Tuhan.

Tapi ayat lain juga ada yang manyatakan dengan tegas bahwa Dia tidak serupa dengan makhlukNya. Dia tidak terbetik oleh apa yang dipikirkan oleh HambaNya.

Dan masih banyak ayat lain dengan pengertian yang senada. Baik yang menggambarkan Dia satu dengan alam (hamba) maupun yang menyatakan Dia terpisah (berbeda) dengan alam.

Lalu apakah semua itu sudah menjawab pertanyaan saya tentang Tuhan secara final?
Jujur saya jawab tidak. Alquran tidak menjelaskan secara gamblang dimana posisinya secara persis, seperti sebuah buku yang menjelaskan sebuah persoalan secara sistematis dan mengerucut pada satu kesimpulan.

Penggambaran Tuhan dalam Alquran tersebar berpencar dalam banyak ayat seperti kepingan-kepingan mozaik yang harus dipahami secara metaforis dan paradoks. Jadi bukan sebuah penjelasan yang detail dan harfiah. Justru ketika dipahami secara harfiah, Tuhan justru menjadi seperti imajinasi kanak-kanak. Tuhan duduk bersila dilangit, Tuhan duduk di atas kursi di Araysnya. Sudah berkali-kali saya memaksa dan menyiksa diri agar pernyataan harfiah itu bisa saya yakini. Tapi hingga hari ini saya tidak berhasil. Dan kalaupun pernah itu saya yakini, sebenarnya hanya diyakin-yakinkan alias pura-pura yakin. Maka saya pun kemudian berjuang memahaminya secara metaforis (kiasan). Dan dalam Alquran juga diulang-ulang bahwa Tuhan mengajarkan manusia melalui perumpamaan (kiasan), agar manusia itu berpikir.

Lalu apa kelanjutan perjalanan saya tentang Tuhan?

Secara naluri, walaupun berlandaskan ayat-ayat dalam Alquran, yang tidak detail, tetap saja imajinasi dan konstruksi pikiran saya berusaha mencari dan membangun sosok Tuhan. Baik dengan pikiran maupun dengan rasa. Tapi pertanyaannya kemudian adalah apakah saya behasil? Jawaban saya tidak. Karena imajinasi saya juga berubah dan berkembang sejalan dengan pertambahan pengetahuan, pengalaman dan perenungan saya. Akibatnya Tuhan yang saya pahami juga ikut mengalami perubahan dan perkembangan, yang sudah terjadi entah berapa kali sejak saya mulai mengenal kata Tuhan. Mungkin sudah sekian ratus kali.

Artinya saya sudah berkali-kali membangun Tuhan dalam pikiran saya. Lalu saya bunuh dan saya bangun lagi Tuhan yang baru dan begitulah seterusnya sampai hari ini.

Tapi benarkah itu Tuhan?
Jawaban saya tidak!

Saya hanya sedang berjuang membangun sosok Tuhan dalam pikiran saya.
Itu artinya saya sedang menciptakan Tuhan.

Lalu apakah saya sudah keterlaluan?
Saya anggap tidak. Saya berbicara atas nama kejujuran dari apa yang terbetik jauh di dasar hati saya. Pertanyaan-demi pertanyaan yang tidak pernah terjawab.

Saya akui sudah melimpah nasehat dan ceramah soal Tuhan bertebaran di mana-mana, bahkan ada yang sampai marah-marah untuk mengatakan bahwa Tuhan itu begini begitu, sehingga saya harus percaya. Wajib. Kalau tidak, saya jadi syirik, kafir dan masuk neraka!

Saya benar-benar tidak bisa meyakini Tuhan yang dihafal. Apalagi Tuhan yang diancamkan dengan syirik dan neraka. Jujur saya tidak takut dengan ancaman neraka yang dikeluarkan oleh manusia. Walaupun gelar spiritualnya sampai ke langit keujuh. Karena apa? Karena neraka itu sudah ada dalam dada saya. Dalam kegelisahan saya. Tanpa diancam pun saya sudah berada dalam neraka.

Tuhan, bagi saya adalah sesuatu yang sangat pribadi. Sesuatu yang bergetar dalam hati. Dalam konstruk pikiran saya. Dan dalam penghayatan hidup saya.

Lalu apa kesimpulan akhir saya tentang Tuhan?

Ternyata hingga hari ini saya tidak tahu tentang Tuhan!
Dan mungkin tidak akan pernah mengetahui Tuhan yang sebenarnya.


Ternyata hingga hari ini, tidak ada yang bisa saya perbuat melebihi keterbatasan saya sebagai manusia. Dengan segala dimensi kemanusiaan terbatas yang saya miliki. Karena kenyataannya, saya tidak bisa beranjak memeluk Tuhan yang ada dalam imajinasi saya. Walaupun saya tahu itu bukanlah Tuhan yang sebenarnya. Tapi hanya bayangan saya tentang Tuhan. Pikiran saya tentang Tuhan.
Oh … Tuhan!




Tersungkur di Kaki Tuhan!

Apa yang aku tangiskan..?
Kesombonganku ditampar, roboh. Jatuh!
Hingga gerimis mengalir, basah
Bergetar di ruang bathinku
Oh … Kebenaran!



Banyak sudah ditulis cerita tentang kebenaran. Tentang agama, tentang kitab suci, tentang Tuhan. Dari kotbah, dari diskusi, dari perdebatan, dari pertengkaran. Semuanya berkisah tentang Kebenaran.

Tapi apa itu Kebenaran?
Banyak sudah definisi dibangun. Bahkan dipahat sejak sekian Abad silam. Megah, kokoh seperti piramida Mesir Kuno. Elegan seperti patung Liberti Amerika. Berjuta nostalgia kisah Kebenaran ditulis tinta emas. Dipuja dan dinyanyikan dimana-mana. Dan berkali-kali dilemparkan sudah ke telingaku.

Tapi hatiku membatu…

Di mana Kebenaran itu bersembunyi?
Sudah tak terhitung aku sujud di sajadah. Menengadah dan memuja Tuhan.

Tapi hatiku membatu ….

Hanya bisa dihitung dengan jari aku merasa disentuh Kebenaran.
Tapi saat itu sekujur bathinku bergetar,
Terbakar!
Mabuk terminum anggur spiritual
Seakan seisi bumi tak berarti
Seakan cukup sudah apa yang kumiliki
Karena di pintu Tuhan segalanya menjadi tak berarti

Tapi Kebenaran tak selalu datang menyapa
walau kutamat membaca Alquran 1 kali sehari
walau ku sholat 50 rakaat satu hari
walau ku puasa tiap hari
walau dan walau ...

Sudah lama aku tak merasakan Kebenaran
Yang sanggup menggetarkan hati ini
Tapi tahu-tahu,
Sebelum kutulis kata-kata ini,
Aku kembali tersungkur,
Malu dan malu
Membaca kisah seorang tua renta sederhana
Yang menemukan Tuhan dalam kepapaannya
Ingin kucari sosoknya
Tapi sayang,
Hanya kutemukan batu nisannya