Rabu, 12 Januari 2011

Empat Ciri Belum Siap Berkomitmen

Hubungan cinta tak berjalan mulus dan selalu kandas di tengah jalan? Bisa jadi ketidaksiapan Anda berkomitmen yang menjadi penyebabnya.
Mungkin sebelumnya Anda tak pernah menyadari masalah ini. Berikut beberapa ciri Anda belum siap untuk menjalankan hubungan yang lebih serius dengan pasangan, seperti dikutip dari Sheknows.
1. Selalu menemukan kekurangan pada pasangan Anda. Kekurangan itu membuat Anda enggan meneruskan hubungan dengannya. Padahal, seringkali hal itu bukanlah sesuatu yang mendasar.
Anda harus menyadari bahwa tak ada orang yang sempurna. Jika memang Anda benar-benar, mencintai pasangan, itu juga berarti mencintai kekurangannya. Jika Anda tak bisa melakukannya, berarti Anda memang belum siap berkomitmen.
2. Pernikahan membuat Anda takut. Anda skeptis dan sinis terhadap segala hal mengenai pernikahan. Anda menganggap pernikahan adalah sebuah penjara yang akan mengekang hidup Anda.
3. Hidup tidak stabil. Anda masih sering bertindak spontan sesuai keinginan hati tanpa berpikir panjang. Gonta-ganti pekerjaan, peer group juga pasangan merupakan kebiasaan. Memang hal tersebut bukan hal yang buruk. Namun tindakan-tindakan di atas bisa menjadi tanda bahwa Anda belum siap berkomitmen terhadap sebuah hubungan cinta yang serius.
4. Susah mengakui perasaan cinta. Anda sudah lama berhubungan dengan pasangan, namun belum juga mau mengungkapkan perasaan yang lebih dalam? Selama ini Anda hanya menjalankan hubungan dengan santai, namun saat ditanya mengenai perasaan atau tujuan hubungan, Anda menjadi ketakutan. Ini juga merupakan suatu tanda Anda belum berani berkomitmen.
Isu belum siap berkomitmen ini bisa diatasi, asal Anda tak takut untuk berterus terang pada pasangan. Siapa tahu setelah bertukar pikiran dengan orang yang Anda sayangi, justru alasan untuk mengikatkan hubungan ke arah lebih serius bisa ditemukan. Komitmen pun tak lagi menjadi isu yang menakutkan untuk Anda.
Ayu Kinanti

Perempuan Lebih Suka Jadi Ibu Rumah Tangga

Di era modern ini, jumlah wanita dan pria yang bekerja hampir sebanding. Begitu pula dengan latar pendidikan mereka yang kian bersaing. Namun penelitian membuktikan wanita tetap lebih suka menjadi ibu rumah tangga.
Penelitian itu dilakukan oleh London School of Economics. Mereka melakukan survei terhadap 922 wanita di Inggris. Wanita-wanita tersebut diberi pertanyaan mengenai tujuan hidup serta ekspektasi mereka terhadap pasangan.
Satu hal yang menarik, seperti dikutip dari Daily Mail, hasil penelitian itu tidak jauh berbeda dari yang dilakukan terhadap wanita di tahun 1940-an dulu.
Dari penelitian itu terbukti 64 persen wanita ingin suami yang berpenghasilan cukup besar untuk membiayai seluruh keluarga. Sebanyak 69 persen wanita lebih memilih untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak serta keluarganya, jika sang suami bisa memenuhi kebutuhan finansialnya secara keseluruhan.
Mengenai tingkat pendidikan, 62 persen wanita menginginkan pasangannya paling tidak memiliki tingkat pendidikan yang sama dengannya. Hanya 19 persen wanita yang ingin melebihi tingkat pendidikan pasangannya.
Dr. Catherine Hakim, peneliti dalam survei tersebut, mengatakan sesungguhnya tak ada keinginan wanita untuk mengambil peran pasangannya. Mereka akan tetap meletakkan suaminya sebagai penanggung jawab keluarga, sehingga mereka bisa fokus dalam membesarkan anak-anaknya.
Selain itu, pada umumnya, wanita juga tak ingin bersaing dalam hal pendapatan dengan pasangannya. Jika ia merasa pasangannya sudah bisa memiliki pendapatan yang cukup, maka mereka akan cenderung untuk memilih karir sebagai ibu rumah tangga.
Ayu Kinanti

Tak Bayar Pajak, RIM Keruk Rp 2 T Per Tahun

Tak Bayar Pajak, RIM Keruk Rp 2 T Per Tahun
JAKARTA, KOMPAS.com — Tanpa membayar pajak sepeser pun kepada Pemerintah Indonesia, Research in Motion, penyedia layanan BlackBerry, menangguk pendapatan sekitar Rp 2,268 triliun setiap tahun.
"Dengan rata-rata menagih 7 dollar Amerika per orang per bulan, RIM menangguk pemasukan bersih Rp 189 miliar per bulan atau Rp 2,268 triliun per tahun. Uang rakyat Indonesia untuk RIM," jelas Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring dalam akun Twitter-nya, Selasa (11/1/2011) siang.
Dalam 11 tweets-nya, Tifatul kembali menjelaskan beberapa hal terkait kontroversi peringatan pemerintah kepada RIM mengenai layanannya di Indonesia. Menurut Tifatul, selain tidak membayar pajak, RIM memperoleh pendapatan sebesar itu tanpa membangun infrastruktur jaringan apa pun di Indonesia. Seluruh jaringan yang digunakan RIM adalah milik enam operator seluler di Indonesia.
"Salahkah kita memintah 'jatah' untuk Indonesia seperti tenaga kerja, konten lokal, menghormati dan mematuhi ketentuan hukum dan undang-undang di Indonesia yang berdaulat ini," kata dia.
Semua operator di Indonesia, lanjut Tifatul, sudah menjalankan dan mematuhi undang-undang dan peraturan, seperti membayar biaya hak penggunaan frekuensi, pajak, merekrut tenaga kerja (Indonesia), menjalankan corporate social responsibility, membantu korban Merapi, Mentawai, Wasior, dan bencana-bencana lainnya.
"Kelirukah kita jika meminta RIM menjalankan undang-undang dan aturan yang sama? Apakah RIM perlu diberi keistimewaan dan perkecualian? Arogankah kalau mengingatkan asing agar menghormati hukum dan undang-undang di Indonesia," ungkapnya.
"Ini untuk kepentingan yang lebih luas. Diberi sepotong 'kue kecil' lantas mati-matian bela asing. Minta hak yang besar untuk bangsa yang terhormat ini," tegas Tifatul.

Ahli Astronomi Temukan Planet Terkecil di Luar Tata Surya


Washington (ANTARA/CIHAN) - Para ahli astronomi Amerika Serikat telah menemukan planet terkecil di luar sistem tata surya galaksi Bima Sakti atau "milky way".
Sebuah teleskop luar angkasa, Kepler telah dikirim ke antariksa untuk mencari hunian baru di luar angkasa dan menemukan sebuah planet yang ukurannya hampir sebesar bumi. Planet baru itu dinamakan 10-b yang berjarak sejauh 560 tahun cahaya dari bumi.
Planet 10-b berjarak 20 kali lebih dekat kepada bintangnya daripada jarak planet Merkury kepada matahari di galaksi Bima Sakti.
Kepadatan planet tersebut lebih tebal 4,5 kali dan lebih besar 1,4 kali daripada planet bumi.
Menurut perhitungan para ahli astronomi 10-b sangat panas dan bersuhu sebesar 1.500 derajat Celsius.
Seorang ahli astronomi yang bekerja di Pusat Badan Aeronautika dan Antariksa Nasional (NASA) di Washington, Douglas Hudgins mengatakan bahwa mereka menemukan sebuah planet yang berukuran hampir menyamai bumi.
Dia juga menekankan bahwa penemuan mereka merupakan batu loncatan untuk menemukan sejumlah planet baru yang dapat dihuni.

Kampanye Anti-Rokok Lebih Efektif Pakai Gambar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA ---  Banyak penelitian menunjukkan bahwa peringatan kesehatan berbentuk gambar lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang resiko merokok daripada bentuk tulisan. Namun di Indonesia peringatan berbentuk gambar atau disebut pictorial health warning (PHW) hingga saat ini belum diterapkan.
Dekan FKM UI, Bambang Wispriyono, dalam sambutannya dalam seminar bertema ''Peringatan Kesehatan Berbentuk Gambar, Mendorong Kemandirian Untuk Hidup Sehat'' memaparkan jatuhnya korban adiksi rokok sulit dibendung ketika masyarakat tidak mendapatkan informasi dan edukasi yang jelas dan jujur.''Informasi yang cukup membuat masyarakat mampu mengambil keputusan terbaik bagi dirinya,'' tutur dia di Jakarta, Selasa (11/1). Edukasi dan informasi itu termasuk peringatan bergambar.
Di Singapura akibat penetapan peringatan berbentuk rokok dalam bugkus rokok, 1 dari 6 perokok mengaku mereka tidak lagi merokok di depan anak anak. Sementara di Thailand, lebih dari 50 persen mengatakan peringatan kesehatan bentuk gambar membuat mereka berpikir tentang risiko kesehatan.
Sedangkan hasil studi Pusat Penelitian Kesehatan UI, jelas Bambang menunjukan hampir 50 persen responden tidak percaya akan isi peringatan bahaya rokok yang berlaku saat ini dengan alasan tidak terbukti. Dan sekitar 26 persen perokok mengaku peringatan itu tidak memotivasi mereka untuk berhenti merokok kendati percaya dengan pesan peringatan. Dan responden sisanya tidak bisa berhenti karena kecanduan.Di sisi lain studi itu juga memaparkan bahwa sepertiga jumlah perokok menginginkan gambar yang informatif dan lebih menyeramkan.

Alasan Pria 'Jual Mahal' Usai Kencan Pertama VIVAnews


VIVAnews - Pernahkah bertanya-tanya mengapa pria tak langsung menghubungi Anda setelah kencan pertama? Menurut satu survey, ternyata kebanyakan pria menunggu hingga tiga hari sebelum menelepon Anda kembali. Apa alasannya?
Perlu Anda tahu, kebanyakan pria biasanya tidak ingin tampil agresif pada kencan pertama, meskipun sebenarnya dia benar-benar menyukai teman kencannya, seperti dikutip dari Dating Tips.
Pria biasanya baru menghubungi teman kencannya beberapa hari setelah pertemuan pertama, karena mereka tidak ingin terlalu menunjukkan ketertarikannya padan Anda. Plus, ia juga tidak ingin memberikan kesan negatif dengan terburu-buru menghubungi Anda.
Alasan lain mengapa kebanyakan pria menunggu beberapa hari dulu sebelum menghubungi Anda adalah untuk membangun rasa penasaran. Di benak pria, beberapa hari tanpa ada komunikasi setelah kencan pertama, akan mampu menumbuhkan kerinduan dan cinta.
Selain itu, pria menunggu beberapa hari, karena ia juga ingin memastikan perasaannya. Jika memang terbangun perasaan rindu, tentunya dia akan menghubungi teman kencannya kembali.
Jadi, jika Anda bertanya-tanya apakah pria menyukai Anda setelah kencan pertama, cobalah menunggu beberapa hari. (pet)

Kulit Yanti Melepuh Setelah Diimunisasi DPT Republika

REPUBLIKA.CO.ID,MAJALENGKA--Yanti Septianti, bayi berusia tiga bulan, kelutnya melepuh setelah mendapatkan imunisasi DPT di pos pelayanan terpadu (Posyandu) di desa Jatipamor, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka.   Ibu kandung korban, Siti Aisyah (32), menuturkan, sebelum diimunisasi, anaknya dalam kondisi sehat. Karena itu, tanpa ragu, dia pun membawa anaknya ke posyandu di desanya untuk mendapat imunisasi. ‘’Yang saya tahu, imunisasi akan membuat anak menjadi sehat,’’ kata Siti Aisyah, saat ditemui sedang menjaga Yanti di RSUD Majalengka, Selasa (11/1).
Namun, lanjut Siti Aisyah, setelah pulang dari posyandu, Yanti mengalami gatal-gatal pada kulit bagian sekitar leher. Setelah itu, dua hari kemudian, badan Yanti mengalami panas tinggi dan diikuti dengan kulit yang melepuh pada sekujur tubuhnya. ‘’Yanti menjadi sangat rewel dan menangis terus,’’ tutur Siti Aisyah. Siti Aisyah pun langsung membawa anaknya ke RSUD Majalengka.   Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Gandana Purwana, saat dimintai tanggapannya, menjelaskan, imunisasi terkadang memberikan reaksi pada tubuh bayi. Dia menduga, tubuh Yanti tidak kuat menerima vaksi imunisasi yang dimasukkan dalam tubuhnya.‘’Daya tahan tubuh bayi memang berbeda-beda saat menerima imunisasi,’’ tutur Gandana.
Gandana mengatakan, biaya pengobatan terhadap Yanti akan sepenuhnya dibiayai oleh dana jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas). Pasalnya, orang tua Yanti memang masuk dalam daftar penerima jamkesmas.